
"Hey." Sapa Scott dengan memberinya tos. Memang terasa aneh bagi gadis itu, "Selamat pagi bung." Kini hatinya selalu terasa bergetar jika berdekatan dengan pemuda itu. "Kau siap dengan ujian kelulusan? Kau tertinggal satu hari kemarin." Sierra mencari topik pembicaraan agar kecanggungan dirinya teralihkan. "Yeah sekarang aku siap."
Tiba-tiba Sierra tersentak kaget, "Hati-hati saat di perjalanan!" Teriak Mrs. Lucy melambaikan tangan. Namun Scott tak menganggapnya sama sekali. "Sampai nanti!" Balas Sierra.
Mereka menaiki bus sekolah bersama seperti dulu sebelum terjadinya ketidakpahaman di antara keduanya, "Hey kau tak boleh bersikap seperti itu pada ibumu." Ujar gadis itu yang melihat ekspresi kesal dari wajah Scott. "Ada apa ini? Kau tak mau bicara padaku?" Sierra memaksanya untuk mengatakan sesuatu, "Ibuku memberitahuku tentang perceraiannya." Balasnya dingin. "Lalu apa yang kau katakan???" Padahal gadis itu memang sudah tahu akan hal yang baru saja di katakan Scott. "Aku tak menatap wajahnya sama sekali, aku membenci mereka berdua."
"Apa yang kau lakukan itu huh? Dia ibumu." Sierra sedikit marah. "Jika bisa aku lebih memilih untuk tidak di lahirkan." Mendengar perkataan yang menurut Sierra kejam itu langsung membuatnya terdiam.
Scott menatapnya dengan bingung, "Kenapa? Apa aku salah bicara?" Tak ada jawaban, Sierra hanya terdiam dan tak berkutik sedikitpun. "Hey, katakan sesuatu?"
__ADS_1
Masih sangat pagi sebenarnya, setibanya di sekolah Sierra masih terdiam. Gadis itu berjalan mendahuluinya tanpa menoleh atau mengajaknya untuk keluar dari bus itu, Scott mengejarnya.
"Sierra! Apa ada yang salah???" Pemuda itu berteriak karena kesal melihatnya seperti itu.
Sierra menoleh ke arahnya, "Jika aku juga bisa memilih, aku tak mau terlahir sebagai anak yang tak punya ayah dan ibu." Ucapnya pedih. Scott terpaku setelah tersadar akan gadis yatim piatu itu, "Setidaknya kau masih memiliki ayah dan ibu, walaupun mereka akan berpisah, kau masih bisa melihat, menemui dan juga menyentuh mereka."
Pooja menariknya ke arah gerbang utama sekolah, "Ada apa ini? Kau melihat Summer? Junior tampan itu?" Ejeknya. "Sierra, ada seorang pemuda yang mencarimu." Tatapan Pooja memang serius jadi tak mungkin saat ini untuk tak mempercayainya. "Siapa?"
Gadis itu terkejut sekaligus merasa keheranan melihatnya, "Josh???" Lelaki itu menghampirinya dan menjadi pusat perhatian semua murid.
__ADS_1
"Dia keren sekali Sierra." Pooja begitu bersemangat. "Sial ada apa ini sebenarnya..."
Josh terlihat memamerkan kekayaannya disana, "Apa maksudmu datang kesini???" Sierra benar-benar di buat kebingungan. "Tentu saja menemuimu." Dengan memberikan senyuman lebar. Scott mengamatinya dari kejauhan.
"Aku tak mengerti, pergilah jangan mengganggu jam sekolahku." Sierra pun berlalu pergi. "Baiklah, aku akan mengganggumu di jam kosongmu nanti!" Teriak Josh sekencang-kencangnya.
Bel sekolah masih belum terdengar, semua murid masih berkeliaran di luar. Sekelompok senior sedang melihat di pasangnya poster-poster tentang kelulusan, "Akan menyenangkan sekali saat kita menerima kelulusan nanti." Jill begitu tak sabar ingin menghadiri acara itu. "Yeah tak terasa kita akan masuk universitas juga."
Sanchez mencari kesempatan untuk bisa berbicara pada Sierra, "Hey..." Sapanya pelan. Gadis itu memberinya senyuman, "Sierra, aku ingin bertanya padamu." Perasaan Sierra mulai tak enak lagi, pasti sesuatu tentang prom.
__ADS_1
Hampir saja Sanchez mengajaknya untuk pergi bersama, seorang junior berteriak memanggil gadis itu. "Sierra! Dimana gadis yang bernama Sierra!"