
"Oh hey!" Sanchez memanggilnya di koridor. Sierra berhenti sejenak, "Yeah?" Kedua tangannya memegang buku milik Scott.
"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu, bolehkah?" Tingkahnya gugup. "Ya tentu tanyakan saja, apa?" Hatinya sudah tak enak setelah mendengar Ozgur yang memberitahunya tentang Sanchez yang akan mengajaknya saat malam prom.
"Prom kau tahu, ah bagaimana mengatakannya... Pastinya akan seru jika kita pergi bersama bukan?" Pemuda itu terus berbicara menyampaikan maksudnya dengan berbelit-belit, apa yang di katakan Ozgur memang benar. Otaknya bekerja mencari jawaban yang harus ia berikan pada pemain softball itu, dalam hatinya ia tak memiliki niat untuk pergi ke acara kelulusan itu namun akan sia-sia masa sekolah yang selama ini ia jalani berakhir dengan satu kekurangan saja, yaitu tidak menghadiri prom. "Oh bung aku..." Sierra tak bisa memberinya jawaban apapun, ketika itu tepat sekali Scott terlihat melintas di depan matanya. "Kingston! Maksudku Scott?" Payah sekali gadis itu, membuat kesalahan yang semakin parah. "Sampai nanti Sanchez." Terpaksa gadis itu harus menghampiri Scott yang sebenarnya ingin ia hindari, namun tak ada jalan lain untuk menyelamatkan diri dari ajakan Sanchez.
__ADS_1
"Bukumu," Ia gugup sambil menyerahkan tugas yang sudah selesai kepada tetangganya itu. Namun Sierra merasa aneh dengan tatapan Scott yang tidak seperti biasanya, ekspresinya dingin. "Terimakasih Sierra," Ucap Scott.
Sejenak mereka tak mengatakan apapun, sangat tegang suasana di antara mereka. "Ah baiklah kalau begitu, sampai nanti." Kini Scott benar-benar pendiam dan itu membuat Sierra merasa bersalah karena tak membahas kejadian semalam. "Baiklah sampai nanti lagi, Kingston."
Pemuda itu merangkulnya, "Hey ada apa lagi ini?" Tanya Ozgur baik yang hari ini bebas dari latihan softball karena Mr. Mike memberikan kelonggaran waktu berlatih. Mereka berjalan menuju parkiran dimana bus sekolah telah menunggu mereka untuk masuk, "Sial Ozgur, akhir-akhir ini aku mendapati banyak masalah." Jawabnya pelan. "Ada apa denganmu huh? Kemana Sierra yang ku kenal?" Ozgur selalu memberinya dorongan untuk terus maju menghadapi masalah, tepatnya dengan cara yang positif.
__ADS_1
"Aku mengenalmu sebagai gadis pendiam, pemarah dan juga pemberani." Sambungnya, kini mereka memasuki bus dan mencapai kursi paling belakang.
Pooja menimpal, "Apa yang terjadi Sierra?" Dengan posisi duduk di sampingnya. "Entahlah, ini adalah hal yang memalukan." Gadis itu tak mampu menceritakan hal yang ia alami. "Oh ayolah Sierra aku penasaran." Luke memaksanya untuk bercerita.
Gadis itu tak melihat Scott di dalam bus, dan berpikir apakah Scott kembali bergabung dengan Alex atau tetangganya itu sangat marah sehingga tak mau bertemu di dalam bus yang sama. Karena terlihat tiga unit bus yang berjajar di parkiran sekolah itu, "Ya ampun, kepalaku akan terasa sakit jika banyak masalah yang ku pikirkan." Sierra menyandarkan kepalanya di bahu Pooja. "Baiklah bagaimana jika kita pergi bersantai, ini akhir pekan kawan-kawan." Ujar Luke yang mendapatkan ide. "Baiklah, aku yang traktir kopi." Ozgur membuat ketiga kawannya gembira, dan berusaha untuk membujuk Sierra agar berbagi masalah yang telah ia alami. "Yahoo!!!" Teriak Luke riang dengan mengangkat tongkat kakinya ke atas.
__ADS_1