
"Aku akan menghubungimu lagi jika aku membutuhkanmu nanti." Ucap Mrs. Wilson yang terlihat mengantuk. "Baiklah terimakasih ma'am."
Jam tidur selalu tidak cukup jika ia menjaga bayi di waktu malam, ia melangkah pergi meninggalkan rumah orang kaya itu setelah mendapatkan bayaran kerjanya. Gadis itu memasukkan uangnya ke dalam saku celana, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari sebrang jalan. "Hey kau!" Lelaki yang tak di kenalnya itu berjalan ke arahnya. Sierra hanya terdiam tak bergerak, "Hey, aku melihatmu tadi semalam menggendong bayi Mrs. Wilson." Kata lelaki itu yang membuat Sierra merasa aneh. "Yeah? Aku menggendong Richard, dan kau?" Baru tersadar gadis itu saat mengingat seseorang yang memperhatikannya semalam. "Aku Josh, aku tinggal disana." Jawabnya yang menunjukan rumah di sebrang jalan itu. "Ah ya aku lihat itu, rumahmu tentu saja." Gumamnya karena jelas-jelas seseorang yang berdiam diri semalam itu adalah Josh, si pemilik rumah. "Baiklah, senang bisa berkenalan denganmu Josh, aku harus pergi." Gadis itupun berlalu pergi meninggalkannya, "Tapi hey! Kau siapa?" Teriaknya. Sambil meneruskan langkah tanpa menoleh ia menjawabnya, "Aku pengasuh Richard!!!" Josh tertegun mendengarnya, "Pengasuh bayi?"
__ADS_1
Sebelum pergi bekerja Daisy menunggu kedatangannya, tidak lupa ia membuatkan sarapan untuk keponakannya itu. "Dz!" Gadis itu berlarian ke arah bibinya. "Sierra apa kau baik-baik saja? Jika lelah kau tak usah..." Belum selesai bicara, Sierra memeluknya. "Aku akan pergi sekolah, tenanglah aku baik-baik saja." Ucapnya. Bibinya itu tersenyum memiliki keponakan yang baik dan selalu ceria di matanya, "Gadis baik, habiskan sarapanmu dulu." Daisy melangkah pergi karena jemputannya telah datang, "Sampai nanti!" Sierra merasa sedih sebenarnya karena tak banyak waktu yang ia habiskan bersama bibinya itu. Masih berdiri di depan pintunya dengan pikiran-pikiran yang ada di otaknya, "Pikachu!" Tiba-tiba Scott melewati halaman rumahnya dengan ejekan yang tak pernah bosan ia lakukan. "Oh yeah Kingston." Balasnya malas dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
Setelah berpakaian gadis itu merebahkan tubuhnya sejenak di sofa memikirkan tentang kegiatan bela diri yang sudah lama tak ia jalani, sarapan buatan bibinya sudah habis dengan sekejap mata. Ponselnya bergetar, Pooja menghubunginya berulang-ulang kali. "Ada apa?" "Cepatlah datang ke sekolah, terjadi sesuatu disini! Aku tak tahu harus bagaimana!" Selalu saja teman indianya itu mengganggu ketenangan hidupnya. Gadis itupun bergegas pergi menuju sekolahnya yang membuatnya merasa muak setiap hari.
__ADS_1
Sangat kacau apa yang terjadi di sekolahnya hari ini, ia keluar dari bus dan matanya sudah melihat jelas wajah Luke yang terkena tinjuan keras Alex. Tak mau berdiam diri melihat seorang teman yang sedang kesulitan, Sierra melangkah ke arah kerumunan murid yang asyik menyaksikan perkelahian di halaman sekolahnya. "Sial! Apa yang terjadi ini..." Gerutunya yang langsung menarik tubuh Luke dengan berani. "Sierra!" Teriak Pooja. Sejenak semua mata tertuju padanya, "Apa-apaan kau ini? Kau melakukan kesalahan?" Gadis itu membantu Luke berdiri, sementara Alex sedang tersenyum dengan nafasnya yang tak beraturan. "Yeah, dia melakukan kesalahan." Ujar Alex.
Namun Alex masih belum puas dengan apa yang di lakukan lelaki bodoh itu padanya, "Tak semudah itu teman-teman!!!" Teriaknya yang membuat Pooja ketakutan. Luke sudah tak bisa bertahan lagi dengan luka-luka yang ada di wajahnya di tambah rasa sakit di sekujur tubuhnya, Sierra merasa khawatir namun Alex sepertinya sedang menunggu perkelahian yang ia harap akan berlanjut.
__ADS_1
"Bawa dia, dan obati." Perintahnya pada Pooja. "Hey tapi kau," "Pergi saja, biar aku yang urus ini."
"Kau memiliki keberanian yang patut di contoh semua orang disini." Kata Alex yang takjub akan gadis baik itu. "Hentikan bualanmu itu, apa yang kau inginkan dari temanku?" Alex terkejut dibuatnya. Sebenarnya Sierra merasa gugup di tengah kerumunan orang-orang itu, "Dia melakukan kesalahan besar, aku ingin dia memperbaiki semuanya." Namun sayang keramaian di halaman sekolah itu harus bubar, karena Mr. Mike dan kepala staf pengajar menghentikan suasana itu, "Alex! Kau membuat masalah lagi!" Semua murid yang berada di tempat itupun langsung berlarian menyelamatkan diri ke dalam sekolah, tersisa Sierra yang masih berdiri melihat Alex yang tengah di beri peringatan oleh pelatih olahraga itu. "Kau ikut denganku." Kemudian Mrs. Raquel membawa gadis itu ke ruangannya.
__ADS_1