Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 28 - Sepucuk surat cinta


__ADS_3

"Tadi pagi di koridor terdapat dua junior yang saling memperebutkan seorang gadis, kalian tahu siapa gadis itu?" Nick memulai gosip di tengah berlangsungnya kelas sejarah mereka, "Uhuh, Paula?" Sanchez menyebutkan nama itu dan terdengar seperti mengejek, matanya fokus pada papan tulis.


"Apa kau tahu artinya?" Nick terus mengoceh. "Diamlah Nickey Mouse, kau berisik sekali!" Kesal salah satu temannya yang sedang serius pada kelas itu. Sanchez tertawa pelan, "Apa artinya? Beritahu aku,"

__ADS_1


"Akan banyak penerus Alex di sekolah ini setelah kita lulus, melakukan keonaran dan mengganggu anak lain." Jawab Nick berbisik. "Oh bung, itu memang akan terjadi di setiap tahun... Akan ada kelompok-kelompok yang sudah terbentuk dengan sendirinya." Jelas Sanchez yang memang sudah memikirkan pembicaraan seperti ini. "Apa maksudmu?" Kawannya itu tak akan pernah memahami apapun terkecuali ia mendapatkan penjelasan yang lebih detail. "Dengar, mereka atau para junior itu memiliki kelompok masing-masing, contohnya seperti kita yang berkelompok dengan anggota-anggota softball, begitu juga Alex bergabung dengan kelompoknya sendiri," Belum sempat ia selesai bicara, Mr. Reece menghentikannya "Kupinta kalian untuk berhenti mengobrolkan sesuatu, dan kembalilah fokus di kelasku ini." Tegas guru itu. "Yeah, sir."


Scott tak terlihat sama sekali, bahkan tadi pagi saat masih berada di rumahnya Sierra tak melihat tanda-tanda kehidupan di rumah sebelahnya itu. Perasaannya mulai tak enak dan terus mengganggap dirinya bersalah, karena seharusnya ia membahas masalah itu atau setidaknya bersikap ramah seperti biasa yang ia lakukan pada tetangganya itu. "Hey!" Seorang junior memanggilnya dengan keras. "Oh sial, kau membuatnya kaget bung." Bisik salah satunya. "Kau bodoh." Ucap satunya lagi.

__ADS_1


Sierra menyelipkan tawa kecilnya, "Summer memerlukan bantuanmu, bolehkah..." Kata Aaron terputus. "Bantuan apa maksud kalian? Jangan bawa aku ke dalam masalah." Gadis itu membuat Summer menelan ludah karena gemetar, "Oh tidak, tak ada masalah sama sekali senior, hanya saja aku menitipkan surat ini untuk temanmu." Summer yang tampan itu menyerahkan sepucuk kertas padanya. "Astaga panggil saja aku Sierra." Masih menahan tawanya, "Untuk temanku yang mana? Luke? Ozgur? Thompson?" Summer menggelengkan kepalanya karena semua nama yang di sebutkan seniornya itu salah, "Apakah Pooja??? Oh tidak mungkin, kau bercanda? Pooja?" Ketika itu Sierra langsung teringat akan junior ini yang tersenyum pada Pooja di parkiran sekolah saat itu. "Kau mengagumi gadis india itu huh? Ya ampun aku baru mengingatnya, pantas saja kau tersenyum padanya saat itu." Sierra tersenyum lebar.


Ozgur dan yang lainnya pun bermunculan, "Terimakasih Sierra, kita harus pergi," Ucap Summer saat melihat Pooja yang sedang berjalan ke arah mereka. "Baiklah aku mengerti, akan ku sampaikan ini padanya." Kini setidaknya ia harus memperbanyak membantu orang. "Baiklah terimakasih banyak, sampai nanti."

__ADS_1


__ADS_2