
...🏵️🏵️🏵️...
"Itu doang?" tanya Devi lewat chat yang ia kirim.
[ "Tunggu gue berhasil ngancurin hubungan mereka 😏. ] chat Lusi.
"Itu anak, bilang apa?" tanya Nindi.
"Nih, biar lo liet sendiri." Devi memperlihatkan layar handphonenya pada Nindi.
Sementara di meja lain, Farel melirik sekilas ke arah Devi dan Nindi berada.
"Lo yakin, mereka gak tau apa apa?" tanya Farel yang meragukan Devi.
"Yakin si... kan lo tau sendiri waktu ke jadian itu anak berdua masih di dalam kelas, gak ikut Lusi ke toilet." jelas Lia.
"Udah makan lagi." Radit menyuapi bakso dari mangkuknya ke mulut Aulia.
"Aduh, so sweet banget si lo Radit." kata Lia. "Ehem ehem ehem" sambil matanya melirik Farel.
"Kamu kenapa, yank?" tanya Farel yang tidak peka dengan maksud Lia.
Radit menyupkan lagi bakso ke mulut Aulia.
"Udah, Dit. Nanti kalo kamu gak kenyang, gimana?" tanya Aulia.
"Kamu harus makan yang banyak." Radit membelai lembut rambut panjang Aulia.
Danu melihat sepintas Lia dan Farel, lalu membandingkan kembali pandangan Radit yang penuh cinta terhadap Aulia.
"Aduh mesranya kalian tuh. Jangan gitu dong Dit, liet kondisi napa lo." ledek Danu, yang duduk di bangku dekat dengan Radit.
"Alaaaah bilang aja lo ngiri." ejek Radit.
"Gimana gue gak iri. Gue kan jomblo, mau mesra mesraan sama siapa coba? Tapi yang lebih iri itu ya ono!" jiwa jomblo Danu meronta ronta ingin punya pujaan hati, tapi hatinya masih lebih beruntung, ketiban seseorang yang memiliki kekasih tapi di cuwekin,
"Cari cewek dong lo!" ledek Farel.
"Mana ada yang mau sama gue." Danu merebut minuman Radit dan menyeruputnya. "Mang, mau bakso dong 1 ya buat saya." ucap Danu dengan melambaikan tangan ke arah mang Dadang.
...☁️☁️☁️...
Hingga waktu jam pelajaran di sekolah telah usai. Awan cerah seolah mendukung perasaan Aulia, yang sedang senang di landa rasa rindu, Aulia memutuskan untuk meminta Radit menemaninya, ke supermarket lalu baru lah bertemu dengan adik adik jalanan yang sudah lama Aulia rindukan.
"Di depan ada supermarket mampir sebentar ya, Dit." Aulia menujuk ke depan jalan dengan jari telunjuk kanannya.
Radit mengerutkan keningnya, "Mau ngapain kamu di sana?" tanya Radit.
"Aku kangen sama adik adik jalanan, mau kasih mereka cemilan." kata Aulia.
Radit menyunggingkan senyum mendengar kata kata Aulia, mulia banget sih hati kamu itu, "Apa cuma kangen sama mereka aja? Sama aku gak?"
"Apa sih Radit! Gak usah mancing mancing deh." Aulia tersipu malu dan memilih memalingkan wajah dari Radit.
__ADS_1
Radit apaan sih... setiap kata yang ke luar dari bibirnya selalu aja bisa buat hati aku melelehhh.
"Selama aku di rumah sakit, gimana kabar mereka ya, Dit?" tanya Aulia.
"Kabar mereka baik. Aku juga ada kejutan kecil buat kamu, sayang"
Aulia menatap Radit, "Kejutan apa?"
Radit memarkirkan mobil yang di kendarainya saat sudah berada di supermarket.
Aulia yang sudah tidak sabar untuk belanja cemilan, langsung tertahan langkahnya saat pergelangan tangannya di cekal Radit.
Grap.
Aulia mengerutkan keningnya, "Apa lagi? Aku mau turun ihs!"
"Tunggu sebentar."
Radit turun dari mobil dengan tergesa gesa, dan berjalan memutar untuk membukakan pintu untuk Aulia.
"Makasih." jawab Aulia singkat.
Radit menggenggammm tangan kanan Aulia, sambil terus berjalan memasuki supermarket.
