Pandangan Pertama

Pandangan Pertama
Direktur utama


__ADS_3

...🌹💔💔💔...


Kevin menatap Dava dengan tanda tanya di hatinya, "Apa dalangnya masih orang dekat, bang? Atau rival dalam usaha Radit?"


"Apa maksud mu, orang dekat?" tanya Aulia dengan tatapan menyelidik.


"Orang dekat dalam artian ku ini bisa aja kan orang yang pernah menjadi teman kalian. Atau saingan dalam hubungan asmara kalian dulu! Jika rival dalam usaha Radit, bisa juga sih, secara Radit itu di usia yang masih muda sudah memiliki banyak usaha. Tipe anak muda yang pekerja keras, gigih dan nasib baik berada di tangannya... membawanya pada ke suksesan." terang kevin panjang lebar.


"Apa yang di katakan nak Kevin ini cukup masuk akal juga!" papa Jaya manggut manggut mendengar ocehan Kevin.


"Siapa dalangnya, bang? Katakan terus terang, tanpa ada yang perlu di sembunyikan!" Aulia menatap tajam Dava.


"Sani... dalangnya adalah Sani. Teman sekolah Tuan Muda Radit semasa di Bandung." terang Dava dengan memperlihatkan laptop yang menyala pada Aulia.


Dari CCTV yang ada di rumah makan sederhana milik Radit, tampak setelah kejadian Sani membuat keributan, ke tiganya makan bersama dengan sikap Sani yang agresif pada Radit.


"Kenapa kamu memperlihatkan video ini, bang? Gak ada yang mencurigakan, semuanya tampak biasa aja." terang Aulia dengan kening mengkerut.


"Dari sini memang tidak ada yang mencurigakan. Tapi setelah Nona dan Tuan Radit meninggalkan rumah makan. Di sana lah ke curigaan kami mengarah pada Sani." terang David.


"Jadi Sani membuntuti aku dan Radit?" Aulia membola saat Sani juga ikut meninggalkan rumah makan sederhana, mengikuti arah mobil Radit melaju.


"Benar sekali, Nona!" ucap Dava.


"Apa waktu itu kalian tidak sadar sedang di buntuti, nak?" tanya mama Nami.


Aulia menggelengkan kepalanya.


"Sekarang lihat ini, Nona!" Dava memutar CCTV yang berada di area parkir sekolah.


Dua hari sebelum ke duanya melangsungkan pernikahan.


"Apa yang Sani lakukan pada mobil Radit?" tanya Aulia.


Tampak dalam video Sani berjongkok di belakang mobil Radit, dengan tangan terulur, entah apa yang ia lakukan pada bagian bawah mobil Radit. Tidak berselang lama, Sani meninggal kan sekolah Radit.


"Wanita itu pasti menaruh alat penyadap, bisa juga GPS." celetuk Kevin.


Aulia menoleh ke arah Kevin dengan tatapan yang mencurigai, apa mungkin Kevin juga terlibat?


Kevin yang menyadari tatapan Aulia pun langsung membuat skak mat Aulia. Ia membuang nafasnya dengan kasar lalu mulai berkicau.

__ADS_1


"Jangan bilang kau juga mencurigai ku, Nona! Aku saja baru menyadari jika aku ini masih ada hubungan dengan keluarga Prasetyo, seumur hidup... selama 21 tahun aku terpisah dari keluarga ku sendiri. Di saat aku mengetahui ke benarannya, mereka bertiga tidak ada yang bisa aku peluk." pungkas Kevin.


Aulia jadi merasa bersalah, karena sempat berfikir buruk pada Kevin. Dengan sulit Aulia menelan saliva nya, benar juga yang di katakan Kevin. Tidak seharusnya aku mencurigainya.


Papa Jaya menghampiri Kevin, memberikan tepukan di bahunya, "Janagn ambil hati pikiran buruk Aulia ya nak. Harap di maklumi."


Kevin menyunggikan senyum melihat perlakuan papa Jaya padanya.


Pantas saja Radit setuju untuk di jodohkan dengan Aulia, bahkan ia juga setuju jika pernikahan ke duanya di percepat. Kamu tidak hanya mendapatkan calon istri yang setia serta baik, tapi juga ke dua mertua yang sangat menyayangi mu! Beruntungnya kamu Radit.


"Apa Sani sudah berhasil di tangkap? Sani harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya." ucap Aulia dengan tangan mengepal.


"Nona tenang saja, tadi pagi semua bukti sudah saya serahkan pada pihak berwajib. Kita hanya tinggal menunggu kabar lebih lanjut." ujar Dava.


Beberapa hari setelah ke benaran terkuak, Sani terbukti menjadi dalang dari kasus kecelakaan maut. Dengan korban meninggal Radit, Sita dan Wiko serta beberapa orang lainnya.


Sementara untuk supir yang menabrakkan mobilnya sendiri ke mobil yang di tumpangi Radit dan keluarga, di nyatakan tewas terbunuh di rumah kontrakan nya.


Di sebuah lobby gedung pencakar langit.


