
Tak perlu lagi merasa gelisah, karena Sierra memang tak berbuat kesalahan apapun. Namun semua orang di sekolahnya sangat buruk dengan memberi tatapan yang terlihat seperti membencinya.
"Abaikan saja mereka, lagipula mereka tak mengerti apa-apa." Bujuk Scott yang berjalan bersamanya memasuki gedung sekolah. "Ya, mereka hanya korban gosip yang tak benar." Tambahnya sendiri.
__ADS_1
Tak lama Jill bersama Anne menghampirinya dengan bibir mereka yang tersenyum, "Selamat pagi Sierra." Jill memang gadis yang ramah. "Hey Jill." Balasnya. Kemudian Anne bersuara setelah berhasil menangkap gambarnya bersama Scott untuk yang kedua kalinya, "Apa kabarmu Sierra???" Sambil tersenyum. "Oh ayolah Anne jangan lakukan itu lagi." Pinta Sierra karena merasa tak nyaman. "Anne hanya mengisi jurnalnya untuk tahunan senior kita." Timpal Jill yang menjelaskan. "Yeah, tak perlu khawatirkan gambar-gambar ini, bukankah benar Scott?" Anne memberinya kedipan pada pemuda itu. "Apa?" Ucap Scott gugup. Jill dan Anne tertawa melihatnya seperti itu lalu mereka pergi meninggalkan dua remaja itu, "Baiklah sampai nanti lagi."
"Apa kau masih menyukai Anne?" Entah apa yang di pikiirkan gadis itu sehingga menanyakan kekonyolan yang ada di otaknya tentang hubungan antara Scott dan Anne. "Anne? Bagaimana maksudmu???" Scott sedikit memancingnya.
__ADS_1
"Maksudku, kau pernah mengatakan tentangnya bukan? Dan aku bertanya apakah kau masih menyukainya saat ini???" Sudah jelas dari ucapan dan tingkahnya yang aneh itu, "Yeah, tentu saja aku menyukainya karena dia adalah gadis yang keren." Mendengar jawabannya itu Sierra langsung terdiam dan terlihat dari ekspresinya seperti memendam sesuatu. "Baiklah, aku harus pergi." Sierra pun melangkah maju meninggalkan tetangganya itu karena mereka memang memiliki kelas yang berbeda. Scott hanya tersenyum menyadari gadis itu tengah cemburu.
Suasana di setiap tempat itu akan menjadi salah satu hal yang mereka rindukan, aroma wewangian yang berasal dari lantai yang setiap harinya di pel oleh Mr. Frank juga akan membuat mereka sulit melupakannya, apalagi dengan ruangan gymnasium dan juga kafetaria yang menjadi tempat utama semua murid berkumpul.
__ADS_1
Di hari itu adalah hari bahagia mereka mengikuti ujian terakhir matematika, "Kelulusan tinggal beberapa hari lagi." Bisik Pooja padanya. "Siapa yang akan menjadi pasanganmu???" Tanya gadis india itu. "Jangan tanya aku hal itu lagi." Tangannya sibuk mengkotret dan otaknya sedang bekerja menghitung apa yang sedang di pelajarinya, untuk terakhir kalinya di kelas matematika itu ia ingin mendapatkan hasil yang bagus. "Ayolah Sierra, aku ingin mengetahui darimu langsung." Sahabatnya itu masih mengganggu. "Sial Pooja, kau menggangguku, jika kau tak menutup mulutmu, aku akan meminta Mr. Andy untuk mengusirmu dari kelas ini." Dengan sifat marahnya itu Pooja langsung tak berkutik, lagipula Sierra sendiri tak mengetahui siapa yang akan menjadi pasangannya untuk di pesta prom nanti.
Pernah tersirat di lamunannya tentang ajakan Sanchez yang mengajaknya untuk pergi bersama, namun tak sama sekali ada niat atau keinginan untuk menerima ajakan dari pemain softball itu, memang terasa aneh baginya juga.
__ADS_1