
"Sudah kuduga, gadis itu tak mau pergi bersamaku." Keluh Sanchez yang sudah menyerah untuk mendapatkan pasangan yang di harapkannya.
Thompson tersenyum menatap kawannya itu, "Bagaimana dengan gadis lain saja??? Jangan menyerah seperti itu." Bujuknya.
Terlihat dari kejauhan Nick sedang berjalan ke arah mereka dengan ekspresi kesal, "Hey ada apa dengan wajahmu itu? Kenapa kau terlihat seperti ini huh?" Thompson memberinya salam tos.
"Tentang gadis itu, ada seseorang yang telah mendahului langkahku untuk mengajaknya." Suaranya terdengar sedih. "Yang kau maksud Beth???" Sanchez terkejut. "Yeah, Beth."
"Dan siapa orang yang mengajak gadis itu???" Sanchez sangat kecewa karena Nick mendapatkan kesialan yang sama hal dengannya. "Luke," Mengetahui hal tersebut membuat kedua temannya tak percaya. "Luke??? Apa kau bergurau? Gadis itu ternyata memiliki banyak pengagum rahasia huh?" Sanchez memegang kepalanya sendiri.
"Oh ya ampun, aku memiliki dua teman yang payah dalam urusan seperti ini..." Thompson menertawakan dua pemuda itu yang keberuntungannya sedang meleset.
__ADS_1
Di sisi lain, "Aku tenang karena Luke sudah mendapatkan pasangan promnya." Gumam Pooja yang berjalan bersama tiga gadis lainnya menuju sebuah toko gaun.
"Yeah Luke sudah aman, kini tersisa Sanchez dan Nick yang masih kebingungan mencari pasangan." Balas Jill yang merasa kasihan, Sierra tak berkutik setelah mendengar nama Sanchez di sebut oleh Jill.
Kemudian Pooja mendapat ide yang menurut Sierra dan Anne adalah ide yang sangat buruk, "Kau bersama Nick, dan kau Sierra bersama Sanchez!" Pikir Anne gadis india itu sedang berpikiran pendek, "Aku menolak, sangat tak setuju." Ucap Anne.
"Uhuh, aku juga tak menyetujui ide burukmu itu Poo." Tambah Sierra yang melangkah mendahului tiga gadis itu dan memasuki toko yang menjadi tujuan utama mereka.
Setiap manekin yang mengenakan gaun-gaun indah itu membuat Anne iri melihatnya, "Mereka sangat cantik, bagaimana denganku nanti?" Resahnya. "Jangan pikirkan apapun, ayolah ikuti aku." Jill menarik tangan sahabatnya itu.
"Dan kau, ikut denganku, ayo!" Sierra tersentak kaget akan cengkeraman kuat dari gadis india itu.
__ADS_1
Sepertinya hanya Jill dan Pooja yang menjadi ahli dalam urusan-urusan seperti ini, karena hanya dua gadis itu saja yang sibuk memilih dan mengumpulkan gaun untuk Sierra dan Anne. "Serahkan saja pada mereka," Bisik Anne pelan. "Yeah kau benar." Sierra tersenyum dengan santai sembari memperhatikan Pooja dan Jill begitu serius mencarikan pakaian yang akan mereka kenakan di acara yang sangat penting.
Jika saja tak ada yang namanya prom, Sierra tak akan memiliki beban mengenai gaun seperti ini tambah lagi dengan pasangan yang masih ia permasalahkan. Tentang Sanchez, gadis itu tak terpikirkan sama sekali, bahkan anehnya Sierra mempertanyakan gadis yang akan menjadi pasangan Scott. Sangat aneh.
"Ini masih belum selesai Anne," Sierra merasa kelelahan setelah mencoba gaun-gaun yang di pilihkan Pooja untuknya. "Ini masih mengurusi gaun sayang, belum lagi dengan sepatu dan kosmetik lainnya." Timpal Pooja.
"Berapa banyak lagi Jill! Aku gerah dan sangat lelah!" Teriak Anne yang kini berada di dalam kamar ganti.
"Masih belum, sebentar lagi aku janji! Maka dari itu bergerak cepatlah." Kata Jill dengan kedua tangannya yang membawa segunduk gaun pilihannya untuk Anne.
"Sial! Rambutku tersangkut!" Jerit Anne yang membuat Sierra tertawa lepas mendengar kekesalannya.
__ADS_1