Nampak Aulia dan Kevin yang baru turun dari mobil. Dengan di ikuti Dava dan David yang mengekori mereka berdua, memasuki gedung pencakar langit, yang merupakan induk dari perusahaan Prasetyo grup.


Tampak di bawah sudah ada beberapa karyawan yang lalu lalang. Mereka menunduk hormat ada juga yang menyapa Aulia. Ada juga yang ternganga, karena melihat almarhum CEO nya kini berada di sisi Aulia.


"Anjiiir itu bos Radit hidup lagi?"


"Astaga mata gwe siwer kaga sih ini. Apa iya orang yang udah di kubur bisa jalan ke kantor?"


"Allah hu akbar... ini kantor apa gwe masih mimpi sih?"


Pok pok pok.


"Kalian semua, harap dengar kan apa yang ingin saya sampaikan pada kalian." ujar Aulia yang menghentikan langkah kakinya.


"Apa kamu yakin, ingin mengumum kan hal ini di sini?" tanya Kevin, dengan sesekali merenggangkan dasi yang melingkar di kerah kemeja yang ia kenakan.


"Udah, dengerin aja deh. Ngomong kalo aku udah kasih kesempatan buat kamu ngomong. Oke!" ucap Aulia dengan setengah berbisik.


"Info apa bu?" tanya Reina, bagian resepsionis.


"Bu, itu apa almarhum pak Radit, bu?" cicit Boy, security dengan tatapan mengarah pada Kevin.

__ADS_1


"Makanya kalian, saya minta untuk mendengarkan informasi yang ingin saya sampaikan pada kalian. Ini berhubungan dengan pria yang berdiri di samping saya!" ujar Aulia dengan tatapan mengarah pada Kevin.


Aulia membatin, keren juga Kevin kalo pake baju kantoran gini, eh tapi apa pun yang melekat pada tubuhnya, oke oke aja tuh. Astaghfirullah mata di jaga Aulia!


Kevin menyeringai saat mendapati tatapan Aulia, "Awas lo, tar naksir sama gwe... kepentok cinta dah ama gwe, uhuy!"


"Najong!" celetuk Aulia dengan spontan.


"Apaan bu? Najong? Kan ibu mau kasih kita pengumuman. Pengumuman apaan bu?" tanya Reina dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ehem ehem jadi begini... saya akan memperkenal kan pada kalian Direktur utama Prasetyo group yang baru. Karena beliau lah yang lebih berhak atas perusahaan dan posisi ini." cicit Aulia.


"Bukannya pak Radit itu putra tunggal dari keluarga Prasetyo, bu? Apa masih ada lagi pewarisnya?" cicit Mimi, staf HRD.


"Saya akan jelaskan secara singkat nya saja ya! Dia adalah Kevin Prasetyo, saudara kembar dari almarhum Raditia Prasetyo. Karena suatu kecelakaan yang di alami keluarga mama Sita dan papa Wiko, menyebabkan ke beradaan Kevin Prasetyo ini sulit untuk di temukan, bahkan saya sendiri juga belum lama mengetahuinya." ujar Aulia panjang lebar.


"Apa bisa di percaya, bu? Jangan jangan cuma ngaku aja lagi saudara kembar pak Radit, padahal orang luar yang mau ngincer harta pak Radit." cicit Nuri, bagian staf marketing yang menatap sinis pada Kevin.


"Untuk masalah itu, kalian tenang aja. Semua bukti menunjukkan jika benar, saudara Kevin Prasetyo adalah saudara kembar dari Tuan Raditia Prasetyo. Saya sudah melakukan serangkaian tes DNA pada tuan Kevin dan almarhum pak Wiko." terang Dava dengan tegas.


"Apa ada lagi yang ke beratan dengan hal ini?" tanya Aulia dengan tatapan yang memperhati kan karyawan nya.


"Gak bu, udah jelas ko. Selamat datang pak! Mohon kerja samanya!" cicit Reina yang langsung melangkah ke luar dari meja resepsionis. Menghampiri dan menjabat tangan Kevin dengan centilnya.


Satu persatu karyawan mulai bergantian memberikan selamat pada Kevin, mereka menyambut hangat ke beradaan Kevin.


Aulia menggelengkan kepalanya, menatap Kevin yang di kerubungi karyawan wanita, bahkan ada yang meminta foto bersama.


Mulai deh banyak di kerubutin cewek. Kayanya pesona yang di miliki Kevin, sama besar dengan pesonanya, Radit.


Aulia memberikan ruang untuk karyawannya menyambut ke hadiran Kevin, dengan ia yang lebih dulu naik ke ruang kerjanya lebih dulu.


"Bang Dava, tunggu di sini. Temani ke mana pun Kevin pergi." titah Aulia.


Aulia langsung mengayunkan langkah kakinya dengan di ikuti David yang mengekorinya.


"Ke putusan ku tidak salah kan, bang David!" tanya Aulia saat ke duanya berada di dalam kotak besi, menuju lantai atas, ruang kerja Aulia berada.


Bersambung...


...🌹🌹🌹...

__ADS_1


Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅


Menghalu itu gak mudah say 😊


__ADS_2