Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 18 - Hati yang tak karuan


__ADS_3

Ramai sekali tempat itu dengan orang-orang yang bergembira disana, belum lagi langit gelap di hiasi lampu-lampu yang berasal dari wahana permainan membuat mata takjub melihatnya. "Dimana mereka?" Sierra berjalan di depan, sementara Scott berusaha untuk memegang tangan gadis itu di sesaknya keramaian.


"Mereka disana." Sierra bergerak cepat ke arah komedi putar itu, Scott menghembuskan nafasnya dengan berjalan pelan mengikutinya di belakang.


Mereka berjajar menunggu kedatangannya, wajah mereka tak terlihat jelas di tempat meriah itu. Hanya saja terlihat tubuh seseorang menghampirinya, "Kau kah itu?" Sanchez mengamati perbedaan dari Sierra di malam itu,


"Hey Sierra." Sapa Jill, gadis itu bergabung dengan teman-temannya, hampir saja Scott terlupakan olehnya.

__ADS_1


"Oh astaga, aku mengajak seseorang, Kingston!" Semua orang yang berada disana merasa heran dengan kehadiran pemuda itu karena biasanya ia akan bersama dengan kelompok Alex. "Sierra kenapa dia," Bingung Luke. "Kau tahu dia adalah tetanggaku bukan?" Gadis itu membelanya walaupun ia pernah menjadi bahan ejekannya. "Tapi dia tidak akan..." Pooja merasa canggung.


"Tidak, dia tak akan berbuat masalah dengan kita, dia berbeda dengan Alex."


Hanya Thompson yang bersikap ramah padanya, "Hey bung apa kabar, ayo." Ajaknya pada Scott, mereka berkeliling dan menyempatkan untuk bermain bersama di salah satu wahana permainan, sekumpulan remaja itu menikmati malam bersama.


Luke walaupun berjalan dengan tongkat kakinya terlihat bersenang-senang, dan mengganggu para gadis asing yang berlenggak-lenggok di hadapan matanya. Pooja bersama Anne dan Jill asik bermain lempar bola kecil yang jika berhasil masuk ke dalam ring dari kejauhan akan mendapatkan hadiah unik, tentunya bukan boneka, Anne tak menyukai itu. Para pemuda terlihat berkumpul dengan mengeluarkan bungkus rokoknya masing-masing, Sierra tersenyum melihat semua kawannya itu.

__ADS_1


"Kenapa kau tak bermain?" Sanchez bertingkah gugup di hadapannya, Sierra memberinya senyuman. "Ah yeah, aku tak bermain, hanya lebih senang melihat mereka asik seperti itu." Sebenarnya malam itu Sierra mengharapkan suatu pujian dari teman-temannya tentang penampilannya ini.


"Kalau begitu ikutlah denganku, temani aku membeli beberapa minuman kaleng, ayo." Ajak pemain softball itu. Gadis itu mengikutinya, "Lihat mereka mulai akrab." Ujar Nick pada teman-temannya.


"Uhuh semoga itu menjadi hal yang bagus." Harap Luke yang tertawa kecil melihat Sierra berbaur dengan pemuda itu, sementara Scott yang melihatnya juga merasakan hatinya tak karuan, entah apa yang di rasakannya. Bahkan hingga Ozgur menyadarinya hanya melihat dari tatapan cemburu Scott,


"Kudengar kau mengagumi Anne? Maksudku kau selalu bersiul kepada gadis itu," Ozgur membuyarkan segala pikiran di otaknya. "Oh tidak Oz, itu hanya gurauan saja, lagipula aku melakukan itu tahun lalu, sekarang tidak." Jelasnya gugup dengan pandangan yang beralih pada Anne. "Benarkah? Kenapa kau tidak mencoba mendekatinya bung?" Mendengar dorongan itu Scott merasa aneh dan tak ada niat sama sekali untuk mendekati gadis tomboy itu, namun tiba-tiba Thompson menimpal dengan suara pelan padanya. "Anne memiliki kekasih, namanya Silver dan lelaki itu seorang prajurit." Ozgur kaget mendengarnya, "Kalau begitu aku akan mencari aman saja." Tawa Scott.

__ADS_1


Waktu masih lama untuk sampai ke tengah malam, tapi sekelompok remaja itu memiliki pemahaman sendiri untuk mengatur jam main. Mereka memiliki batasan waktu, tambah lagi para pemuda itu memiliki kekhawatiran pada gadis-gadis yang masih terlihat asik, "Baiklah waktunya kembali ke rumah!" Ajak Thompson berteriak.


Pooja di boncengi Ozgur dengan sepeda motornya, Luke mendapatkan jemputan dari kakak perempuannya yang selalu mencemaskan adiknya itu. Jill dan Anne tentu saja bersama dengan Thompson yang membawa mobil, mereka selalu berpergian bersama karena Anne akan selalu menjadi pengganggu kisah romansa antara Jill dan Thompson dan sudah menjadi hal biasa. "Sampai besok di sekolah!" Nick dan Sanchez pun pergi dengan motor balap mereka dengan melaju cepat.


__ADS_2