
Pagi menjelang siang, kedua orangtua bayi itu belum datang karena mereka akan kembali pulang pada malam nanti. Untungnya Richard adalah anak yang baik dan nyaman dengan siapa saja, "Kau sudah wangi, dan sudah kenyang bukan? Mari kita bermain di halaman sampai kau lelah di pangkuanku." Sierra menggendongnya untuk menikmati angin siang yang menyejukkan tubuh, tak lupa untuk membawa beberapa mainan dan juga botol susu hangat jika di waktu bayi itu menangis karena kantuknya datang. Sierra mengamparkan kain di atas rerumputan yang cukup untuk di duduki oleh tiga orang, "Ayo bermainlah." Gadis itu menurunkan Richard dengan hati-hati, keranjang mainan itu langsung di serbu olehnya.
Dari halaman rumah, targetnya sudah terlihat dengan cantik bersantai di sebrang sana, Josh menyiapkan rayuan mautnya untuk mendapat perhatian dari gadis yang tak mudah di miliki oleh siapa pun. "Cuaca yang cerah, seru sekali disini." Tanpa merasa ragu pemuda itu bergabung duduk di atas kain lembut milik Mrs. Wilson. "Kumohon jangan ganggu jam kerjaku." Pintanya sedikit kesal. "Bagaimana jika mengganggumu di saat bebas jam kerja???" Di mulailah sesuatu perbincangan yang kurang di sukai Sierra, percakapan seperti itu tak akrab di pendengarannya.
__ADS_1
"Kumohon pergilah, aku tak suka yang kau bicarakan ini bung." Jawaban yang mengecewakan. "Baiklah, aku menyerah, tapi bagaimana jika aku memberimu minuman segar lagi? Apa kau mau menerimanya?" Bujuknya yang tak berhenti. "Oh bung terserah kau saja." Pemuda itu tersenyum dan bangkit untuk membawakan beberapa minuman dan camilan. "Tunggu aku cantik."
Sebuah mobil terparkir di jalanan itu, terlihat seperti mengintai sesuatu tapi tak ada yang menyadarinya. Sementara Josh terus berbicara dengan suaranya yang berisik membicarakan pekerjaan yang terdengar hebat. "Pekerjaanku itu akan membawa keberuntungan, kau harus bergabung jika kau mau." Sambil meneguk bir kalengan. "Uhuh, tapi sayangnya aku masih sekolah, dan harus meneruskan kuliah." Sierra terjebak masuk ke dalam pembicaraannya, Josh merasa senang perlahan dengan sikap gadis itu yang mulai akrab. "Yeah kau lebih muda dariku, dan memiliki ambisi yang hebat, sudah terlihat dari wajahmu itu, jujur saja." Ucapnya yang memberikan sedikit pujian. "Benarkah? Tapi kau tak akan mudah berteman denganku Josh, aku orang yang sulit." Walaupun ia asik mengobrol dengan pemuda itu, tapi otaknya akan menangkap hal-hal yang tak bagus untuk dirinya semacam pujian seperti itu bisa saja menjadikannya besar kepala. "Baiklah aku diam." Akhirnya Josh pun benar-benar menyerah.
__ADS_1
Tambah lagi pria itu memesankan taxi untuk mengantarnya kembali pulang, "Terimakasih Sierra sayang." Mrs. Wilson terlihat segar malam itu tak seperti biasanya yang selalu dalam keadaan lelah. "Terimakasih banyak ma'am, dan ini sangat berlebihan sir." Gadis itu membawa dua jinjingan besar di kedua tangannya belum lagi bingkisan yang berukuran lumayan besar sudah aman berada di dalam taxi, "Jangan berterimakasih seperti itu, kau sudah menjaga Richard dengan baik nak." Pria itu mengantarnya masuk ke dalam mobil yang sudah di bayarnya, "Seperti biasa, kami akan selalu membutuhkanmu untuk menemani Richard." "Yeah sir, hubungi saja aku."
Di tutuplah pintu taxi itu yang langsung melaju pergi dengan perlahan membawanya pulang ke rumah.
__ADS_1