Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 31 - Arti genggaman dan pelukan


__ADS_3

Dengan berusaha keras untuk melepaskan diri dari Scott tanpa membangunkannya, akhirnya Sierra berhasil.


Gadis itu membiarkan Scott sendirian untuk tidurnya yang akan lebih nyenyak tanpa dirinya. Sierra menutup pintu kamar itu perlahan.


Wanita yang sedang mengalami kesulitan itu memberinya pelukan. Sierra hanya bisa mendengarkan curahan hati dari seorang ibu, "Ini adalah salahku dan ayahnya, kami adalah orangtua yang bodoh." Mrs. Lucy menyadari tentang posisi anak satu-satunya yang sedang tertekan itu. "Aku tak memberinya perhatian akhir-akhir ini, aku sangat sibuk akan sesuatu yang harus segera di selesaikan." Wanita itu pun sedang terpuruk di dalam ketegangan antara dirinya dengan Mr. Stephan yang akan menjadi mantan suaminya nanti setelah perceraian akan berakhir, ia sudah mengambil keputusan dengan keyakinan sepenuh hatinya. Karena hal itu akan membuat hidupnya bersama Scott menjadi lebih baik. Hanya saja untuk saat ini masalah yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana cara memberitahu Scott tentang perceraian ini. "Aku tak mampu untuk mengatakan hal ini padanya, aku tak tahu caranya agar ia mengerti, ia akan membenciku."

__ADS_1


Sierra merangkulnya, "Hanya memerlukan waktu yang tepat untuk mengatakannya Mrs. Lucy." Gumam Sierra lembut. "Aku adalah ibu yang buruk, tak pantas aku menjadi seorang ibu." Tangisnya.


Kemudian wanita itu menanyakan apa saja yang telah di ceritakan Scott pada gadis itu selama ia kesepian, "Dia hanya mengatakan tentang kesepiannya saja, dan dia tak mempedulikan apapun lagi." Jelas Sierra memberitahu. "Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengulangi hal ini lagi, hanya Scott yang paling penting dan berharga bagiku."


"Terimakasih sayang, setidaknya kau menemaninya sampai terlelap." Mrs. Lucy menggenggam tangannya. "Itu tak masalah, dia pun akan menemaniku jika keadaan buruk menimpaku." Sierra teringat akan Scott yang menemaninya saat kejadian buruk telah menimpa Daisy pada waktu lalu. Dan kini saatnya ia untuk menemaninya juga, karena itu akan impas pikirnya.

__ADS_1


"Terimakasih sayang." Gadis itu mendapatkan pelukan hangat lagi darinya.


Perasaannya kini terasa lega setelah melewati kebingungan yang telah berlalu, mulai saat ini Sierra harus bersikap seperti biasanya. Scott adalah teman dan tetangga yang baik baginya. Gadis itu berjalan ke arah rumahnya dengan memetik sebuah pelajaran yang baru saja ia dapatkan tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik di masa depannya nanti.


Karena hari sudah hampir gelap, bahkan ia sempat tertidur di rumah keluarga Kingston tadi. Membuat Daisy bertanya-tanya pada keponakan satu-satunya itu, "Apa yang terjadi?" Tak tahu harus mengatakan apa, gadis itu hanya memberikan senyuman pada bibinya. "Sierra???" "Tak terjadi apa-apa, aku hanya menemani Scott."

__ADS_1


Aroma klasik dari kamar itu membuat perasaannya terasa lega untuk merebahkan tubuh di ranjang, namun pikirannya tiba-tiba terjebak akan arti genggaman dan pelukan Scott yang begitu mengenai hatinya sampai membuat jantungnya berdegup kencang. Tapi anehnya, hal yang paling di hindari tentang ciuman Scott tak tersirat sama sekali waktu tadi. Yang ada di otaknya hanyalah kini Scott semakin nyaman jika bersama dirinya.


"Scott Kingston, tetangga yang gemar mengejek." Gadis itu tersenyum mengingat Pikachu sebagai bahan ejekan dari pemuda itu untuknya.


__ADS_2