Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 47 - Pilihan hatinya


__ADS_3

Pooja sangat sedih melihat sahabatnya sedang berdiri sendirian, sedangkan ia bersama Ozgur tengah berdansa. "Aku tak mau melihatnya sendiri." Kata Pooja pada kawan yang menjadi pasangan dansanya itu. "Yeah kau benar, kita tak boleh meninggalkannya." Ozgur setuju untuk mengakhiri dansa mereka dan lebih memilih menemani Sierra.


Sanchez sedikit membuatnya kecewa karena lebih memutuskan untuk berdansa dengan gadis tadi. Namun anehnya Sierra tak merasa cemburu, hanya sebatas rasa kecewa saja.


"Kenapa ini? Bukankah kalian sedang menikmati dansa???" Heran gadis itu saat melihat kedua teman dekatnya menghampiri dirinya. "Aku tak suka melihatmu berdiri sendiri disini." Jawab Pooja dengan tersenyum, "Oh ayolah, jangan khawatirkan aku." Pintanya. "Sudahlah kita makan saja semua kue ini." Ujar Ozgur yang membuat mereka tertawa.


Luke terlihat gembira malam itu berdansa bersama Beth, "Lihatlah anak bodoh itu." Sierra tertawa melihatnya. "Yeah lihatlah Jill dan Thompson, mereka romantis sekali." Tambah Pooja sedikit iri, "Yeah itulah mereka, Jill dan Thompson adalah bukti nyata dari hal yang di sebut cinta." Gumam Ozgur sambil mengunyah kue-kue manis itu.


Musik romantis itu berdurasi sangat lama, Pooja menyadari hal itu karena sudah hampir dua puluh menit band itu berada di panggung. "Kenapa durasinya sangat lama?"

__ADS_1


Entah datang darimana pemuda itu, tiba-tiba membuat Sierra terkejut setengah mati. "Hey cantik." Scott berbisik lembut di telinga kirinya.


"Scott? Hey bung." Ucapnya gagap. Pemuda itu terlihat tampan dengan gaya rambut yang menjadi salah satu kriteria dalam tipe pemuda idaman Sierra, "Maaf aku terlambat, dan membuatmu terlalu lama berdiri sendirian disini." Sangat aneh sikap dan ucapan Scott malam ini.


"Hey dia tidak sendirian..." Timpal Ozgur. "Oh astaga kita di abaikan!" Gerutu Pooja. Scott hanya memberi mereka senyuman.


Dengan gerakan cepatnya, sekuntum mawar merah kini berada tepat di hadapan gadis itu. "Aku tak akan ragu lagi kali ini." Ucap Scott dengan tersenyum. Sierra sangat tak mengerti dengan tetangganya itu, namun aneh hatinya terasa bahagia. Dan tangan kanannya tak bisa tertahankan untuk menerima bunga itu, "Apa yang terjadi ini?" Pooja tercengang melihat romansa yang tengah terjadi di antara dua remaja itu, "Jangan ganggu mereka." Bisik Ozgur.


Sierra sudah tak bisa berkata apapun lagi, "Aku tahu kau adalah orang yang tepat untuk menjadi pasanganku, Sierra kau membuatku tergila-gila, apa kau tahu itu?" Jari tangan pemuda itu bergerak menyelipkan rambut kecil Sierra ke balik telinganya. Sangat gugup sekali sebenarnya, tetapi gadis itu sangat tersipu oleh keromantisan Scott.

__ADS_1


"Apa yang membuatmu berpikir kalau aku adalah pasanganmu?" Karena penasaran ia pun bertanya. "Entahlah, sepertinya kau cemburu saat aku mengatakan akan berdansa dengan seseorang waktu kemarin." Jawabnya dengan tawa kecil. "Tambah lagi kau mengatakan akan membantu Anne di balik layar, artinya kau tak memiliki pasangan."


Sierra menahan tawanya karena merasa malu, "Kau salah Scott, kau hanya mengada-ada saja." Sangkalnya. "Uhuh? Sierra kau memang pintar dalam segala pelajaran di sekolah ini, tapi kau bodoh dalam hal-hal seperti ini, kau tak tahu bagaimana caranya memiliki suatu hubungan." Scott sudah tak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.


"Aku menyukaimu Sierra." Ungakapan Scott membuat Sierra tersenyum manis. Perasaannya begitu bahagia setelah kehadiran pemuda itu muncul di hadapannya.


"Sepertinya band itu akan terus bermain sebelum kita ikut bergabung, maksudku berdansa." Scott begitu membuat jantungnya berdegup kencang dan tak bisa berhenti tersenyum. "Kau sangat cantik."


Ia mengulurkan tangannya pada Sierra, "Genggamlah tanganku dan mari kita bersenang-senang." Ajaknya.

__ADS_1


Dari kejauhan Sanchez terlihat kesal mengamati Sierra yang tersenyum kepada Scott.


__ADS_2