
"Aku tak tahu apa masalahnya, hanya saja aku menghentikan perkelahian mereka." Ucapnya jujur. "Luke? Temanmu?" Wanita itu terlihat ramah, "Yeah, kami berteman sejak tahun pertama sekolah, Luke, Ozgur, dan Pooja." Ceritanya singkat.
"Pertemanan memang baik untuk masa muda kalian, tapi jangan mengajak masalah masuk ke dalam pertemanan itu... Baiklah aku mengerti, hanya saja aku memintamu untuk menanyakan apa masalah mereka sehingga terjadi perkelahian tadi." Gadis itu menganggukkan kepalanya,
"Segera beritahukan padaku, karena Alex sudah sangat di luar batas... Kau boleh kembali ke kelasmu." Akhirnya kepala staf itu memahami situasi yang di alaminya. "Terimakasih ma'am."
__ADS_1
"Sial! Apa yang kau lakukan huh?" Sierra memukul wajah Luke yang lebam itu. Lelaki itu merintih kesakitan, "Kau membawaku masuk ke dalam masalah bodohmu itu!" Kesalnya, karena baru pertama kali ia merasakan suasana ruangan Mrs. Raquel. Selama ini ia berharap tak akan pernah memasuki ruangan itu, namun akibat kesalahan yang di buat temannya itu membuatnya terbawa masalah.
"Aku hanya ingin bebas dari kekuasaannya saja, aku kesal karena ia terus memerintahku, dan lagi aku tak mau melihatnya mengganggu Carly." Tangisnya yang menahan sakit semua lukanya. "Kau memang bodoh sekali Luke, melawan dia pun kau tak mampu mana mau Carly menjadi kekasihmu!" Sierra memang selalu merasa emosional jika teman-temannya itu berulah menyebalkan "Dan kau Poo!" Tuduhnya, "Apa salahku???" Bingung Pooja. "Kau hanya berdiam diri melihatnya mendapatkan tinjuan di wajahnya? Lalu kau menghubungiku agar segera datang ke tempat ini?" Muaknya.
Alex memperbudak siapapun di sekolah untuk menuruti apa perintahnya, tak hanya Luke yang menjadi korban pemuda itu, masih ada murid lain yang merasa takut akan dirinya. Pagi tadi Alex menyuruhnya untuk melakukan apa yang ia suruh padanya, seperti membawakan makanan dan yang lainnya, itu masih tak menjadi masalah bagi Luke. Namun saat ia menyuruhnya untuk menjahili Carly yang sedang bersantai dengan keanggunan yang membuat Luke jatuh hati, ia tak mampu melakukannya. Dan memberanikan diri untuk melindungi gadis cheerleader itu dari gangguan Alex bersama kawan-kawannya, memang pada akhirnya Carly terbebas dari jeratan mereka berkat dirinya. Namun gadis itu tak berterimakasih padanya bahkan Carly tak menatap wajahnya sama sekali, dan di ujung cerita ia merasa patah hati bahkan mendapatkan pukulan dan tinjuan Alex yang membuatnya babak belur. Semua murid di sekolah itu merasa terancam olehnya sejak para senior mereka lulus. Tak ada orang lagi yang berani melawannya, selain salah satu atlet softball yang menjadi satu-satunya musuh bebuyutan Alex.
__ADS_1
"Aku sedang bersama mereka." Ucap Ozgur santai sambil menyedot minuman susunya. Jauh di ujung lapangan, terlihat tim softball itu tengah bersantai di jam istirahat berlatihnya, "Apa latihan masih berlaku di saat ujian kelulusan hampir tiba???" Kesalnya pada Mr. Mike yang terlalu sering mengadakan pelatihannya sehingga membuat temannya itu sibuk tanpa mengetahui apa yang telah terjadi. "Harus bagaimana lagi? Tenang saja, lagipula Luke baik-baik saja sekarang." Mendengar perkataannya itu Sierra menggelengkan kepala, "Tapi masalahnya masih belum selesai Oz, bisakah kau menghentikan apa yang di lakukan Alex padanya?" Gadis itu berharap Ozgur bisa mengatasinya, karena Luke sudah tak berdaya lagi akan Alex si penguasa. "Dia rekanku di dalam tim dulu dan aku tak pernah bermasalah dengannya, bagaimana aku,"
Gadis itu langsung merasa kecewa. "Ah sudahlah, aku tak akan mendapat bantuan darimu." Katanya yang berlalu pergi,
"Tapi Thompson yang bisa membantumu!"
__ADS_1