Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 23 - Mengalihkan pemikiran


__ADS_3

"Aku melihatnya duduk di kursi terdakwa." Daisy terlihat bersinar sore itu. "Semua berpihak padaku, dan pria itu mendapatkan hukuman penjara yang sesuai dengan kesalahannya." Ia bercerita dengan penuh kepuasan. " Kasus yang telah selesai dengan rasa puas membuat Sierra lega akan masalah bibinya yang berakhir itu mengembalikan kehidupan normal mereka, walaupun hal itu tak akan bisa di lupakan.


Kini tinggal masalahnya sendiri yang harus ia hadapi, gadis itu kebingungan sekali dengan masalah yang satu ini. Padahal saat menghentikan Alex ia tak bingung sama sekali dengan langsung mengambil langkah cepat untuk mengakhirinya dan tak memerlukan bantuan siapapun karena terasa mudah. Namun aneh, kali ini ia seperti mengharapkan bantuan untuk mengatasi masalahnya itu "Apa yang harus aku lakukan sekarang!" Jeritnya sambil memegang kepala. Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuatnya terkejut, keluarga Wilson membutuhkannya malam ini artinya Sierra harus menjaga Richard. "Bagus! Aku akan teralihkan oleh pekerjaan ini."

__ADS_1


Daisy sebenarnya khawatir melihat keponakannya yang harus bekerja tambah lagi dengan waktu di malam hari, "Kau harus menelpon." Pintanya. Sierra tersenyum melihat bibinya yang perhatian itu, "Jangan khawatir."


Ia pun bergegas pergi, Mr. Erwin sedang duduk di kursi teras bersama Timothy. "Berhati-hatilah nak, jaga dirimu." Melihat dua orang yang baik hati itu berada di rumahnya terasa menyenangkan karena suasana rumah menjadi hangat berkat keduanya yang menjaga dan merawat Daisy. "Oh terimakasih kalian berdua, sampai nanti lagi, kuserahkan bibi pada kalian..." Gerakan mulutnya yang sedang berbicara itu langsung kaku setelah matanya melihat dari kejauhan sebelah rumahnya, Scott tengah berdiri di halaman rumahnya sendirian.

__ADS_1


Gadis itupun mempercepat tubuhnya untuk segera pergi agar pemuda itu tak melihatnya, "Sampai jumpa!" Teriak Timothy yang jelas itu.


Lingkungan perumahan yang sejuk dan sunyi itu adalah salah satu bagian favoritnya untuk menyendiri selain di tempat perpustakaan, walaupun ia menjaga Richard karena ia masih bayi dan tak akan bisa membaca pikirannya.

__ADS_1


"Kami harus segera pergi karena perjalanan akan memakan waktu lama, jaga dia dengan baik." Wanita yang berdandan itu terlihat sibuk sekali, "Yeah tentu saja ma'am tak usah khawatirkan Richard, aku akan menjaganya dengan baik." Sierra mengikuti setiap langkah wanita ramping itu sambil menggendong bayinya. "Sierra, seperti biasa... Jangan ragu untuk menghubungiku jika ada sesuatu yang penting," Mr. Wilson berbicara dengan tersenyum. "Tentu, aku akan mengabari jika ada yang kubutuhkan nanti, kapan kalian kembali?" Richard terlihat nyaman berada di gendongannya dan membuat ayahnya tak tega karena selalu meninggalkannya di akhir pekan. "Sebenarnya pada besok malam kami akan kembali, apa tak masalah???" Pria itu terlihat gagah dengan tuxedo yang dikenakannya. "Tak masalah, minggu malam masih jam pekerjaanku tenanglah, hanya saja jika hari senin..." Katanya terputus. "Yeah kau harus sekolah, itu wajib untuk remaja sepertimu, aku tahu dan jangan cemaskan hari-hari sekolahmu ya." Mr. Wilson terlihat berkharisma sebagai seorang ayah, Sierra sedikit iri pada Richard malam itu. "Baiklah kami pergi." Ucapnya yang menepuk pelan pundak Sierra.


Mobil keren yang mahal itupun melesat cepat, "Harganya tak bisa ku tebak Richard, apa kau tahu? Bayi tampan..." Gadis itu menciumi Richard sambil melangkah masuk, namun seseorang berteriak memanggilnya dan ia sangat terkejut. "Apa!" Sierra merasa kesal dengan lelaki pemilik rumah di sebrang jalan itu, "Maafkan aku... Aku tak bermaksud membuatmu kaget." Jelasnya yang kini berhadapan dengan gadis pengasuh bayi itu. "Kau? Ah pengasuh bayi maksudku, apakah..." "Namaku Sierra." Akhirnya apa yang di harapkan Josh itu terkabul, yaitu mengetahui nama pengasuh bayi tetangganya.

__ADS_1


__ADS_2