Pandangan Pertama

Pandangan Pertama
Percaya aja


__ADS_3

...🌹🌹🌹...


Danu mengerutkan keningnya, "Bro, sepertinya ada yang kurang! Tapi apa ya!" tanya Danu, yang merasa formasi gengnya kurang lengkap.


"Astaga Farel dan Lia!" ujar Radit dan Danu berbarengan.


Seli yang mendengarnya, langsung meraih ponselnya yang di simpan di dalam tas ranselnya.


Seli mencoba menghubungi Lia, sedangkan Danu juga mencoba untuk menghubungi Farel lewat sambungan teleponnya.


"Gimana?" tanya Radit, saat melihat raut wajah Danu sedikit cemas.


"Telponnya mati." ucap Danu.


"Gimana, Sel?" tanya Aulia pada Seli yang masih mencoba menghubungi Lia.


"Nomernya gak aktif." ucap Seli.


"Kalian ko bisa tau ya kalo aku di rawat di kamar ini?" tanya Aulia heran.


"Tadi ka Arya inisiatif tanya ke suster." jawab Seli.


"Jangan jangan Lia?" ucap Seli dan Aulia berbarengan.


Seli dan Aulia berfikir, jika Lia pasti datang ke ruang perawatan yang kemarin, ruang yang di tempati oleh Aulia.


"Ahahaha." Danu tergelak, membayangkan Farel dan Lia yang salah masuk kamar rawat orang lain.


Di luar ruang rawat Aulia.


Lia dan Farel sedang berdiri, berhadapan dengan dua orang suruhannya Radit.


"Maaf dek, kalian mau bertemu dengan siapa?" tanya Dava yang memperhatikan Lia dan Farel.


Farel menelan salivanya dengan sulit, menghadapi ke dua orang berbadan besar, berwajah datar. Ia menyiapkan mentalllnya sebelum bertanya pada pria asing, menyerammmkan di matanya.


"Begini pak, saya mau cari teman saya yang sedang di rawat. Namanya itu Aulia Anastasya." ucap Farel dengan sopan, mengutarakan keinginannya.


Dava mengerutkan keningnya, gila... gwe masih muda begini di panggil pak. Butaaa kali ini bocah matanya.


David membatin, hahaha, pasti lo lagi gerutu Dava. Di panggil pak sama bocah SMA. Gak sekalian aja ini bocah manggil Dava kakek.


"Tunggu sebentar." ucap Dava datar.


Kreeeeek.


Pintu kamar rawat Aulia di buka oleh David. David berjalan menghampiri Tuan Muda-nya. Radit.


Sementara David masuk ke kamar rawat Aulia. Farel dan Lia sibuk dengan pikirannya masing masing.

__ADS_1


Farel membatin, gila apesss banget gwe kali ini, udah salah kamar, sekarang harus ngadepin dua orang yang badannya gede begini! Ini sih namanya bianggg orang!


Lia membatin dengan meremasss tangannya, mampusss ini gwe, pasti bakal di ketawain sama Aulia dan yang lain. Kalo tau... tadi gwe salah masuk ruang rawat.


Farel membatin, kenapa gak dari tadi aja sih gwe tanya ke suster ruang rawat Aulia. Cinta buta, percaya aja lagi gwe sama Lia sampe salah masuk kamar rawat orang.


Di dalam kamar rawat Aulia.


"Maaf, Tuan Muda... di depan ada Lia dan Farel." ucap David yang sebelumnya membungkuk hormat.


Setelah Seli mendengar, jika Lia dan Farel ada di luar ruang rawat Aulia. Seli pun kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas.


"Biarkan mereka masuk." titah Radit.


Setelah mendengar apa yang di ucapkan Radit, David langsung meninggalkan ruang rawat.


David menatap datar Lia dan Farel, lalu berseru, "Silahkan."


Tanpa di beri perintah David, Dava langsung membukakan pintu untuk Lia dan Farel.


"Ya ampun Lia... lo tenggelemmm di mana?" tanya Seli menahannn tawa, yang melihat Lia memasukiii ruang rawat Aulia.


"Hiks hiks hiks, Seli." Lia menangis di pelukan Seli.


"Farel, lo apainnn itu anak orang?" tanya Danu yang melihat Lia menangis.


"Iya, makasih ya... kalian kemana dulu tadi? Kata Seli tadi berangkat ke sininya barengan." ujar Aulia.


"Bener itu... gwe sama ka Arya dan Danu itu ya tadi udah nunggu lama tau gak... di lobby rumah sakit." ucap Seli tanpa jeda, saking keselnya dengan Lia.


