
"Padahal saat pertama kali aku melihatnya, aku berpikir bahwa dia adalah pemuda yang baik."
"Tapi kenapa anak itu? Apa kau memang punya masalah dengannya???" Luke membuatnya kesal. "Sudahlah Luke, dia hanya junior yang sedang tertekan."
"Dan aku melihat Summer berdiri di belakangnya, apakah mereka memiliki maksud lain?" Sambil berpikir tentang surat cinta yang di dapatkannya itu. "Tidak Poo, mereka hanya sedang melakukan kesalahan agar nanti tidak akan mereka ulangi lagi." Sierra memang gadis yang berpikiran positif walau memiliki sifat pemarah. "Sierra benar, mereka sedang di masa pubertas seperti kita, kadang sebuah kesalahan di perlukan untuk mendapatkan kesadaran yang membawa kita ke jalan yang benar." Timpal Ozgur. "Hal ini akan menjadi gosip utama di sekolah, padahal ini hanyalah kesalahpahaman kecil." Kata Pooja sambil menuliskan sesuatu di balasan suratnya untuk Summer.
"Uhuh, lagipula siapa yang ingin menjadi pengedar narkoba??? Lebih baik menjadi pengedar koran saja." Apa yang di katakan Luke itu sangat lucu sampai ketiga temannya tak bisa menahan tawa.
Scott merasa bersalah atas ucapan yang melukai perasaan Sierra, iamenghampiri gadis itu. "Apa kau masih marah padaku???" Sierra menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Maafkan aku, aku harus banyak belajar darimu." Mereka saling menatap, "Kau akan paham dengan sendirinya, hanya saja..." Ucapnya terputus. "Apa?" "Hanya saja aku minta padamu untuk bersikap baik pada ibumu, itu saja."
__ADS_1
"Baiklah, jika hanya itu yang kau minta."
Tiba-tiba Anne muncul dengan sebuah kamera yang di pegangnya, "Hey! Tersenyumlah!" Tak lama cahaya silau yang keluar dari kamera itu membuat mata mereka kabur.
"Ayolah Anne, jangan simpan foto itu!" Pinta Sierra. "Terimakasih Sierra!" Gadis tomboy itupun berlalu pergi dengan rasa puasnya mendapatkan apa yang di inginkannya.
"Biarkan saja, itu hanya sebuah gambar yang di dalamnya terdapat dua orang bodoh." Gumam Scott membuat Sierra tertawa lepas.
"Tapi apakah ia terlihat seperti bergurau???" Itulah yang menjadi rasa penasaran Sierra tentang bagaimana jika hal itu memang serius bagi Bryan. "Aku harus mencari tahu."
__ADS_1
Sepertinya ada sesuatu yang membuat Bryan marah besar, dengan menghembuskan nafasnya gadis itu menatap Scott.
"Apa???" Scott heran dan membuatnya langsung berpaling. "Tidak, aku hanya ingin melihatmu saja, baiklah sampai nanti!" Gadis itu bertingkah aneh sekali padanya, namun Scott merasa senang melihat Sierra seperti menyembunyikan perasaannya.
Mrs. Raquel tak yakin dengan yang di jelaskan muridnya itu, "Aku memang tak memiliki bukti, tapi aku yakin." Ucap Bryan yang melaporkan Sierra.
"Aku tak akan melakukan tindakan apapun sebelum mendapatkan bukti ataupun petunjuk." Bryan terdiam sejenak memikirkan sesuatu. Memang tak ada bukti apapun dari laporannya itu, namun ia mendapatkan sesuatu yang dapat meluruskan tujuannya.
"Ya aku baru sadar! Aku memiliki petunjuk untuk menuntunmu Mrs. Raquel." Junior itu memang serius dalam masalah yang di buat oleh dirinya sendiri. Junior itu hanya ingin memberi pelajaran kepada orang yang telah merusak kehidupan kakaknya.
__ADS_1
"Apa yang kau punya?"
"Dia berteman dengan seorang pengedar juga ma'am." Dengan bibirnya yang tersenyum tipis. "Dan siapa temannya itu? Beritahu aku."