Radit mengambil keranjang untuk menyimpan cemilan yang akan di beli Aulia.
"Sini, biar aku aja yang bawa." Aulia berusaha mengambil alih, keranjang belanjaan yang tengah di pegang oleh Radit.
"Udah aku aja yang bawa, kamu yang pilih. Pilih apa aja yang mau kamu beli." ucap Radit dengan tegas, tidak ingin mendengar bantahan dari Aulia.
"Ada lagi?" tanya Radit.
"Gak deh, udah itu aja."
"Buat aku, kamu gak pilihin?" Radit menatap belanjaan yang ada di dalam keranjang.
Aulia mengambil sebotol minuman kemasan dari dalam keranjang, lalu menyodorkan nya pada Radit, "Kamu minum ini ajah."
Radit mengerutkan keningnya, sedetik kemudian menyeringai, "Ya udah bukain, aku haus nih."
Aulia pun membukakan tutup botol minuman yang ia pegang untuk Radit.
Setelah pasti tidak ada lagi barang yang akan di beli, ke duanya kini berjalan ke arah kasir.
"Ini."
Aulia mengarahkan botol minuman, yang sudah di buka tutup botolnya ke depan wajah Radit.
"Minumin dong, sayang." kata Radit manja, tatapannya tertuju pada ke dua tangannya yang sedang mendorong troli belanjaan.
Aulia membuang nafasnya dengan kasar, manja amat, kan bisa di lepasss dulu itu tangan kanannya.
Aulia celingukan kanan dan kiri, melihat ke sekitarnya, lalu mendekatkan bibir botol minuman ke bibir Radit. Radit meminumnya hingga tersisa setengah botol.
__ADS_1
"Aiiiih pasangan yang romantis banget si." kata salah satu pengunjung supermarket, yang melihat Radit minum dari tangan Aulia.
"Mau dong di perlakuin gitu." kata temannya lagi.
Aulia yang mendengarnya, di buat tersipu malu.
"Semua jadi enam ratus tujuh puluh empat ribu rupiah ka." kata kasir wanita yang bernama Lala.
Radit langsung menyerahkan kartu ATM, tanpa batasnya pada kasir wanita supermarket itu.
"Di bayar pakai ATM ya ka... silah kan kak masukkan PIN nya di sini." kata Lala.
Radit pun memasukkan PIN pada mesin pembayaran.
"Ini kartunya kak. Dan ini belanjaannya kak." kata Lala sambil menyerahkan dua kantong plastik berisi belanjaan Aulia.
"Ini buat Mbaknya." Radit menyerah kan uang seratus ribu.
Lala membola, "Ya Allah, ini semua kak?" tanya Lala tidak percaya.
"Iya, rezeki Mbak." ucap Aulia.
"Terima kasih banyak kak. Semoga makin langgeng ya kak, biar lancar rejekinya." ujar Lala dengan tulus senang.
"Amiin." yang di amini oleh Radit dan Aulia.
Radit memasukkan kantong belanjaannya ke dalam bagasi mobil.
...🌄🌄🌄...
Radit menghentikan laju mobilnya di depan sebuah rumah yang tampak asri, namun asing di mata Aulia.
Aulia menatap Radit dengan tatapan curiga, "Loh kok kita ke sini Dit?"
Aduh jangan jangan Radit nanti di dalam mau ngapa ngapain gwe, aduh gimana ini, mana ini rumah satu satunya di sini, astagaaa gwe harus apa!
Radit menoleh wajah Aulia, berkata dengan lembut, "Ayo turun... kamu tidak akan tahu jika kamu sendiri belum masuk ke dalam rumah itu kan?"
Aulia pun turun dari dalam mobil, dengan perasaan yang cenattt cenuttt, sedangkan Radit mengambil barang belanjaan Aulia dari bagasi.
"Dit, sebenarnya ini rumah siapa?" tanya Aulia.
Aulia mengikuti langkah kaki Radit, yang melangkah mendekat ke rumah yang cukup asri, dengan di tumbuhi pohon di sisi kanan dan kirinya. Nampak pohon besar menjulang dari belakang rumah.
Radit tidak menjawab pertanyaan Aulia, ia diam membisu dengan senyum manisnya.
Kira kira rumah siapakah itu? 🤔
Bersambung...
...🌹🌹🌹...
__ADS_1
Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅
Menghalu itu gak mudah say 😊