
Sabtu pagi ini Sierra merasa enggan untuk keluar dari rumahnya bahkan ia masih menginginkan berbaring di ranjangnya namun Daisy membangunkannya karena hari ini ia akan pergi menuju pengadilan yang menangani kasusnya. Bersama Timothy dan Mr. Erwin yang terus menemaninya, mereka terlihat tergesa-gesa karena Mrs. Madison sudah menunggu janda itu dengan seorang pengacara yang ia andalkan.
Gadis itu memakan serealnya dengan hatinya yang berdebar mengingat dan juga memikirkan apa yang telah terjadi semalam.
Perasaanya tiba-tiba aneh karena hal yang tak pernah terpikirkan itu terjadi antara dirinya dengan Scott.
Sierra mengingat perbincangannya semalam tepat saat di depan teras rumah tetangganya itu, sebelum mengucapkan selamat malam.
"Kau senang malam ini? Apa mereka bersikap ramah padamu?" Tanya Sierra memastikannya. "Tentu aku senang malam ini, dan yeah mereka akan menjadi teman baik menurutku." Aneh sekali cara bicara Scott terdengar gugup di telinganya, "Kingston? Apa kau baik-baik saja?" Sebenarnya hanya Sierra yang memanggilnya seperti itu, hanya dengan nama belakangnya. "Ya! Aku tak apa, maksudku aku baik-baik saja terimakasih." Dengan terbata-bata.
__ADS_1
Sierra tertawa kecil melihatnya, "Baiklah, sampai besok bung." Hanya dua langkah kaki yang baru saja ia lakukan, Scott menghentikan langkahnya.
"Kau cantik malam ini." Suara lantang itu membuatnya menoleh ke arah tetangganya, "Apa?" Padahal sudah sangat jelas akan pujian Scott padanya, "Kau cantik Sierra,"
Sejenak mereka saling bertatap mata, ekspresi Scott terlihat tak kuasa akan sesuatu. Pemuda itu melangkah ke arah gadis bergaun hitam itu, "Aku tidak tahu bagaimana, oh sial." Secara tiba-tiba Scott mendekatkan wajahnya dan dengan gerak cepat ia mencium bibir Sierra, kedua tangannya ia taruh di pinggang gadis itu dengan memejamkan mata.
Scott sangat menikmati apa yang sedang di lakukannya itu, perasaan dan pikirannya tertuju pada gadis yang selalu ia ejek di sekolah itu. Ciuman yang cukup bertahan lama, memberikan ruang dan waktu bagi keduanya untuk saling beradu perasaan, suara nafas dari keduanya bisa terdengar jelas di malam yang sunyi itu.
Perlahan Scott mengakhiri kecupan manisnya itu dengan wajah tertunduk, "Aku tak tahu, aku tak mengerti dengan yang kurasakan secara tiba-tiba ini." Bisiknya, kedua tangannya masih berada di pinggang gadis yang kebingungan itu. "Pada malam ini aku merasakannya, setelah melihatmu keluar dari pintu rumahmu dengan gaun ini, dan pikiranku terjebak akan dirimu selama di pameran malam itu, aku tahu kau tak menyadarinya."
__ADS_1
Kini matanya tertuju pada bibir Sierra. "Jujur saja aku mengamatimu malam ini, entahlah aku sangat tak mengerti dan aku tak bisa menahan semua ini." Jujurnya yang sempat merasa tak suka saat melihat gadis itu bersama Sanchez.
"Katakan sesuatu kumohon..." Pinta Scott. Sierra sangat kebingungan harus mengatakan kalimat apa karena baru saja ia telah mendapatkan ciuman yang datang secara tak terduga, memang ia mengharapkan suatu pujian tentang penampilannya hanya saja ciuman ini membuatnya menjadi aneh. "Aku juga tak tahu, dan tak mengerti." Sierra menyelipkan rambut kecilnya di balik telinga. "Ya aku mengerti, maafkan aku karena telah berani," Ucapnya terputus. "Tak apa," Sambung Sierra yang melepaskan diri perlahan dari cengkeraman Scott. "Aku menyukaimu." Detak jantung Sierra semakin kencang dan terasa panas mendengarnya mengungkapkan perasaan,
"Kinsgton aku hanya kebingungan kau tahu? Tapi aku baik-baik saja, baiklah selamat malam."
Suara ketukan pintu menyadarkan imajinasinya, "Oh sial!" Segera ia menghabiskan sereal dan susunya. Ia gendong tas beserta buku-buku tugas milik Scott yang belum ia selesaikan, dan berjalan cepat ke arah pintu yang ia duga adalah Pooja. Karena semalam Pooja mengatakan akan membawa mobil ibunya dan menjemputnya di depan rumah, namun saat hampir membuka pintu ia mendapatkan pesan teks dari gadis india itu yang membatalkan jemputannya. "Oh Poo..." Gerutunya.
Kemudian ia teringat dengan siapa yang mengetuk pintunya, Sierra menebak itu adalah Scott. Gadis itu pun membuka pintu dan melihat seorang lelaki sedang tersenyum menyeringai padanya, tentu saja bukan Scott. "Hey."
__ADS_1