
...❤️❤️❤️...
"Gwe ga nyangka Radit, gwe yang udah 2 tahun terus terusan ngejer Aulia tapi di tolak terus, malahan jadinya sama temen gwe sendiri." ucap Farel di sela tangisnya.
"Bearti Aulia belom jodoh, lo!" ucap Radit dengan santainya, ia menatap Aulia, dengan sudut bibir yang tersungging, gwe berharap suatu saat nanti gwe bisa buat lo jatuh cinta sama gwe, bisa terima gwe di hati lo.
"Teruuuus ko kita ga di undang si waktu acara tunangan kalian!" tanya Lia dengan menatap Aulia penuh dengan tanda tanya.
"Gwe aja yang tunangan ga di kasih tau, gimana mau ngundang." cibir Aulia.
Datang pelayan wanita dengan membawa minuman dan makanan yang tadi di pesan.
"Permisi ka, pesenannya."
Pelayan wanita itu, menghidangkan semua minuman dan makanan yang di bawa ke atas meja dengan cekatan.
"Silahkan di nikmati kakak!" ujar sang pelayan wanita dengan ramah.
"Terima kasih mba." ujar Aulia dengan senyum manisnya.
"Iya ka, kalo ada lagi... panggil aja ya ka. Saya permisi ya ka!" pelayan wanita itu langsung beranjak pergi.
"Ini nyata ga sih!" tanya Farel yang masih belum bisa terima, dengan kenyataan jika wanita yang selama ini di kejarnya, ternyata malah tunangan dengan sahabat barunya.
Tanpa basa basi, Radit yang duduk di depan Farel langsung melayangkan kepalan tangan kanannya di atas kening Farel yang lebar.
Pletaaak.
Suara jitakan yang keras mendarat di kening Farel.
"Auuuuh, gila lo... sakit nih!" Farel mengaduh kesakitan, dengan tangannya yang mengelusss keningnya.
Tanpa di interuksi lagi, Lia yang melihatnya langsung meraih gelas ice cappucino miliknya, dan menempelkannya pada jidat Farel yang tadi di jitak Radit dengan keras.
Farel menatap lekat mata bulat Lia yang begitu dekat dengannya, astaga gak salah nih gwe, Lia kalo di perhatiin dari dekat gini, gak kalah cantik ko dari Aulia, udah baik, cerewet lagi, temen gwe berantem juga kan.
Lia berdiri dari duduknya, dan sedikit membungkuk untuk menempelkan gelas ice cappucino pada kening Farel.
Tanpa sadar, Farel mengulurkan tangan kanannya dan menggenggam pergelangan tangan Lia, yang di gunakan untuk memegang gelas ice cappucinonya.
Deg deg deg.
Jantung Farel berdetak dengan kencang, seolah dirinya habis mengitari lapangan berkali kali.
Farel membatin, astaga... apa lagi ini yang salah sama gwe! Gawat kalo sampe Lia denger suara detak jantung gwe nih, bisa berabe urusannya... tensin kan gwe sama Lia.
__ADS_1
Lia membatin dengan mata bulatnya yang menatap mata teduh Farel, ko gwe baru nyadar ya! Farel ini ganteng, tapi sayangnya Farel lebih suka sama Aulia. Boro boro ngelirik gwe, yang ada berdebat mulu gwe sama ini anak!
Aulia yang melihatnya di buat senyum sendiri dengan tingkah ke duanya, gwe rasa ini anak berdua lagi ngerasain yang namanya getaran cinta deh. Bakal ada yang jadian ini, bisa kali gwe palakin peje, pajak jadian, hahay.
Radit yang melihat Aulia senyum senyum sendiri, dengan pandangan Aulia yang terfokus pada Farel. Mau tidak mau, membuat Radit menyangka jika Aulia benar benar menaruh hati terhadap Farel.
Radit membatin dengan tangan mengepal, masa iya sih, Aulia minta gwe batalin pertunangan itu karena dia... Farel tengik, gwe gak percaya kalo Aulia lebih milih Farrel di banding gwe.
"Ehem... pandang pandangannya di lanjut nanti juga boleh!" ledek Aulia, menyadarkan Lia dan Fadel yang terbuai dalam lamunan mereka.
Lia langsung melepaskan tangannya dari gelas yang tengah ia pegang, dengan canggung mendudukkan dirinya kembali.
