Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 37 - Adik yang sangat protektif


__ADS_3

"Dia di tangkap polisi." Ucap Bryan pada semua temannya saat di parkiran sekolah. "Senior itu???" Kaget Elle. "Yeah, senior yang bernama Sierra itu kini sedang dalam interogasinya."


Kemudian para senior yang mendukung Sierra menyangkal hal buruk yang menimpa gadis itu, "Yang di ucapkannya adalah omong kosong." Sangkal Sanchez.


Bryan merasa emosi dengan bangkit menghadapi para senior itu. "Kau tak menyadari bahwa gadis itu bersalah???" Junior itu tak mau kalah. "Hey, dia memang sedang di interogasi tapi bukan berarti dia adalah penjahatnya." Sambung Thompson. "Karena aku yang melihatnya sendiri, dia tak di tangkap ataupun kedua tangannya di borgol, bahkan polisi mendatangi rumahnya dengan cara baik-baik." Timpal Scott yang mengatakan kebenaran.


"Kalian masih belum menyadarinya." Bryan masih berteguh pada pemikirannya sendiri. "Terserah kau saja bung, karena Sierra adalah teman kami, dan semua orang mengenalnya sebagai gadis yang baik." Ozgur mengakhiri perselisihan yang bisa saja menjadi suatu perkelahian. "Ayolah kita pergi saja, bocah itu sedang mengalami hari-hari yang sulit." Gerutu Nick yang membuat Bryan berlari ke arahnya dengan tangannya yang meninju Nick sangat keras.


Mereka berkelahi dengan panas, "Hey! Hentikan!!!" Tim softball itu berusaha untuk melerainya. "Apa yang kau lakukan Bryan???" Summer menarik lengannya dengan bantuan Aaron.

__ADS_1


"Senior brengsek kalian semua!" Remaja itu memang sedang mengalami kesulitan semenjak kakak perempuannya hamil oleh lelaki yang sering di panggil Josh itu.


"Ini tak seberapa, tak terasa sakit sama sekali nak." Ejek Nick yang lubang hidungnya mengeluarkan darah segar. "Sudahlah ayo kita pergi." Thompson membawanya pergi.


Elle sangat tak percaya melihat Bryan yang baru saja memperlihatkan emosinya, selama bertahun-tahun mereka berteman belum pernah gadis itu melihatnya berkelahi. Karena itu memang bukan sifat aslinya, "Apa yang kau pikirkan sehingga berani melukai senior itu???" Elle mencoba untuk meredakan amarahnya. "Kalian tak tahu apa-apa." Bryan berlalu pergi mengasingkan dirinya sendiri.


"Apa yang di katakan senior tadi benar, Bryan sedang tertekan akan sesuatu." Gumam Summer yang mulai mencemaskan sikapnya kini. "Sementara kita harus membiarkannya sendiri Elle."


Remaja itu membanting pintu rumahnya sangat keras "Kau sudah pulang???" Suara kakaknya Teressa terdengar dari arah dapur. Namun Bryan tak memberinya jawaban, ia menaiki tangga dengan gerakan cepat untuk mencapai kamarnya.

__ADS_1


Melemparkan ranselnya dengan emosi, "Persetan!" Kemudian ia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang. Merenungkan apa yang telah ia alami dan melakukan kesalahan yang benar-benar tak perlu di lakukan sebenarnya, pemuda itu bangkit lagi. "Sial!" Jeritnya sambil mengacaukan barang-barang di kamarnya.


Teressa mengetuk pintu kamar adiknya itu, "Bryan? Apa yang terjadi di dalam???" Karena terdengar jelas apa yang sedang di lakukan remaja itu, Teressa pun masuk ke dalam ruangan itu tanpa meminta izin. Sangat terkejut ketika melihat Bryan sedang menghancurkan gitarnya sendiri dengan penuh amarah, "Bryan! Hentikan itu!!!"


Bryan menangis di pelukan kakaknya, "Maafkan aku, karena tak bisa menghajar lelaki itu." Ia mengatakan segala rasa kesalnya terhadap Joshua. "Kau? Apa yang kau lakukan? Tak perlu berurusan dengannya lagi." Teressa sangat terkejut mengetahui apa yang telah terjadi. "Aku tak mampu melindungimu."


Kini Teressa yang menangisi semua kesalahannya sendiri yang mengakibatkan Bryan mendapatkan kesulitan karenanya. "Aku yang meminta maaf padamu Bryan, kau tak bersalah sama sekali." Perempuan yang tengah hamil itu mendekap adiknya. "Aku yang seharusnya mengurusi dirimu, bukan sebaliknya, maaf." Tangisnya.


Bryan di buat aneh dan juga kaget setelah mendengar kakaknya yang mulai menyadari kenyataan hidup mereka. "Ibu dan ayah sudah pasti memang salah, dan aku sangat bodoh, aku salah karena mengikuti jalan mereka tanpa menyadari tentang kehadiranmu yang membutuhkanku, maafkan kakakmu ini Bryan."

__ADS_1


__ADS_2