Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 29 - Rasa khawatir mengartikan sesuatu


__ADS_3

Sambil menaiki anak tangga di terasnya Sierra tersenyum sendiri mengingat perasaan bahagia sahabatnya yang mendapatkan surat cinta dari junior tampan yang bernama Summer itu. Pooja tak berhenti tersenyum selama berada di sekolah tadi, Luke dan Ozgur saling berebut untuk mengetahui apa isi suratnya itu.


"Hey nak, kau terlihat ceria sekali." Mr. Erwin memberinya salam tos. "Ah tidak, hanya mengingat temanku yang hari ini mendapatkan sebuah surat cinta." Dengan tawa kecilnya, "Itu akan sangat membahagiakan tentu saja."


"Dz baik-baik saja?"


"Yeah, Timothy merawatnya dengan sangat baik." Pria itu menyeruput kopi panasnya perlahan. "Dan ya! Aku baru ingat, tetanggamu itu terlihat seperti kacau." Mendengarkan hal itu ekspresi ceria Sierra langsung menghilang,


"Kacau bagaimana maksudmu???" Kekhawatiran mulai merasuki otaknya. "Yang kulihat ada seorang pria yang pergi dengan mobil truk membawa barang bawaan yang banyak seperti orang sibuk untuk berpindah tempat, anak lelaki itu berteriak memintanya untuk masuk... Yeah barang bawaan yang bisa di bilang banyak," Jelasnya singkat. Sierra langsung melepaskan ransel dan sepatunya di teras itu dengan gerakan cepat. "Apa yang kau lakukan?" Bingung Mr. Erwin.

__ADS_1


"Aku akan kembali, katakan saja aku sedang menemani anak itu."


"Mau kemana???" Penjaga itu keheranan melihatnya berjalan ke arah rumah sebelah tanpa mengenakan alas kaki.


Pintunya tak di kunci sama sekali, mudah sekali bagi para pencuri untuk merampok rumah yang sepi penghuni itu. Tak mengeluarkan suara apapun, perlahan gadis itu mengendap-endap menyusuri setiap ruangan rumah itu. Tak ada orang sama sekali disana, namun tak lama suara musik rock terdengar dari lantai atas dan pikirannya langsung menebak keberadaan tetangga yang satu sekolah dengannya.


Terdapat beberapa kamar tidur di lantai itu, namun hanya satu kamar yang menarik perhatiannya. Tertulis bacaan tentang kepemilikkan ruang kamar yang terdengar berisik oleh musik, "Ruangan pribadi raja." Sierra tersenyum tipis membaca tulisan di pintu berwarna putih itu.


Terlihat Scott berada di atas ranjang dengan posisi tertelungkup, mengumpatkan wajahnya di bantal.

__ADS_1


Sierra melangkah mendekat, sejenak ia melihat pemutar musik itu dan berpikir untuk mematikannya. Dengan memberanikan diri gadis itu berhasil menghilangkan suara bising yang menggema di ruangan kamar milik Scott, suasana pun sunyi.


Tak lama Scott bangkit dengan ekspresinya yang sangat marah, untuk pertama kalinya Sierra merasa takut pada pemuda itu.


Dia menatapnya dengan tatapan dingin tanpa berbicara, "Kingston???" Sierra tak berani untuk lebih mendekat lagi, pemuda itu pun memperbaiki posisinya.


"Apa yang membuatmu berani masuk ke dalam rumahku ini?" Nadanya terdengar kejam sekali. Sierra terdiam dengan hatinya yang terasa panas, "Oh maafkan aku, baiklah aku akan pergi..." Tanpa keraguan lagi gadis itu membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar dari ruangan yang sangat berantakan itu.


Namun Scott tak berdaya setelah melihat Sierra keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Ketika ia hendak menuruni tangga, Scott mengejarnya dan memintanya untuk berhenti. Siang itu Sierra di buat aneh dan juga bingung.


__ADS_2