Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 45 - Para senior yang tampil keren


__ADS_3

"Jangan banyak bergerak!" Daisy dan Timothy memaksanya untuk berdandan lebih tebal lagi, "Tidak mau!" Jeritnya saat Daisy menambah beberapa pulasan lagi di wajahnya.


Beberapa murid junior yang membantu kru di balik layar sempat mengendap-endap mencomot kue manis yang sudah tertata rapih di meja makanan.


"Hey! Jangan mencuri makanan lagi!" Derek menghentikan mereka. Orang-orang itu sudah menyiapkan diri lebih awal dari yang lainnya karena mereka memiliki tugas yang penting untuk berjalannya acara itu.


Anne sudah cantik dengan gaun berwarna merah mudanya, "Lihatlah dirimu sendiri, akhirnya kau mengenakan warna pink." Ejek Jill yang memilihkan gaun itu untuk sahabatnya. "Diamlah Jill, jangan memperolok diriku lagi, aku harus menyelesaikan tugasku malam ini, bersenag-senanglah!" Gadis tomboy itu akan berada di balik layar bersama para junior yang menjadi kru untuk membantunya. "Baiklah! Semoga semuanya berjalan lancar!"


Mobil-mobil sudah berdatangan dan menurunkan para remaja yang akan menghabiskan malam kelulusan mereka di aula besar Smallville High School itu.

__ADS_1


Cantik dan gagah sekali mereka saat memasuki ruangan itu, suasana yang asyik dengan irama musik beserta kelap-kelip lampu hias. Poster dan spanduk besar tentu saja terpasang dan sangat jelas terbaca di mata setiap orang yang melihatnya. Alat musik lengkap tertata rapih di panggung yang akan di pijaki beberapa band untuk mengiringi setiap detik pesta dansa itu.


Tak lama kemudian batang hidung dari anggota tim softball terlihat memasuki aula, para pria sejati dengan tuxedo keren itu nampak cocok di tubuh atletis mereka dan hampir semua gadis tersenyum ke arah mereka. "Thompson!" Jill berlari dengan hati-hati ke arah kekasihnya itu.


"Maaf kawan-kawan, aku harus meninggalkan kalian karena cinderella cantikku sudah memanggilku." Ejek Thompson kepada Nick dan Sanchez. "Oh sial bung, jangan mengejek." Gerutu Nick yang kini tengah mengamati seorang gadis manis di sudut ruangan.


"Kemana kau???" Tanya Sanchez yang sudah menduga akan di tinggal sendirian, "Maaf kawan, sepertinya kita harus mencari pasangan masing-masing." Jawab Nick yang melangkah pergi. "Berjuanglah!"


Kemudian Luke sangat bahagia karena berhasil memiliki pasangan cantik seperti Beth yang kini sedang ia gandeng.

__ADS_1


"Kau keren sekali bung!" Mereka berjabat tangan sebagai sesama pria sejati. Pooja tertawa kecil melihat kedua temannya itu, "Aku tak sabar ingin bersenang-senang."


Keadaan tempat itu sudah mulai di penuhi para senior yang siap berpesta, para gadis saling memamerkan gaun dan sepatu yang mereka kenakan. Tidak mau kalah Carly si pemandu sorak itu memakai sepatu berharga mahal dari gadis lain. "Jangan tatap gadis itu!" Larang Jill pada kekasihnya. "Terimalah itu bung," Kini Sanchez yang mengejeknya.


Nick berhasil mendapatkan seorang gadis manis itu untuk menjadi pasangannya, memang sangat mendadak, tapi sempurna sekali.


"Bagaimana denganmu?" Tanya Ozgur sedikit kasihan terhadap Sanchez. Sebenarnya Sanchez tak mencemaskan hal itu karena beberapa gadis di siang tadi mengajaknya untuk berpasangan. "Tenang saja, aku memiliki banyak gadis disini, aku tak akan sendirian hanya saja..."


Satu grup band pun telah berdiri di atas panggung dengan alat musik yang sudah mereka pegang, "Yeah!!!" Semuanya berseru senang.

__ADS_1


Namun Jill merasakan ada sesuatu yang kurang, "Hey! Dimana Sierra???"


__ADS_2