Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 44 - Kelulusan


__ADS_3

Semua orang di dalam aula besar sekolahnya sudah ramai menunggu acara di mulai, terlihat seluruh staf guru berjajar rapih di belakang mimbar.


Mrs. Raquel pun memulai acara kelulusan itu dengan pidato sambutannya yang santai, "Selamat pagi dan salam hormat dariku untuk kalian semua, hari ini adalah hari yang sangat di nantikan oleh semua senior untuk membebaskan diri dari sekolah yang membuat kalian malas untuk mengikuti setiap kelas, terutama kelas sejarah, apa aku benar?" Semua orang yang duduk di kursi masing-masingnya itu tertawa mendengar suatu kebenaran dari Mrs. Raquel.


Sierra menggenggam tangan bibinya dengan erat, "Gadis baik," Ucap Daisy mengusap tangan keponakannya itu.


Semua teman-temannya terlihat bahagia saat satu persatu di panggil ke atas mimbar untuk menerima kelulusan mereka. Berjabat tangan dengan seluruh guru yang telah memberikan ilmu dan bimbingan kepada semua murid senior itu selama ini, para orangtua terlihat bangga melihat putra putrinya menyelesaikan sekolah menengah atas dengan baik.


Acara hari itu di iringi dengan suasana gembira nan mengharukan, hampir semua ibu dari tiap murid menangis bahagia sambil memeluk anak-anaknya yang membanggakan.

__ADS_1


Daisy langsung membuka lebar kedua tangannya saat keponakannya menuruni tangga usai berjabat tangan dengan para guru, "Kau tahu aku sangat menyayangimu, dan hari ini kau membuatku bangga Sierra sayang." Sierra hanya menangis di dekapan sang bibi dengan menutupi wajahnya, di posisi depan Scott mencari-cari keberadaan tetangganya itu dan baru pertama kali ia melihat Sierra menangis dengan mata selidiknya.


Memang kasihan melihat Sierra menerima kelulusan hanya bersama bibinya saja, tidak seperti dirinya yang kini bersama sang ibu.


"Ibu bangga padamu sayang, selamat." Mrs. Lucy merangkul tubuh putranya dengan penuh kasih sayang. Sejenak matanya berpaling dari Sierra, Terimakasih bu," Balasnya memeluk ibunya.


Di koridor Alex tiba-tiba bersikap baik padanya, "Aku tak mau menjadi kesan buruk bagimu selama di sekolah, aku mengakui semua keonaran yang ku buat," Sierra tersenyum mendengarnya berkata seperti itu, sudah sangat jelas Alex tak bisa mengatakan permintaan maafnya. "Tenang saja bung, itu sudah berlalu lagipula tak ada masalah apapun lagi sekarang." Ujar gadis itu.


Teman-temannya terlihat gembira, "Sampai bertemu di lantai dansa!" Jill berteriak seru. "Aku tak akan lupa itu!" Balas Pooja bersemangat.

__ADS_1


Kini tersisa satu acara penting yang menjadi puncak kelulusan mereka, yaitu pesta prom.


Para gadis langsung berjingkrak karena tak sabar untuk segera berdandan, gaun yang telah mereka siapkan akhirnya akan mereka kenakan juga di malam ini. Bahkan para pemuda pun tak kalah dengan menyiapkan tuxedo yang akan membuat mereka berpenampilan gagah.


"Aku akan menjemput Beth, kita bertemu di lantai dansa." Gumam Luke berlagak tampan. Sierra menampar pipinya pelan, "Uhuh kau akan terlihat sok keren malam ini."


"Sierra! Tak bisakah kau berhenti memukulku?" Kesalnya kesakitan. "Baiklah baiklah, maaf."


"Aku dan Poo akan berada disini, jangan sampai kalian tak datang." Ozgur pun terlihat siap menghadapi acara lebay ini. "Sierra kau sudah berjanji padaku, lakukan dan buktikan janjimu itu." Tuntut Pooja yang membuat Sierra merasa tertekan.

__ADS_1


"Jangan khawatirkan itu lagi Poo ku mohon." Kepalanya terasa pusing karena otaknya mencari solusi dalam hal ini.


__ADS_2