Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 40 - Hanya berakhir dengan rasa malu


__ADS_3

Semua murid memenuhi halaman sekolah saat terjadinya sesuatu yang menegangkan. "Dia memang sedang tertekan, maka dari itu ia menyalahkan gadis senior yang tak bersalah sama sekali." Semua mulut membicarakan keburukan Bryan karena telah menuduh Sierra sebagai pengedar narkoba.


"Kau menuduh dengan omong kosong Bryan!" Ucap Nicholas sangat keras pada Bryan yang kini sedang di amankan oleh pihak kepolisian.


Dua petugas membawanya masuk ke dalam mobil untuk di tindak lebih lanjut atas penuduhannya terhadap Sierra, "Dasar pembual!" Semua orang mengejeknya karena kesalahannya sendiri yang menuduh tanpa sebuah bukti.


Remaja itu tertunduk malu dengan hatinya yang terasa panas, mobil polisi pun melaju membawanya menuju tempat segala kasus di laporkan.


"Baiklah, masuklah semuanya!" Mrs. Raquel membubarkan keramaian di halaman sekolah itu.


"Sierra, kau ikut denganku." Kepala staf pengajar itu akan menjelaskan segalanya yang telah terjadi dengan bukti dan kebenaran tentu saja.

__ADS_1


Bryan hanya seorang remaja yang sedang mengalami tekanan, karena kakaknya yang tengah bermasalah dengan seorang pemuda bernama Joshua itu yang menjadi seorang buronan atau orang yang sedang di cari para polisi karena kasus penyebaran narkoba yang di lakukannya.


Joshua adalah kekasih dari Teressa Wilder yang meninggalkannya setelah mengetahui tentang kehamilan gadis itu oleh ulahnya, dan membuat Teressa depresi akan hal itu karena anak yang akan di lahirkannya nanti tak memiliki seorang ayah.


Kemudian Bryan adalah orang yang merasa benar saat menuduh Sierra sebagai pengedar barang haram itu, di karenakan melihat Sierra yang di matanya terlihat begitu akrab dengan Josh. Itulah yang memicu terjadinya penuduhan tak benar terhadap Sierra yang tak mengetahui sama sekali tentang apapun kesalahan yang telah di perbuatnya sehingga Bryan memfitnahnya seperti itu. Padahal Sierra sekedar mengobrol dengan singkat bersama Joshua bahkan Sierra tak menyangka pemuda itu adalah seorang penjahat.


Untunglah kasus itu hampir selesai hanya dengan membutuhkan keterangan dari Bryan dan Teressa Wilder. Tak ada orang yang akan masuk sel penjara selain Josh sendiri, Sierra merasa lega setelah semua masalah yang berdatangan padanya itu berpergian dengan sendirinya.


Yang di khawatirkannya kini hanyalah satu kebingungan tentang mencari pasangan untuk acara puncak di kelulusannya yaitu pesta malam prom.


Semua orang sedang sibuk mempersiapkan semua yang di perlukan untuk kelulusan senior, beberapa poster baru yang berukuran lebih besar terpasang di beberapa tempat terbuka.

__ADS_1


Namun para pemandu sorak senior di taman sekolah itu hanya sibuk saling bersedih hati menangisi pakaian mini mereka yang tak akan mereka kenakan lagi.


Sierra tak bisa menahan tawanya melihat kelakuan bodoh dari gadis-gadis itu, "Lihatlah Carly, bahkan dia sangat cantik dengan ekspresi sedihnya itu." Tapi Luke memiliki pandangan yang berbeda. Sierra menampar pelan pipinya, "Sadarlah kau Luke!"


Ozgur dan Pooja menertawakannya, "Apa salahku? Tak bolehkah aku merasa senang melihat apa yang kusuka???"


Kemudian datanglah Anne dan Jill yang ikut bergabung untuk menghabiskan jam istirahat bersama mereka, "Kau boleh merasa senang dengan apa yang kau sukai, tapi tidak dengan gadis itu Luke." Timpal Anne. "Yeah, Carly adalah gadis penjilat." Mendengar perkataan Jill ini langsung menjadi bahan tertawaan untuk mereka yang tak menyukai pemandu sorak itu.


"Apa maksudmu dengan gadis penjilat???" Bingung Luke yang tak mengerti. "Intinya, gadis itu adalah seorang yang mampu membuatmu merasa jijik karena kepribadiannya yang ganda." Bisik Jill membual. "Apa!" Teriak pemuda itu. Ozgur tertawa lepas dengan tak habis pikir akan kawannya yang satu itu, karena tak akan pernah bisa mengurangi rasa kagumnya terhadap gadis-gadis yang mengenakan rok mini tanpa mengetahui sifat mereka yang sesungguhnya.


"Lupakan saja dia bodoh!" Sierra menamparnya lagi. Suasana yang ceria itu tepat untuk tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2