Pandangan Pertama

Pandangan Pertama
Menemani mu


__ADS_3

...πŸ’–πŸ’–πŸ’”πŸ’”...


Sani berseru memanggil Malik, namun belum usai dia berkata, ada seseorang yang memukulll punggungnya, hingga Sani jatuh pingsan di lantai.


"Sayang, kamu udah habiskan minuman ----"


Bugh.


"Maaf sayang, aku bukan lagi kekasih mu! Aku tidak setuju dengan rencana mu!" ucap Malik setelah melihat Sani ambruk di lantai.


Malik menarik ke dua tangan Sani, lalu menyandarkan tubuhnya di dinding.


Duk duk duk duk.


Pintu di gedor dari luar dengan tidak sabaran.


"Buka pintunya! Aku tau kalian ada di dalam!" suara Kevin menggelegar dari arah pintu.


"Tunggu!" Malik melangkah membukakan pintu gudang.


Ceklek.


Sreek.


Kevin menarik kerah kemeja yang di kenakan Malik, meski pun usia Kevin jauh lebih muda dari Malik, namun tenaganya tidak kalah jauh dengan kekuatan Malik.


"Katakan pada ku, di mana Aulia?" tanya Kevin dengan penuh penekanan.


"Sabar bro, aku yang meminta paman Jaya menyuruh mu ke sini. Mana mungkin aku akan menyembunyikan Aulia dari mu?" Malik menyingkirkan tangan Kevin dari kerah kemejanya.


"Ikuti aku!" seru Malik dengan berjalan lebih dulu memasuki area gudang.


"Apa yang terjadi pada wanita itu? Apa wanita itu yang merencanakan ini semua?" cecar Kevin dengan tatapan mengarah pada wanita yang duduk bersandar pada dinding, dengan kepala menunduk.


"Yah, wanita itu lah yang menghasut ku untuk ikut menjebak Aulia, dan kau tahu apa yang ada dalam rencana busuknya! Dia ingin menjebak ku untuk tidur dengan Aulia. Dan kau akan tidur dengannya!" ujar Malik terus terang.

__ADS_1


Kevin mengepalkan tangannya, "Kurang ajarrr, lalu apa yang sekarang terjadi dengan Aulia?"


"Kau bisa melihatnya di dalam! Aku harap tidak ada yang di lakukan Sani pada Nona Aulia!" Malik hanya berdiri di depan salah satu pintu yang tertutup rapat.


Bugh.


Kevin tercengang melihat apa yang terjadi pada Aulia, "Auliaaa!" Kevin berlari menghampiri Aulia.


"To- tolong a- aku! Pa- nas!" ujar Aulia dengan nafas yang tersengal sengal, tubuhnya penuh dengan keringat.


"Bawa lah Nona Aulia bersama mu, Kevin! Sani sudah memberikan minuman yang di campur obat perangsang. Dan aku rasa obat itu sudah mulai bereaksi pada tubuh Nona Aulia!" ujar Malik yang kini berdiri di belakang Kevin.


Tanpa membuang waktu lagi, Kevin menggendong Aulia, dan membawanya meninggalkan gudang terkutuk, gudang yang di jadikan Sani untuk menyekap Aulia.


Malik langsung menyerahkan Sani ke kantor polisi, dengan barang bukti atas ke terlibatannya Sani dalam kasus kecelakaan yang menimpa keluarga Prasetyo, hingga menyebabkan keluarga Prasetyo yakni Radit, Sita dan Wiko, tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Malik juga sudah mengakui keterlibatan Sani dengan apa yang suah menimpa Aulia.


Di dalam perjalanan, Aulia yang sudah dalam pengaruh obat perangsang, menyerang Kevin dengan gerakan gerakannya yang membuat Kevin mau tidak mau harus menepi.


Beruntungnya Kevin membawa Aulia ke salah satu bukit yang ada di puncak, di dalam mobil hal yang di luar kendali Kevin pun terjadi. Kevin terpaksa melayani Aulia yang sedang dalam pengaruh.


"Aku tidak ingin melakukan ini Kevin, tapi tubuh ku seakan menginginkannya lebih, tubuh ku panas, aku menginginkannya Kevin, tolong aku!" seru Aulia dengan wajah yang menginginkan.


Aulia menjerit, mendesahhh, mencengramm bahu Kevin, di saat milik Kevin yang berdiri tegak menusuk pertahanannya, mahkota yang selama ini ia jaga, akhirnya terbobol juga oleh Kevin.


"Aahhkkkhh itu sa- sakit emmmmhhhh!"


"Ayo sayang! Keluarkan suara mu! Jangan kau tahan!" ucap Kevin dengan menatap penuh nafsuuu tubuh Aulia.


Kevin menyusuri tubuh Aulia, dengan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya di atas kulit putih nan mulusss Aulia.


Si kembar yang membusung pun tidak luput dari bibir Kevin, ia menjilattt pucuk si kembar secara bergantian, melumatttnya, menyesapppnya dengan penuh nafsuuu.


Bukan hanya sekali mereka melakukannya, tapi hingga berkali kali mereka sampai pada puncak kenikmatan surga dunia.


"Aku mencintai mu, sayang!" seru Kevin dengan melumattt bibir Aulia.

__ADS_1


Ke duanya tertidur di dalam mobil, setelah Kevin mengenakan kembali pakaiannya dan pakaian Aulia. Hingga sinar matahari menyoroti sinarnya lewat kaca mobil.


"Emmmhhhh silau sekali!" seru Aulia dengan tangannya yang menutupi matanya.


"Apa ini sudah pagi?" tanya Kevin dengan mengerjapkan ke dua matanya.


Aulia membola, dan merasakan sakit pada bagian intinya, "Kau? A- apa yang sedang kau lakukan di sini Kev?" tanya Aulia saat melihat Kevin yang berbaring di dalam mobil bersama dengannya.


"Tentu saja menemani mu, menghabiskan malam pertama dengan calon istri ku!" cicit Kevin dengan senyum mengembang di bibirnya, menatap Aulia dengan mata yang berbinar.


"A- apa? Malam pertama? Maksud mu?" Aulia melihat ke arah bagian intinya.


"Maaf ya, aku terpaksa melakukannya, karena kau yang menyerang ku lebih dulu. Jadi kau tau sendiri kan hehehe!" seru Kevin dengan memasang wajah memohon di depan Aulia.


"Kau jahat Kevin!" seru Aulia dengan wajah merona, malu dengan apa yang sudah ia lakukan pada Kevin, jadi aku yang menyerangnya lebih dulu? Kau memalukan Aulia! Di mana harga diri mu sebagai wanita?


Bugh.


Aulia memukulll dada bidang Kevin.


Hap.


Kevin mencekal pergelangan tangan Aulia.


"Aku tidak akan menolaknya jika kau menginginkannya lagi, sayang!" seru Kevin.


"Kevin!"


...Tamat...


...🌹🌹🌹...


Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo πŸ˜…πŸ˜…


Menghalu itu gak mudah say 😊

__ADS_1


Akhirnya tamat juga. Terimakasih semuanya. Jangan lupa mampir ke karya aku yang lainnya ☺️☺️


__ADS_2