
Pooja membantu temannya itu dengan menyuapi Luke yang tak bisa menggerakkan tangan kanannya yang terkilir. "Aku mohon bantu aku Sierra." Tak hanya contekan tugas yang di inginkan Luke darinya. "Kau ini menyulitkanku saja..." Gadis itu sedang menikmati makan siangnya. "Ayolah Sierra, kasihani aku." Karena kesal pada ocehan temannya itu, Sierra memukul meja dan menghentikan makan siangnya. Kedua temannya itu merasa ketakutan dengan tubuh mereka yang gemetar, bahkan Pooja yang kini sedang memegang sendok pun merasakan jantungnya berhenti berdetak. "Ya ampun kau mengganggu nafsu makanku," Sierra bangkit dan berjalan menuju meja dimana Ozgur berada bersama tim softballnya.
__ADS_1
"Aku tak akan berkelahi lagi, maafkan aku, aku tak bisa membantumu Sierra." Ucap Thompson. "Oh ayolah bung, ini akan seru!" Sierra mendapatkan dukungan dari yang lainnya. "Yeah, untuk yang terakhir kalinya, hentikan dan kalahkan dia." Ujar Nick. Thompson tak berkata apapun dan hanya menghabiskan makanannya itu. "Alex sangat mudah untuk di kalahkan, tapi dia adalah bagianmu bung." Bujuk Sanchez yang tak menyukai perlakuan Alex pada semua murid di sekolah itu. Bahkan ia pernah melihat juniornya di ludahi oleh Alex, maka dari itu Sanchez tak mau bergabung dengan kelompok pemuda yang bermasalah itu. "Tunggu dulu," Sierra meluruskan pikirannya. "Semua orang mengatakan kaulah satu-satunya orang yang bisa menghentikannya, tapi kenapa kau tak mau melawan dia? Dan kenapa kau bisa menjadi musuhnya?" Gadis itu mempertanyakan semua yang ada di otaknya. Semua atlet yang berkumpul di meja itu tertawa kecil, bahkan Ozgur tak bisa menahan tawanya. Sierra yang duduk di sampingnya merasa kebingungan, "Apanya yang lucu?" Kini wajah Thompson mulai merah, "Sialan kalian semua," Gerutunya yang juga menahan tawa. "Dengar, aku tak bisa membantumu, itu saja." Thompson bangkit dan di ikuti yang lainnya, "Perbincangan ini selesai, Thompson adalah pecundang Sierra." Ejek Nick pada kawannya itu. "Hey mau kemana kalian?" Sierra benar-benar bingung. "Kau adalah teman yang baik bagi teman-temanmu itu, sampai jumpa." Sanchez menepuk pundaknya dan berlalu pergi menyusuli mereka. Kini matanya menatap tajam Ozgur dengan penuh amarah, "Baiklah, baiklah dengarkan aku dulu." Bujuk Ozgur yang merasa bersalah. "Thompson memang bisa mengalahkannya, hanya saja..." "Apa??!" Sierra menahan emosinya. "Dia telah berjanji pada kekasihnya, Thompson berjanji tak akan pernah berkelahi lagi, maka dari itu ia tak bisa membantu kita." Temannya itu berusaha untuk meyakinkannya, "Lelaki keren itu kehabisan nyali di tangan kekasihnya?" Heran Sierra dengan tawa kecilnya. "Perjalanan cinta mereka sangat berarti baginya, dia sangat mencintai kekasihnya itu." Tambah Ozgur. "Jadi apa sekarang???" Kepalanya kini terasa pusing lagi.
__ADS_1
"Kita harus membujuk kekasihnya, bukan aku atau mereka, maksudku kau." Gadis itu mengerutkan dahinya,
__ADS_1
Selagi mereka berbincang, bermunculan para pembuat onar itu. "Pikachu, sedang apa kalian disini?" Scott mengganggu pembicaraannya. "Dan kenapa kalian saling berjauhan?" Lelaki itu terkejut melihat wajah Luke yang mendapat banyak luka, "Ah jadi orang itu yang bermasalah dengan Alex huh?" Tetangganya itu sangat berisik. "Enyahlah kau dari hadapanku." Usir Sierra. "Hey..." Kelompok pengganggu itu pun berlalu dengan menertawakannya.
__ADS_1
Kembali lagi pada pembicaraan, "Aku? Kenapa harus aku? Kenapa tidak kau saja yang membujuk kekasihnya?" Heran gadis itu. "Harus di lakukan oleh sesama gadis, maaf aku tak bisa melakukan itu." Ozgur pun bangkit, "Hey! Ini artinya aku melakukannya sendirian!" Kesalnya. "Maafkan aku Sierra, ajaklah Pooja." Ia melangkah pergi dari kafetaria untuk menyusul timnya. "Hey! Oz! Tapi siapa kekasihnya itu?!!" Teriaknya. "Jill!"
__ADS_1