
...🌹🌹🌹💔💔...
"A- apa om! Aulia menghilang di puncak? Gimana bisa? Aulia selalu bersama dengan bang David kan?" tanya Kevin dengan hati yang tidak percaya.
[ "Ceritanya panjang, nak... lebih baik kita bertemu di villa keluarga Prasetyo. Biar kita bisa mendengar penjelasan dari David." ] ujar Jaya.
"Aku tidak tau alamat villa itu, om. Om kirimkan lokasinya!"
[ "Iya, nanti akan om kirimkan alamatnya. Sekarang matikan dulu telponnya ya!" ]
"Iya, om." Kevin langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Aulia, calon menantu ibu hilang nak? Apa ibu tidak salah dengar?" tanya Naimah, menatap sang putra dengan tatapan khawatir.
"Iya bu, om Jaya mengatakan jika Aulia menghilang. Ini aku sedang menunggu om Jaya mengirimkan alamat villa keluarga Prasetyo, aku di minta langsung ke lokasi itu, bu!" cicit Kevin.
"Villa keluarga Prasetyo, itu artinya villa keluarga mu, nak? Ya sudah tunggu apa lagi, orang itu sudah mengirimkan alamatnya kan? Ayo kita cari calon menantu ibu!" ucap Naimah.
Kevin kembali melajukan kendaraannya, setelah papa Jaya sudah memberi tahukan lokasi villa keluarga Prasetyo pada Kevin.
Naimah menautkan ke dua tangannya, dengan bibir yang komat kamit.
"Ya Tuhan, tolong lindungi calon menantu ku, lindungi dia Tuhan... jangan sampai terjadi apa apa padanya, kasihan putra ku, baru juga mau menyampaikan niat baik. Masa sudah harus mendengar kabar buruk dari calonnya. Lindungi lah dirinya Tuhan, semoga Aulia tidak menghilang, dia hanya sedang bersembunyi dari putra nakal ku ini, yang berniat menguji perasaannya." ujar Naimah dalam komat kamitnya, dengan sesekali melirikkan wajahnya pada Kevin.
"Bu, jangan meledek ku... ini serius. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang di alami Aulia." cicit Kevin dengan sesekali melirik matanya pada sang ibu.
Setelah melewati pagar hitam yang menjulang tinggi, tampak ada 3 mobil terparkir di dalam villa yang tampak besar dan megah, dengan area parkir yang cukup lebar.
__ADS_1
"Astaga nak, ternyata kamu melebihi seorang anak pengusaha, melainkan sultan. Villanya saja semegah ini, bagaimana dengan rumah yang kamu tempati nak? Apa lebih besar dari ini?" tanya Naimah yang tampak takjub dengan villa keluarga Prasetyo.
"Bu, rumah besar, harta melimpah, tidak akan ada gunanya tanpa ada kasih sayang dan cinta di sana bu." cicit Kevin.
Naimah mengerutkan keningnya, "Maksud mu, nak? Ibu tidak mengerti dengan maksud mu itu!" cicit Naimah.
"Tidak usah ibu pikirkan perkataan ku, ayo bu... kita turun. Mereka pasti sudah menunggu kira." ucap Kevin yang kini membukakan pintu mobil untuk sang ibu.
"Assalamualaikum, om, tante!" seru Kevin saat ke dua kakinya dan sang ibu, sudah berada di dalam villa keluarga Prasetyo
Nampak di ruang tamu, papa Jaya, mama Nami, Dava, David dan beberapa orang berpakaian hitam dengan tubuh atletis, sudah berkumpul. Mereka nampak sedang membahas sesuatu yang serius, dengan wajah mereka yang tampak tegang.
"Kevin, ayo sini nak. Kita sedang berencana untuk melakukan proses pencarian Aulia." cicit papa Jaya.
Mama Nami langsung menghampiri wanita paruh baya yang bersama dengan Kevin, mama Nami mengajaknya untuk ke dapur. Sementara kevin bergabung dengan yang lain.
"Maaf Tuan, ini kelalaian saya. Jadi saat Nona memutuskan untuk ke makam almarhum Tuan Radit. Mobil yang saya bawa, mengalami kempes ban dan saya membutuhkan waktu untuk menemukan bengkel. Nona menolak untuk menunggu, jadi Nona melanjutkan perjalanan menuju villa seorang diri dengan menaiki ojek pangkalan." terang David.
"Tidak ada yang salah di situ bang. Sekarang di mana Aulia?" tanya Kevin.
"Nona Aulia menghilang, Tuan. Saat saya sampai di villa ini, saya tidak menemukan keberadaan Nona." ujar David.
"Kalian tunggu apa lagi? Apa tidak ada seorang pun yang bisa di tanyai, bagaimana bisa jika Aulia hilang begitu saja. Pasti ada saksi kan!" cicit kevin.
"Berdasarkan CCTV yang ada di depan pagar villa, Nona Aulia di bawa pergi dari tempat ini dengan menggunakan mobil, Tuan." ujar Dava dengan laptop yang ada di hadapannya.
Kevin beranjak dari duduknya, ia ingin melihat sendiri. Apa yang di tampilkan dalam layar laptop, yang memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi pada Aulia lewat CCTV.
__ADS_1
Dalam layar nampak, Aulia yang tengah membuka pintu gerbang, langsung di serang dari belakang. Di saat Aulia yang akan ambruk, tampak orang itu langsung membawa tubuh Aulia, masuk ke dalam sebuah mobil yang tidak berada jauh dari lokasi. Kejadian itu terjadi begitu singkat, tidak ada saksi mata yang bisa di tanyai.
"Apa kau ingat sesuatu, bang?" tanya Kevin, saat melihat David mengerutkan keningnya, nampak mengingat dengan keras, sesuatu yang hampir ia lupakan.
"Kalo di lihat dari postur tubuh, itu pasti seorang pria. Dan aku rasanya tidak asing dengan pria itu. Apa mungkin itu pria yang sama dengan pria yang tadi menyenggol lengan ku?" gumam David dengan pelan, namun masih bisa di dengar papa Jaya.
Dreeet dreeet dreeet.
Tiba tiba saja ada dering telpon dari hape Kevin.
Kevin mengerutkan keningnya, saat tatapannya mengarah pada layar hape, nomor telepon yang tidak ia kenal tengah mencoba menghubunginya.
"Nomor tidak di kenal!" seru Kevin.
"Coba angkat, siapa tau itu Aulia... atau dari orang yang menculiknya!" cicit papa Jaya.
Kevin menganggukkan kepalanya, ia menjawab panggilan telponnya.
"Iya halo! Siapa ini?" tanya Kevin pada si penelpon, tanpa basa basi.
Bersambung...
...🌹🌹🌹...
Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅
Menghalu itu gak mudah say 😊
__ADS_1