
...🌹🌹🥀🥀...
"Ia aku ada di sini sayang, sebentar... aku akan menghampiri mu!" gwe harus bersikap biasa aja, seolah gwe gak tau apa apa! Ini demi Aulia dan Kevin, demi kerja sama perusahaan gwe juga pastinya.
"Kau buatkan minuman untuk siapa saja? Di sini kan hanya ada kau, aku dan Aulia!" tanya Malik dengan menatap 4 gelas minuman yang ada di atas nampan.
"Oh ini, nanti akan datang teman ku." ucap Sani dengan santai.
"Ayo sayang, kau minum lah ini... kau pasti akan menyukainya." Sani menyodorkan segelas minuman pada Malik, dengan satu tangan meraba dada sang pacar.
Malik meraih gelas dari tangan Sani, ia menatap gelas itu dengan tatapan berbinar, "Kau berikan saja minuman itu pada Aulia, aku pasti akan meminum ini. Buatan mu, tidak ada yang tidak enak sayang! Pasti rasanya manis, sama dengan senyum mu yang manis, yang mampu meluluhkan hati ku yang dingin!"
"Ah kamu bisa aja sih sayang!" Sani mencubittt gemas perut Malik yang ada di balik kemejanya.
Malik hanya menempelkan bibir gelas pada bibirnya, tanpa menenggak sedikit pun minumannya, sialll kenapa dia belum mau pergi juga meninggalkan ku!
Sani menyeringai dengan menatap Malik yang akan menenggak minumannya, setelah minuman itu habis lo minum, permainan baru akan di mulai sayang! Lo pasti bakal berterima kasih sama gwe, karena dengan lo tidur bersama dengan Aulia, perusahaan kalian pasti akan semakin besar. Dan gwe bisa dapetin harta karun yang selama ini gwe incar, gak apa lah ya gwe gak dapetin Radit, tapi gwe bisa kok dapetin saudara kembarnya!
"Ehem apa lagi yang kau tunggu, sayang?" tanya Malik dengan menjauhkan gelasnya dari bibirnya, menatap hangat Sani.
"Te- tentu sa- saja menunggu kau menghabiskan minuman mu, sayang... me- memang apa lagi yang aku tunggu!" ujar Sani dengan tergagap, kalo gwe di sini yang ada Malik bakal curiga, lebih baik gwe urus Aulia dulu deh.
Sani bergegas meraih gelas satunya, gelas yang ia buat khusus untuk Aulia.
"Kau habiskan saja minuman mu itu, a- aku biar berikan ini untuk Aulia, i- iya di- dia pasti haus." Sani menatap gelas yang ia pegang.
__ADS_1
"Iya sayang! Cepat berikan minuman itu pada Aulia, dari tadi anak itu belom minum atau makan apa pun selama di sini." ujar Malik tersenyum palsu pada Sani.
Malik langsung membuang minumannya, begitu telinganya mendengar Sani membuka pintu kamar, di mana Aulia berada.
Malik menukar posisi ke dua gelas yang ada di atas meja, dengan sesekali matanya mengawasi keadaan sekitar.
Sekarang gwe perlu menukar gelas minuman Sani dengan Kevin. Sani pasti tidak mencampur minumannya dengan obat sialannn itu. Dia hanya memberikan obat itu pada ku, Aulia dan Kevin, dasar wanita ular. Untung saja aku mengetahui lebih awal rencana busuk mu itu! Jadi aku bisa menggagalkan rencana Sani, jika tidak... bisa habis reputasi ku karena sesat mencintai wanita ular sepertinya! Aku juga akan menghancurkan masa depan Aulia, hubungan ku dengan perusahaan pak Jaya pasti akan sangat berantakan.
Kreeek.
Sani membuka pintu ruang Aulia, keningnya mengkerut melihat Aulia tidak lagi dalam posisi terakhir ia tinggalkan. Terjungkal di atas dengan tubuh yang terikat di kursi.
