Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 24 - Zodiak berlambang kambing laut


__ADS_3

"Ternyata kau masih sekolah?" Josh mengajaknya berbincang di kursi teras kediaman Wilson dengan membawakan beberapa minuman segar. "Yeah, dan ada apa ini? Apa tujuanmu berbicara padaku?" Sierra khawatir terhadap bayi yang mulai mengantuk itu. "Tak ada maksud apapun, hanya ingin mengenali siapa yang menjaga bayi gemuk ini." Dengan tatapan nakalnya, pemuda itu terlihat seperti Alex dan kelompoknya. "Sebenarnya itu tak penting menurutku, maaf tapi aku harus membawanya masuk." Richard sudah menguap beberapa kali,


"Baiklah tapi setidaknya terima minuman ini sebagai perkenalan kita." Lelaki yang lebih tua darinya itu memberikan satu kaleng minuman jus padanya. "Terimakasih, dan selamat malam." Ucapnya terdengar kejam dan melangkah memasuki rumah itu dengan perlahan, "Selamat malam Sierra." Josh menyeringai dengan pikiran yang akan menuntun dirinya ke dalam masalah.

__ADS_1


Di tempat lain Thompson dan kawan-kawannya berkumpul menghabiskan malam di akhir pekan itu bersama.


"Sierra tak semudah itu Sanchez, dia tak seperti gadis-gadis yang mudah kau rayu." "Uhuh maka dari itu dia tak memberiku jawaban sama sekali, baru kali ini aku merasa kesulitan mendapatkan seorang gadis." Keluh Sanchez dengan merapihkan rambutnya. "Tenang saja bung, kau akan mendapatkan yang lain." Nick membaginya minuman. "Dengar, Sierra adalah gadis yang berbeda..." Jelasnya terputus oleh Nick, "Maksudmu seperti Anne???" Ia berpikir tentang gadis tomboy yang memiliki kekasih seorang prajurit itu. "Bukan seperti itu Nick, Anne adalah Anne dan begitupun Sierra adalah Sierra, kau paham maksudku? Setiap gadis itu berbeda, jangan pernah kau berani menyamakan mereka karena itu akan membuatmu sial." Jawabnya cepat yang memang berpengalaman tentang sifat-sifat para gadis.

__ADS_1


"Sierra adalah gadis yang memiliki karakter berat, kalian tahu apa yang pernah Ozgur katakan? Dia pendiam dan juga pemarah... Kalian pun mengetahui dia berhasil mengalahkan Alex tanpa terduga oleh kita dan yang ku ingat gadis itu berzodiak kambing laut seperti yang di katakan Anne." Ujarnya,


Prom adalah acara puncak yang di nantikan para senior itu selebihnya oleh para gadis yang tak sabar untuk berdandan mengenakan gaun yang sudah mereka siapkan. "Ozgur bersama Pooja, aku bersama dengan Jill tentu saja, dan Anne??? Kalian tahu dia tak membutuhkan pasangan prom." Thompson memperjelas, pikirannya tertuju akan setiap waktu yang ia lewati bersama teman-teman dan kekasihnya karena di tahun selanjutnya mereka tak akan selalu bertemu seperti ini.

__ADS_1


Sanchez merasa payah kali ini, namun ia akan mencobanya lagi dengan cara yang tepat, "Kalian beruntung sekali, namun aku akan mencoba untuk mengajaknya lagi." Tetapi jika gadis yang di harapkannya terus seperti itu, ia lebih memilih untuk menyerah "Ku dengar Beth tak memiliki pasangan, aku akan mengajaknya di prom nanti." Nick terdengar konyol. "Beth??? Putri dari seorang dokter jiwa itu? Apa kau bercanda?" Dua kawannya tertawa,


"Psikolog, bukan dokter jiwa, ingat itu." Dengan nada tinggi, "Apa kau yakin??? Nick kau harus memiliki mental kuat saat berhadapan dengan ayahnya, karena dia bisa membaca pikiranmu tentang putrinya." Tawa Thompson bergurau. "Yeah aku akan mengajaknya, setidaknya aku berusaha mendapatkan pasangan daripada menyerah seperti lelaki di sampingku ini." Sindirnya pada Sanchez dengan tertawa puas. "Beraninya kau bicara seperti itu..."

__ADS_1


__ADS_2