Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 7 - Bertindak sendirian


__ADS_3

"Apa aku melakukan sesuatu saat mabuk?" Tanya Scott padanya. "Yeah, tentu saja kau menyulitkanku, untungnya bibiku tak pulang semalam." Jujurnya yang merasa kesal karena harus melewatkan bagian terbaik dari film laga malam tadi. "Kau buruk sekali bung." Tambahnya yang memberikan segelas air pada Scott.


"Maaf, dan terimakasih." Untuk yang pertama kalinya pemuda itu merasa malu pada korban ejekannya. "Tak perlu mengatakan itu lagi padaku, kau akan merasa di permalukan jika meminta maaf padaku." Gadis itu benar-benar bicara dengan kenyataannya. "Aku harus pergi." Setelah menghabiskan airnya ia pun bergegas kembali ke rumahnya. "Sampai bertemu di sekolah, Pikachu." Kata Scott yang membuat Sierra tersenyum.

__ADS_1


Padahal semalam lelaki itu bercerita tentang kesedihan dalam hidupnya, karena pengaruh minuman itu Scott menceritakan segala yang ia alami pada Sierra. Kedua orangtuanya akan selalu bertengkar karena banyak masalah yang datang dan membuat keduanya saling menyalahkan tanpa menyadari kesendirian anak satu-satunya itu, Scott tak akan betah jika berdiam diri di rumahnya. Maka dari itu ia selalu bersamaan dengan kelompok pembuat onar di sekolah, dan mempengaruhinya menjadi anak nakal tanpa mempedulikan orang-orang yang menjadi korbannya. "Malang sekali." Hanya itu yang terpikirkan Sierra saat mendengarkan semua curahan hati tetangganya itu, ia tak bisa melakukan apa-apa selain menjaga rahasia Scott yang sedang mengalami kesulitan dalam keluarga kecilnya.


Daisy membuatkan bekal makan siangnya untuk di sekolah, "Tabungan kita memang lumayan banyak untuk saat ini, tapi tetap saja kita harus?" Bibinya tersenyum. "Berhemat." Balasnya. "Gadis baik," Sierra memang tak suka jika Daisy selalu memujinya seperti itu, namun itu adalah tanda kasih sayangnya pada keponakan satu-satunya. "Malam ini akan ada seseorang yang datang, dan bergabung makan malam bersama." Mendengar hal itu Sierra terkejut, karena setelah sekian lama tak ada orang yang mengunjungi rumah itu, "Siapa?" "Rekan kerjaku, Malcolm." Jawabnya sembari mencicipi keju parut. "Baiklah sepertinya menyenangkan bisa bertemu temanmu itu."

__ADS_1


Pakaian basah dengan kaki yang tak bisa bergerak itu membuat Sierra menghembuskan nafasnya melihat Luke berantakan seperti itu. Ozgur bersama Pooja membantunya untuk berdiri, "Hubungi orangtuanya untuk menjemputnya, ini sudah sangat parah." Pinta Sierra pada Pooja yang memahami keadaan. "Aku mohon jangan lakukan itu," Tangis Luke. "Hey bung jangan banyak bergerak." Ozgur menahan tubuhnya, "Luke dengarkan aku, kau harus pulang, dan aku akan menghentikan lelaki idiot itu." Sierra sangat marah sekali hari itu. Gadis itu melangkah pergi meninggalkan ketiga temannya itu, "Kau pergi kemana?!!" Teriak Pooja. "Percayakan saja padanya." Ucap Ozgur.


Sierra mengetuk pintu ruangan kepala staf pengajar tepat saat bel sekolah itu berbunyi, emosi gadis itu sudah tak bisa di tahan lagi. Dia menjelaskan dan memberitahu segala perbuatan Alex yang membuat temannya terluka. "Dia memang salah, dan jika bisa aku ingin mengeluarkan Alex dari sekolah ini, hanya saja kelulusan kalian sebentar lagi, sangat di sayangkan jika semua senior lulus dengan meninggalkan Alex sendirian tanpa kelulusannya tahun ini." Penjelasan Mrs. Raquel benar-benar sudah jelas di telinganya, "Aku hanya bisa mengurangi nilainya, dan memberinya peringatan, lagi, dan semoga menjadi peringatan terakhir untuknya." Tak ada bantuan ataupun solusi yang berpihak padanya, bahkan kepala staf pengajar masih melindungi anak nakal itu. Yang ada di otaknya kini hanyalah mencari cara sendiri untuk menghentikan Alex, "Aku tak bisa bertindak lebih lagi Sierra," Kata Mrs. Raquel. "Baiklah, tak perlu bertindak apapun lagi ma'am." Ujarnya walaupun di dalam hatinya ia harus bertindak sendirian.

__ADS_1


__ADS_2