Sani langsung menepis kecurigaannya pada Aulia, ah mungkin saja Malik membantu wanita sialannn ini, Malik kan orangnya tidak tegaan, jangan kan pada Aulia. Pada ku saja masih mudah kena aku tipu!
Sani melepas kembali lakban yang menutup bibir Aulia, "Lo pasti haus kan, jadi sekarang lo harus minum ini! Ini baik lo buat kesehatan lo!" ucap Sani dengan menarik rambut Aulia ke belakang.
"Aakkkkhh sakit, gwe gak haus, gwe gak butuh minum. Lebih baik lo lepasin gwe!" berontak Aulia dengan terus menggelengkan kepalanya, menghindari Sani yang hendak memberikannya minuman yang Sani bawa.
"Ahahhaha tapi sayangnya lo harus minum ini! Ini spesial loh... gwe buatin khusus buat lo. Buat lo menyambut kedatangan Kevin, Kevin yang sebentar lagi bakal jadi suami gwe! Dan lo bakal nikah sama Malik, rekan bisnis lo itu!" cicit Sani dengan tergelak, tangannya masih berusaha meminumkan Aulia, dengan minuman yang ia bawa.
Deg.
Aulia membola begitu mendengar perkataan Sani, apa maksud Sani... Kevin calon suaminya? Apa hubungannya gwe yang nikah sama Malik? Pak Malik? Rekan bisnis yang baru tadi pagi gwe temuin itu? Orang tadi yang udah nolongin gwe itu ja- jadi itu pak Malik? Sani dan pak Malik bekerja sama untuk nyulik gwe? Apa yang mereka dapat dari ini semua?
Sani yang merasa gerah melihat Aulia yang terus menghindar untuk meminum minumannya, langsung mencengrammm pipi Aulia, membuat mulut Aulia terbuka dan dengan mudah Sani memaksa Aulia untuk meminum minuman yang ia bawa.
__ADS_1
"Mampusss lo Aulia! Setelah ini lo akan tahu, lo sedang berhadapan dengan siapa!" Sani tersenyum puas melihat Aulia yang menghabiskan minumannya dengan baju depannya yang basahhh.
"Minuman apa yang lo kasih ke gwe? Gwe salah apa sama lo, Sani? Gwe gak pernah menyinggung lo, Sani! Kenapa lo ngelakuin ini ke gwe?" cecar Aulia, dengan menahan pusing di kepalanya.
Pandangan Aulia mulai kabur, ia juga merasakan aneh pada tubuhnya, kenapa tubuh gwe ngerasa panas? Pala gwe juga pusing! Astaga ada apa dengan gwe?
Sani menyeringai, ia melepaskan ikatan yang ada pada tangan dan kaki Aulia, "Biar gwe bantu lo, menuju indahnya surga yang bakal lo rasain bersama dengan Malik!" gumam Sani saat memapah Aulia, dan membaringkannya di lantai.
"Lo mau apa? Lo jahat Sani! Apa salah gwe sama lo?" Aulia terus menggeliat liar di atas lantai, dengan tangannya yang berusaha membuka kancing bajunya perlahan, tubuh gwe panas, ini pasti ada yang salah dengan minuman tadi, Sani... lo bener bener jahat!
Sani meninggalkan Aulia, tujuannya kini menghampiri Malik, "Sekarang tinggal gwe urus Malik, cowok lembek kaya dia, huh beruntung lo bisa daptin Aulia, gwe termasuk cewe yang baik kan buat lo!" gumam Sani memuju dirinya sendiri.
Sani berseru memanggil Malik, namun belum usai dia berkata, ada seseorang yang memukulll punggungnya, hingga Sani jatuh pingsan di lantai.
"Sayang, kamu udah habiskan minuman ----"
Bugh.
Bersambung...
🌹🌹🌹
Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅
Menghalu itu gak mudah say 😊
__ADS_1