Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 6 - Tetangga sebelah


__ADS_3

"Poo pernah satu kelas dengannya saat tahun lalu." Kata Luke. "Ya aku mengenali Jill dan Anne, dua gadis itu bersahabat." Ujar Pooja yang memasuki bus bersama Luke. Gadis berpenampilan feminim itu sebenarnya menarik di pandangan setiap lelaki, tambah lagi dengan kulit eksotis khas india dan rambutnya yang ikal indah. "Luke berterimakasih padamu Sierra!" Teriak Pooja. "Yeah sampai besok!" Sierra melambaikan tangan pada Luke dan Pooja yang pulang lebih cepat darinya karena ia harus menemui gadis yang bernama Jill itu dulu.


Tak lama ia berdiri di gerbang terlihat seorang gadis tomboy bersama gadis imut yang berjalan keluar dari gedung sekolah, "Yang mana gadis itu?" Bingungnya karena Sierra tak mengenali siapapun selain ketiga teman dan para musuhnya saja. Selama bersekolah di Smallville High School, ia tak pernah mempedulikan apapun tentang kekacauan atau gosip yang terjadi disana. Gadis itu hanya mencari aman untuk mempertahankan nilai-nilai bagusnya sampai kelulusan pada dua pekan yang akan datang. Baru kali ini ia melakukan hal yang sangat membantu bagi teman-temannya hanya karena ia merasa muak pada Alex yang terus menerus membuat Luke terpuruk di sekolah, "Oh hey aku ingin bicara pada Jill? Apa itu kau?" Tanyanya baik pada gadis tomboy yang tertawa kecil. "Sierra huh? Kau yang bermasalah dengan Alex?" Sierra sangat kebingungan dengan yang di ketahui gadis tomboy itu. "Kenapa kau bisa tahu hal itu?" "Tentu saja semua orang mengetahui berita terpanas di sekolah ini, dan aku tahu kau sedang memerlukan bantuan Thompson, tapi dia tak bisa berkelahi lagi karena perjanjian dengan kekasihnya ini, aku tahu kau ingin bicara untuk membujuknya bukan?" Gadis yang berpakaian rock itu terlihat mengetahui segalanya, Sierra menduga gadis itu adalah seorang peramal. Lalu ia memperkenalkan gadis imut yang bersamanya. "Dia Jill, kekasihnya, dan aku Anne." Gadis imut yang bernama Jill itu tersenyum, "Ah yeah tentu saja kau yang bernama Jill." Gugup sekali ia bertemu dengan kedua gadis itu.

__ADS_1


Tak semudah yang ia bayangkan untuk membujuk Jill, Sierra sangat kelelahan hari itu. Ia pun pulang karena Jill tak memberinya kesempatan untuk membiarkan Thompson membantu masalahnya tepatnya masalah Luke dan anak-anak yang ketakutan akan Alex. Sierra terduduk di depan teras rumahnya dengan menutupi wajahnya karena merasa penat akan masalah yang ia dapat kali ini, tiba-tiba ia mendengar suara orang saling berteriak dari rumah sebelah, kedua orangtua Scott yang selalu saja bertengkar. Gadis itu menyandarkan kepalanya ke pagar kayu dan terdiam dengan mendengarkan semua pertengkaran yang tak terdengar jelas itu, "Ternyata semua orang memiliki masalah." Ucapnya dalam hati. Kemudian terdengar suara seseorang membanting pintu rumah tetangganya itu, Sierra menoleh dan melihat Scott dengan raut wajahnya yang marah.


"Apa yang kau lihat?!!" Teriak lelaki itu. Sierra hanya mengangkat bahunya melihat pemuda itu berjalan melewati halaman rumahnya, "Kau tak tahu apa-apa!!!" Scott pun berlalu pergi dengan kemarahannya. Gadis itu memang tak tahu apapun jadi ia tak berkutik sama sekali, kepalanya yang akhir-akhir ini terasa sakit itu membuatnya kesal. Ia bangkit dan membuka pintu rumahnya, "Sial!" Sembari memegang kepala dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Namun suara ketukan pintu itu mengganggu waktu tenangnya, "Siapa lagi ini..." Gerutunya karena Daisy akan selalu pulang terlambat, bahkan bibinya itu mengirimi pesan teks jikalau ia tak akan pulang. Saat membuka pintu ia sangat terkejut melihat Scott yang tengah mabuk dengan botol minuman yang di pegangnya, "Sial, apa ini? Kenapa kau datang kesini? Kau salah pintu bung." Sierra sedikit khawatir melihatnya seperti itu, "Baiklah ku bantu kau berjalan ke rumahmu." Gadis itu menutup pintu rumahnya dan menggandeng pemuda itu ke rumah yang tepat berada di sebelah tempat tinggalnya. "Kenapa berhenti? Apa kau baik-baik saja?"


"Aku tak mau kesana." Scott menggenggam tangan gadis itu yang langsung merasakan keanehan di dalam hatinya. Tak bisa berpikir apapun lagi, "Aku sungguh tak ingin kembali ke rumah itu." Ucapannya terdengar sedih. "Ada apa denganmu ini huh? Kau harus kembali kesana!" Jelas sekali Sierra membentaknya.

__ADS_1


"Kumohon padamu, aku tak mau kesana... Pikachu." Mendengar permohonan itu Sierra merasa kasihan walaupun tetap saja dalam keadaan mabuk, lelaki itu masih mengejeknya. "Bedebah ini membuatku sulit saja, apa yang terjadi padamu?" Akhirnya Sierra membawanya masuk ke dalam rumah bibinya itu dengan membantu Scott melangkah, "Kau mabuk seperti ini, sial! Kenapa akhir-akhir ini banyak masalah datang padaku, ah! Kau berat sekali."


__ADS_2