
Mereka hanya mempermalukan gadis itu dengan terus mengganggunya di jam istirahat, kini perhatian Alex hanya tertuju padanya karena telah berani menentang kekuasaannya di sekolah lebih tepatnya mengadukan masalah mereka pada kepala staf pengajar. "Kau senang dengan ejekan Pikachu bukan? Scott yang mengatakannya padaku, bukankah itu benar bung???" Kali ini Scott merasa bersalah pada gadis itu, namun apa yang bisa ia lakukan di saat bersama Alex. "Yeah, dia si gadis Pikachu itu." Ucapnya terpaksa tanpa keberanian untuk menatap Sierra.
Sierra tak bisa pergi kemana pun karena Alex menghalangi jalannya, "Semua ini belum cukup bagiku, dan karena dirimu aku mendapat peringatan dari Mrs. Raquel." Alex menghampirinya. "Permohonan maaf Luke tidaklah cukup, aku merasa puas melihatnya menderita, dan yang ku inginkan kini tinggal membuatmu menderita juga." Ancamnya yang tak membuat takut Sierra sedikitpun, namun gadis itu hanya terdiam tanpa mengucapkan apapun.
"Kau hanyalah hal kecil yang mudah ku injak."
"Kenapa kau tak berkutik?" Alex merasa kesal karena Sierra hanya memberinya tatapan tajam. "Bicaralah padaku, katakan apa yang ingin kau katakan." Pintanya. Sierra hanya tertawa kecil melihat kebodohan yang ada pada diri Alex, "Apa yang kau tertawakan?" Alex semakin mendekat ke arahnya. Sementara Scott hanya memperhatikan keributan itu dengan hati gelisah, "Apakah ia akan melawan seorang gadis?" Tanya temannya berbisik.
__ADS_1
"Itu yang aku khawatirkan."
"Pikachu! Bicaralah padaku!" Bentaknya. Di saat itulah Sierra mulai tak tahan, "Persetan kau Alex." Ucapnya kasar, seketika ekspresi pemuda itu langsung marah dan kemudian ia mendorong tubuh Sierra hingga terjatuh ke dasar lantai koridor itu. "Kau lihat?" Tawa Alex yang puas melihatnya terjatuh, Scott sangat terkejut melihatnya tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Untungnya datanglah sekelompok tim softball yang melihat kejadian itu, Thompson dan kawan-kawannya pun berlarian ke arahnya.
"Hey!" Teriaknya pada Alex. "Kau menjadikan seorang gadis menjadi lawanmu??!" Marah Sanchez.
"Kita akan teruskan ini nanti, sepertinya mereka ingin melindungimu." Alex pun berlalu pergi karena muak melihat wajah Thompson di hadapannya.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan???" Tanya Thompson dengan kesal. "Aku tak ingin membawa siapapun lagi ke dalam masalah ini, sudah cukup." Sierra pun melangkah pergi dari koridor itu karena kepalanya kembali terasa sakit.
Ozgur yang tak mengetahui keberadaannya merasa cemas, "Tadi mereka di koridor!" Teriak Derek memberitahu. "Ayo Poo!" Ajak Ozgur sambil menarik tangan Pooja untuk menyusuli temannya itu.
Thompson berpikir tentang nyali yang di miliki gadis itu patut di acungi jempol dan sebenarnya ia pun merasa menyesal karena telah mengabaikannya yang di anggap tidak serius. Padahal Sierra bersungguh-sungguh melakukan semua itu demi teman-temannya, "Aku merasa bersalah karena tak membantunya." Ucapnya. "Tapi kini bantuanmu tak berguna untuknya bung," Sambung Nick. "Sepertinya dia mampu melakukannya sendirian, tapi aku merasa sedikit khawatir karena dia adalah seorang gadis." Timpal Sanchez.
Tiba-tiba Ozgur berteriak dari ujung koridor, "Hey! Kalian melihat gadis itu?!!"
__ADS_1
Sierra terdiam sejenak menenangkan pikirannya agar kepalanya tak terasa sakit lagi, berdiam diri di ruang perpustakaan adalah ide bagus untuk menjauhi keramaian. Ia akan meninggalkan kelas untuk sekali ini saja, karena tukang contek yang selalu mengganggu fokusnya itu tak ada bersamanya. Dan karena perbuatan Alex yang melakukan semua itu sebenarnya membuatnya sangat marah, "Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu."