Pandangan Pertama

Pandangan Pertama
Menyalahkan dirinya sendiri


__ADS_3

...💔💔🌹🌹🌹...


Dava tampak tidak percaya dengan apa yang ia baca dari chat David, "Serius lo? Gwe ke sana sekarang."


Dalam diam, David memperhatikan wajah Kevin yang tengah makan bersama dengan orang tua Aulia.


Sebenarnya apa yang di temukan Dava setelah menyelidiki jati diri Kevin? Apa mungkin Kevin dan Tuan Radit itu memiliki ikatan? Kenapa juga mereka hidup terpisah? Nyonya Sita dan Tuan besar Wiko, tidak mengatakan apa apa perihal Kevin pada Tuan Radit.


Atau mereka hanya memang secara ke betulan saja, memilki wajah yang sama, tapi aku bingung juga sih. Sikap yang di perlihatkan Kevin pada Nona, sama dengan sikap yang pernah di perlihatkan Tuan Radit pada Nona semasa hidupnya dulu.


Gak mungkin juga kalo Kevin dan Tuan Radit, satu orang. Aku menyaksikan sendiri Tuan Radit di makamkan saat itu.


"Eugh..."


Aulia menatap ke sekitar, orang pertama yang ia lihat adalah Kevin.


Tangan Aulia yang lemah, terulur berusaha menggapai tangan Kevin, pria yang ia sangka adalah Radit.


Aulia menatap Kevin dengan tatapan penuh kerinduan, apa aku sedang tidak bermimpi, aku melihat Radit ada di sisi ku? Apa aku sudah berada di surga? Tuhan mendengar do'a ku, menyatukan ku dengan Radit kembali? Jangan pisahkan aku dengan Radit kembali, ya rob.


Kevin yang menyadarinya langsung menggenggam jemari Aulia, "Apa Nona butuh sesuatu? Katakan lah, biar aku ambil kan!" ujar Kevin dengan lembut.


Aulia membola, seketika saat Kevin memanggilnya dengan Nona, ia tersadar jika ini bukan lah di surga, ini nyata. Yang ia lihat bukan lah Radit. Melainkan Kevin, pria yang tidak sengaja tertabrak mobil nya, pria yang ia bawa ke rumah sakit, pria yang membuatnya kembali mengingat Radit.

__ADS_1


Sreek.


Aulia menepis tangan yang menggenggam jemarinya, "Pergi kamu dari sini, aku tidak ingin melihat mu! Pergi!" teriak Aulia dengan histeris.


Bibirnya mengatakan pergi pada Kevin, namun hatinya seakan tersayat dengan ucapannya sendiri, hatinya menangis, relung hati Aulia yang terdalam. Menginginkan Kevin tetap tinggal di sisinya. Ia merindukan Radit.


Kevin melihat bulir bening yang menerobos mata sayu Aulia, jemari Kevin terulur menghapus jejak air mata Aulia.


"Menangis lah jika kamu ingin menangis, jangan kamu pendam perasaan mu. Katakan apa yang sejak dulu ingin kamu katakan!" ujar Kevin setelah membuang nafasnya dengan kasar, melihat reaksi Aulia padanya.


Aulia beranjak dari tidurnya, ia mendudukkan dirinya memukulll mukulll dada bidang Kevin. Dengan bulir bening yang terus tanpa henti ke luar dari pelupuk matanya.


Bugh bugh bugh.


Kevin tertegun mendengar apa yang Aulia katakan, ia membiarkan tangan mungil itu memukulll dadanya, dengan terisak, sesekali mengomel.


Kevin menatapnya dengan iba, aku tidak menyangka... selama ini ia menyimpan itu semua dari orang tuanya. Apa itu yang ia dengar dari orang orang di luaran sana, hingga membuatnya menyalahkan dirinya sendiri?


Aku tidak akan membiarkan mu menjalai ke sulitan ini seorang diri. Eh tapi kenapa juga, memang aku ini apa untuk dirinya? Aku hanya orang luar yang wajahnya mirip dengan almarhum calon suaminya.


Grap.


Kevin memeluk erat tubuh Aulia, saat wanita itu tidak lagi memukull dada bidangnya, Aulia menyandar kan kepalanya pada dada bidang Kevin, tangan Kevin mengelusss punggung Aulia. Tampak Aulia yang masih terisak, Kevin membiarkan Aulia menyandar pada dada bidangnya.

__ADS_1


Dalam diam, Aulia membatin, kenapa rasanya aku hangat berada di dalam pelukannya, aku merasa Radit hidup kembali. Jiwa dan hati ku seakan tenang dengan sentuhan tangan Kevin. Ada apa dengan ku? Apa aku mendambakan sosok Radit pada diri Kevin? Atau aku sudah bisa menerima ke pergian Radit dengan adanya Kevin?


Beberapa saat Aulia diam, akhirnya Aulia membuka mulutnya kembali, ia mencurahkan kembali isi hatinya tanpa emosi, mengatakan pada Kevin seolah Kevin adalah orang yang sudah lama ia kenal.


"Kenapa ini terjadi pada ku, apa salah ku? Aku sudah menolak untuk bertunangan, tapi Radit tetap pada pendiriannya. Aku sudah menolak untuk menikah dini, tapi lagi lagi Radit meyakinkan ku... untuk bisa menerima perjodohan dan pernikahan ini. Tapi belum sempat pernikahan itu terlaksana, musibah itu datang, aku harus apa sekarang? Radit meninggalkan aku, dengan segudang usaha yang ia rintis untuk masa depan kami kelak. Ia benar benar menjamin masa depan ku, tapi sekarang untuk apa... Radit tidak lagi bersama dengan ku!" cicit Aulia dengan tatapan kosong, dalam dekapan Kevin.


Kevin menjarak tubuhnya dengan Aulia, ia menghapus jejak air mata pada pipi Aulia, "Kata siapa Nona pembawa sial?" tanya Kevin dengan memainkan alisnya.


Aulia mengerucutkan bibirnya, menatap tajam Kevin, "Kata siapa? Kau masih bertanya kata siapa? Kata orang orang yang mengenal ku dan Radit. Mereka mengatakan jika aku pembawa sial untuk Radit, untuk keluarga Radit. Di hari yang harusnya aku dan Radit bahagia, Tuhan mengambil nyawa Radit, mama Sita dan papa Wiko di hari yang sama. Apa itu masih kurang jelas untuk mereka mengatakan aku pembawa sial?" ucap Aulia dengan dada yang naik turun.


Kevin menangkup pipi Aulia, "Nona bukan wanita pembawa sial, Nona berlian, harta paling berharga untuk ke dua orang tua Nona. Nona harta yang tidak ternilai untuk almarhum Radit serta orang tua Radit. Biar kan orang lain berkata apa, selama itu tidak menyakiti fisik Nona. Radit dan ke dua orang tuanya meninggal itu sudah suratan takdir mereka.. Tuhan lebih menyayangi mereka, hingga mengambil mereka dari Nona."


Aulia menatap dalam bola mata teduh yang di miliki Kevin, ada apa dengan ku, aku seperti tersihir hanya dengan menatap matanya, aku merasa damai. Mendengar ucapannya, hati ku tenang. Seakan aku hilang kendali pada hati ku.


"Percaya lah pada ku Nona. Tuhan tidak akan memberikan ujian, selama umatnya tidak mampu melaluinya. Tuhan memberikan Nona ujian dengan ke pergian calon suami Nona, itu berarti Tuhan yakin, jika Nona bisa melewati ini semua." ujar Kevin lagi.


Aulia menatap wajah Kevin dengan tatapan menyelidik, "Siapa kamu sebenarnya? Ada hubungan apa kamu dengan Radit? Apa kamu salah satu orang yang merenggut Radit dari ku?" tuduh Aulia yang menepis tangan Kevin dari pipinya.


Bersambung...


...🌹🌹🌹...


Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅

__ADS_1


Menghalu itu gak mudah say 😊


__ADS_2