
"Tak akan ada korban lagi, itu bagus." Semua murid memperbincangkan Alex yang telah berhenti dari perlakuan nakalnya terhadap anak-anak lemah di sekolah, hal itu memang mengejutkan semua orang, tapi itu adalah hal yang bagus. "Kau tahu siapa yang membuatnya seperti itu?" Di setiap tempat sekolah itu hampir semua orang membicarakan cerita di balik gosip yang cepat menyebar itu, Alex merasa muak melihat semua murid menatapnya. "Yang kudengar dia seorang gadis senior." Koridor saat jam istirahat itu sibuk mempertanyakan siapa gadis yang memiliki keberanian mengalahkan Alex, "Yang terbayang olehku dia adalah gadis yang luar biasa," "Yeah aku ingin mengetahui siapa dia?" Para junior itu tak hentinya membicarakan gosip yang sedang panas itu.
__ADS_1
Di kafetaria yang biasanya hanya terdengar suara sendok dan suara kentut dari murid-murid bodoh, kini berubah menjadi paduan suara yang saling berbisik seperti desis ular yang beribu-ribu ekor. "Semua orang mempertanyakanmu Sierra." Kata Ozgur. "Aku tak peduli." Balasnya sambil memasukkan potongan wortel ke dalam mulutnya. "Kau sangat keren dan hebat Sierra, kau tahu itu?" Luke menepuk pelan pundaknya. "Diamlah jangan ganggu makan siangku." Gadis itu memang tak mempedulikan hal apapun lagi, karena masalahnya di sekolah sudah selesai. Kini kembali lagi akan mempertahankan sikap baik dan nilai-nilainya untuk kelulusan nanti, "Aku senang berteman denganmu." Pooja menggenggam tangannya. "Oh ayolah kawan-kawan hentikan ini." Pintanya yang merasa risih.
__ADS_1
"Apa kalian tahu tentang penargetan raja dan ratu prom di mulai pada hari senin?" Luke bersemangat akan hal itu. "Yeah kalian tahu sendiri, Thompson dan Jill yang akan menjadi pasangan itu." Ucap Pooja sambil menoleh ke arah antrian makanan, tertuju tepat pada si junior tampan yang kini tengah memberinya senyuman. "Uhuh mereka sangat cocok, aku akan memberi dukungan suara." Sambung Sierra berpikir tentang Jill dan Thompson yang ia akui sebagai pasangan yang manis. "Siapa yang akan bergandengan tangan denganmu di prom nanti?" Tanya Luke padanya, sejenak Sierra terdiam dan berhenti mengunyah. Ingatannya kembali pada Scott, "Sepertinya Sanchez akan mengajakmu." Timpal Ozgur. "Apa???" Pooja terkejut mendengarnya. "Ya, dia sepertinya tertarik pada gadis pemarah ini." Ozgur mengejeknya. "Diamlah."
__ADS_1
Gadis itu mengalihkan pikirannya, "Mrs. Raquel berterimakasih padaku, entahlah padahal dia tak harus melakukan itu." Ucap Sierra yang bepapasan dengan kepala staf pengajar pagi tadi. "Tentu saja ia akan berterimakasih padamu, karena Alex sudah berhenti membuat onar."
__ADS_1
Selagi mereka menghabiskan jam istirahat bersama, di sisi lain Scott sedang merasakan kegalauan yang datang padanya. Tentang bagaimana cara menghadapi Sierra yang tak mengatakan apapun padanya tentang ciuman semalam, entah apa yang harus ia lakukan untuk memperbaiki kesalahannya itu.
__ADS_1