
"Sierra!" Teriak Pooja. "Apa yang akan ia lakukan? Ya ampun." Luke tak bisa menebaknya. "Ozgur!" Namun Ozgur hanya terdiam karena Sierra memintanya untuk tak ikut campur.
Kali ini mereka memberikan tempat untuk berlangsungnya satu lawan satu itu, "Ya atau tidak? Berilah jawaban terakhirmu itu, dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu." Ucapan Sierra membuatnya sedikit gemetar karena melihat dari tatapannya yang sangat serius. Namun Alex masih saja menolak keinginannya itu, "Tidak." Wajah mereka berdua sangat berdekatan. "Baiklah ini yang akan kulakukan."
Entah apa yang di lakukan Sierra sehingga membuat Alex jatuh tersungkur dengan rasa sakit di dadanya, "Aku hanya menendangmu bung." Kini gadis itu yang menertawakannya. Semua kawannya itu membantunya berdiri, "Alex." Di tempat itu tak terlihat Scott dan itu sebenarnya membuat Sierra lega. "Hey bung kau baik-baik saja?" Semua anak nakal itu mengerumuni tubuhnya, "Awas kalian jangan halangi aku, sial!" Marahnya yang langsung bangkit.
"Astaga aku sangat tak percaya apa yang aku lihat ini." Ucap Luke. "Dia keren Luke..." Pooja terkesima melihat Sierra melakukan gerakan karatenya itu walau masih dengan rasa cemasnya.
"Hanya itu? Kau hanya menendangku?" Alex masih menantangnya. Tendangan itu belum ada apa-apanya, "Kau mau lebih? Baik majulah kau kesini." Gadis itu masih ingat dengan setiap pelatihan karatenya yang sudah mampu melumpuhkan seseorang, "Aku tak akan menyerah sayang." Alex menghampirinya lagi dengan pakaian yang kotor karena jatuh tadi,
__ADS_1
"Rasakan apa yang akan ku lakukan padamu bodoh!" Sierra berjalan ke arahnya dengan rasa berani yang di ajarkan paman Theo padanya, semua pelatihan yang di dapatkannya tak akan terbuang sia-sia. "Jika kau melihatku, temani aku sampai akhir paman." Ucapnya dalam hati. "Sierra hati-hati!!!" Teriak Ozgur.
Alex memberikan tinjuan yang meleset padanya, dan Sierra berhasil mengunci tubuh pemuda itu yang kini tak bisa bergerak di dekapannya. "Hentikan ulahmu itu atau ku teruskan serangan ini." Gadis itu masih berbaik hati padanya.
Dengan suara beratnya Alex memohon, "Mohon lepaskan aku, baiklah aku akan..." Dengan emosinya yang mereda gadis itupun langsung melepaskannya.
Alex mengatur nafasnya, "Aku akan terus mengawasimu." Sierra pun menghentikan semua itu dan berjalan ke arah Ozgur yang kini sedang menunggunya, namun apa yang terjadi.
"Kau, adalah, hal, terbodoh... Yang pernah kutemui!!!" Gadis itu menendangnya lagi sampai terjatuh ke dasar tanah. Dan kayu yang kini di pegangnya pun ia lemparkan ke arah anak-anak nakal itu. "Sial!!! Apa yang merasuki gadis itu?"
__ADS_1
Sierra menendangnya lagi, "Ini balasanku untuk semua ejekanmu!" Alex merintih kesakitan.
"Ini untuk rasa sakit Luke karena dirimu!!" Kakinya menginjak tangan kanan Alex. "Ahh!!!" Jerit pemuda yang kini mencium tanah.
"Dan ini, untuk semua anak yang telah kau jadikan korbanmu!!!" Sierra mengakhirinya dengan menginjak kaki pemuda itu.
"Hentikan ini!!! Kumohon!" Teriaknya pada Sierra yang tengah tersenyum,
"Baiklah! Aku akan berhenti mengganggu orang lain lagi!!!" Gadis itupun mengangkat kaki dan membersihkan kedua tangannya yang kotor.
__ADS_1
Kini Alex merasa ketakutan, "Aku akan tetap mengawasimu Alex, sampai jumpa." Sierra pun kini meninggalkan tempat itu dengan rasa damainya, "Persetan denganmu!" Teriak Alex yang kini dibantu teman-temannya. Tanpa menoleh ke belakang, gadis itu mengangkat tangan dan memberikan salam jari tengahnya. "Sialan kau Sierra!"