
Malam terbaik yang tak akan pernah bisa di lupakan oleh semua senior itu. Carly memasang wajah kesal saat menyaksikan sepasang kekasih yang menjadi pasangan raja dan ratu prom. Beberapa gadis yang membencinya sempat memberi ejekan yang lumayan menyakiti hati pemandu sorak itu.
Alex bergaya santai dengan mengamati setiap teman yang akan melupakan dirinya di masa depan nanti, karena ia memiliki kesan buruk yang tak pantas untuk di ingat.
"Hey bung ayo kita bersenang-senang!" Ajak salah satu kawannya.
Kini Sanchez merasa harus menerima kenyataan yang lumayan melukai perasaannya sendiri karena Sierra yang terlihat bahagia bersama Scott, gadis itu tak memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. "Tak perlu pikirkan apapun lagi," Bujuk Thompson padanya. "Yeah tak perlu memikirkan apapun lagi sekarang, karena sudah jelas." Balasnya menerima.
"Kita harus lebih bersemangat karena kaki ini akan berpijak di tempat baru nanti, kita akan terus bersama di satu tim." Ucap Nick ceria. "Kau benar, tak sabar aku ingin segera melanjutkan jenjang prestasi disana." Sambung Ozgur.
__ADS_1
Para anggota softball itu bersama-sama masuk ke dalam sekolah olahraga yang menjadi pilihan mereka untuk masa depan, "Aku ingin menjadi atlet hebat dalam segala cabang olahraga."
Jill sangat terharu melihat Anne yang sedang meluapkan kerinduannya terhadap Silver. "Terimakasih Jill." Ucapnya sedih. Jill memeluk sahabatnya itu, "Aku menyayangimu Anne, kau tahu itu, kau sahabat terbaik bagiku."
Sang prajurit itu menjadi pusat perhatian semua gadis yang merasa iri terhadap Anne si gadis tomboy itu. Mereka tak mengira bahwa gadis itu memiliki kekasih gagah nan tampan seperti Silver, "Lihat mereka sangat iri padamu." Ujar Jill.
Pooja merangkul Luke dengan rasa sedihnya karena harus berpisah untuk sementara, "Aku akan merindukanmu Luke, aku tak akan lupa padamu, Sierra dan juga Oz." Gadis india itu harus kembali pulang ke tanah kelahirannya sendiri setelah kelulusannya ini. "Kita semua disini pun akan merindukanmu Poo."
"Aku tak percaya ini." Ucap Sierra memegang mahkota ratu yang ada di atas kepalanya itu. "Yeah, itulah kenapa Anne terus mengambil gambar saat kita sedang berdua." Scott tak melepaskan genggamannya.
__ADS_1
Mereka berjalan pulang setelah turun dari mobil milik Ozgur, acara yang sangat memuaskan bagi semua orang. Memang sedih saat harus menerima berakhirnya masa sekolah itu karena tak akan bisa mereka putar ulang.
"Lusa, kita sudah pergi ke tempat kuliah yang akan menjadi langkah baru." Gumam Scott. "Yeah, aku merasa sedih karena kita memiliki tempat yang berbeda."
Scott tersenyum padanya, "Tak perlu cemaskan hal itu, karena kita memiliki tempat tinggal yang tak jauh, rumah kita tepat bersebelahan." Mereka tertawa.
Kemudian dua remaja itu saling menatap dengan penuh perasaan, jantung keduanya berdetak sangat kencang. "Apa kau tak akan permasalahkan ciuman kali ini?" Tanya Scott dengan lucu.
Sierra menahan tawa dan kedua tangannya kini mengusap rambut Scott. "Tentu saja tidak akan." Gadis itu mendekatkan wajahnya, "Aku ingin yang pertama menciummu kali ini, ingin merasakan apa yang kau rasakan saat pertama menciumku waktu itu." Scott tertawa mendengar kelucuan kekasihnya ini, "Jangan tertawa!" Pinta gadis itu dengan konyol.
__ADS_1
Dua remaja yang saling jatuh cinta itu pun menjalani hubungan romansa mereka dengan penuh kebahagiaan yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya. "Aku mencintaimu Sierra, sangat mencintaimu, kau harus tahu perasaanku ini."