"Lo udah gak apa apa kan, Aulia?" Lia menggenggammm tangan kiri Aulia.


"Udah gak apa apa ko. Kan udah ada kalian dengan formasi yang lengkap sekarang." ledek Aulia dengan senyum di bibirnya.


"Kalian pasti belum pada makankan?" tanya Radit.


Mendengar kata makan, membuat Farel kembali bersemangat.


"Gwe belum Dit... mana sempat makan gwe." keluh Farel.


"Maaf deh Fa, gwe kan gak tau kalo Aulia itu di pindahin kamar rawatnya." cicit Lia dengan menundukkan wajahnya, dengan rasa bersalah bersarang di hatinya untuk Farel.


"Telat lo minta maafnya! Udah kaya gini aja, baru minta maaf!" sungut Farel, malas menatap Lia.


Sedangkan Danu, Seli dan Arya hanya menggelengkan kepalanya, melihat respon Farel dan Lia.


Sudah di pastikan Lia dan Farel, tadi salah masuk kamar rawat orang lain yang di kira mereka itu ruang rawat Aulia.


Radit langsung mengetikkan ponselnya, untuk memesan makanan cepat saji lewat aplikasi online.

__ADS_1


"Sebenernya... tadi itu nietnya Farel mau makan roti bredtolk bareng kalian di sini." Kata Lia.


Farel pun kini sudah bergabung duduk di kursi bersama dengan Radit, Danu dan juga Arya.


"Tadi lo kemana dulu bro?" tanya Danu yang masih penasaran.


Dengan perasaan yang dongkolll, Farel berkicau di depan Danu, Arya dan Radit, "Parah tuh cewek, udah gwe bilang telpon Radit gitu, tanya Aulia di rawat di kamar yang mana!" gerutu Farel, dengan ekor mata yang melirik Lia dengan tatapan jengkel.


"Kenapa gak lo aja yang telpon, Radit?" tanya Arya.


"Ponsel gwe mati ka, tadi pas salah masuk kamar yang pertama. Ada anak kecil, jailnya minta ampun ka. Kaki gwe di buat ke sandung ampe jatoh, hape gwe langsung jatuh dari saku baju gwe. Mati langsung itu hape gwe, ka." terang Farrel, menceritakan betapa tragisssnya nasib hapenya kini.


"Aduh kasian banget si Farel. Eleh eleh, kasep jangan nangis ya!" ledek Danu.


"Anjirrr lo, temen lagi merana juga." gerutu Farel.


"Sorry, abisnya cerita lo itu sayang banget kalo di lewatin buat gwe gak tawa." Danu tergelak kembali.


"Hape lo kenapa gak bisa di hubungin, Lia?" tanya Seli.


"Hape gwe ke habisan daya batre, hehehe." ujar Lia dengan nyengir kuda, tangannya menggaruk tengkuknya.


"Dasarrr lo tuh, pasti semalam lupa deh cas hape lo! Ke biasaan! Terus kalian gak jadi beli bredtolknya?" tanya Seli.


"Itu Sel, eeeem a- anu." Lia bingung, harus jawab apa pertanyaan Seli.


"Itu Sel, tadi gwe udah saking paniknya... ninggalin gitu aja roti di ruang rawat orang lain, gwe udah panik banget, sumpah dah." kilah Farel sungguh sungguh.


"Seneng dong itu orang dapet roti gratis dari lo, Fa?" tanya Danu.


"Apaan lo? Yang ada gwe itu lagi was was. Pasti di ruang rawat itu lagi ada perang dunia. Mamud tadi kayaknya udah kesel banget sama lakinya." ujar Farel prihatin, dengan orang yang tadi salah ia masukiii kamar rawatnya.


"Mamud?" Tanya Danu.


"Emang ngapa, lo?" Tanya Seli.


"Iya mamud, emmm mama muda yang gendong anak, tau tau masuk ke ruang rawat yang kita kira itu ruang rawat lo, Aulia." ujar Farel menjelaskan mamud.


"Malah kaki lakinya pas banget gwe lagi pijitinnn... kan gwe pikir itu lo, Aulia." ujar Lia.


Seli membola, "Astaghfirullah, terus gimana sama nasib itu mamud dan suaminya?" tanya Seli, dengan tatapan yang penuh selidik pada Lia.


Bersambung....


...🌹🌹🌹...


Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅


Menghalu itu gak mudah say 😊

__ADS_1


__ADS_2