"Apaan si lo, nyari perhatian gwe... lo ya! Gwe bisa sendiri!" sungut Farrel dengan ketus, menutupi rasa ke canggungan saat ini.
"Biasa aja dong, lo! Nyesel gwe bantuin lo!" sungut Lia.
Mereka berempat terus mengobrol sampai tak terasa waktu menjelang sore.
Radit mengantar ke duanya pulang, dan tinggal lah di mobil hanya ada Radit dan Aulia.
Terjawab sudah ke curigaan Lia, Seli, Farrel dan Danu. Meski yang baru mengetahui ke benarannya adalah Farrel dan Lia, pasti besok entah hari ini Lia dan Farrel akan memberi tahu Danu dan Seli, akan status hubungan Radit dan Aulia sendiri.
Saat mobil yang di kemudian Radit hampir mendekati rumah Aulia, Radit menoleh ke arah Aulia yang tampak anteng tanpa bersuara.
Radit menyunggingkan senyumnya, saat mendapati Aulia yang tertidur pulas, "Pantes dari tadi di ajak ngobrol gak ada suaranya!"
Radit mencium kening Aulia lama. Saat ada pergerakan dari Aulia, Radit langsung menghentikan aksinya, dan membelai lembut rambut panjang Aulia dengan kasih sayang.
Radit membenarkan posisi kepala Aulia agar menyandar pada bahunya, agar saat bangun tidur nanti Aulia tidak merasa pegal dengan lehernya.
"Silahkan Tuan!" ucap Malik ramah sambil mempersilahkan calon Tuan-nya masuk, setelah pintu gerbang terbuka lebar.
Radit hanya menganggukkan kepalanya tanpa senyum.
Radit langsung ke luar dari mobil, berjalan ke arah Aulia berada, lalu menggendong Aulia dengan ke dua tangannya.
Penjaga pintu rumah Aulia, langsung membukakan pintu besar berwarna coklat itu, saat melihat Nona Muda-nya berada dalam gendongan Radit.
Mama Nami yang sedang asyik menonton televisi, terkejut dan heran melihat Aulia berada dalam gendongan Radit.
"Loh Radit, Aulia kenapa?" mama Nami yang langsung menghampiri Radit dengan wajah cemas, pikirannya sudah buruk terhadap Aulia.
"Aulia tadi ke tiduran mah, gak enak kalo di bangunin." ujar Radit.
Mama Nami membuang nafas lega, "Kirain kenapa sama ini anak, ya udah langsung bawa ke kamar aja ya, sayang. Itu di lantai 2, kamar Aulia deket tangga ya, maaf lo jadi merepotkan!"
__ADS_1
"Iya mah, gak ngerepotin ko." Radit mengayunkan langkah kakinya, menaiki anak tangga menuju lantai 2, di mana kamar Aulia berada.
Sedangkan mama Nami langsung ke dapur, meminta bi Ida membuat minum untuk Radit.
Radit mendorong pintu kamar Aulia dengan kakinya, beruntung pintu kamar Aulia tidak di kunci dan tidak tertutup rapat. Hingga memudahkan untuk Radit membuka pintu kamar Aulia.
Radit membaringkan tubuh Aulia dengan hati hati ke atas ranjang yang ukurannya king size, hingga Aulia merasa nyaman dengan posisinya sekarang.
"Lo gak pernah berubah Aulia, tetep seperti ini ya jadi Aulianya Radit, pujaan hati gwe." Radit mengusap lembut bibir Aulia dengan jempolnya.
Cup.
Lagi lagi lagi Radit mencuri ciuman dari Aulia, tapi kali ini bukan di kening melainkan di bibir.
Saat Radit hendak meninggalkan kamar Aulia, Radit berbalik badan dan sayangnya ke adaan tidak mendukung.
Bugh.
Radit terjatuh karena menginjak sesuatu.
"Auuuuhhh." keluh Radit dengan mengelusss bokonggg nya yang mencium lantai.
Aulia yang tadinya tertidur pulas, langsung mengerjapkan ke dua matanya, saat indra pendengarannya, mendengar teriakan dari dalam kamarnya.
Aulia membola, saat sepasang mata indahnya melihat Radit ada di dalam kamarnya, "Kamu? Ngapain di situ?" tanya Aulia.
Radit menoleh ke arah Aulia yang sudah membuka ke dua matanya, "Gwe? Tidur!" ucap Radit dengan kesal, berusaha berdiri dengan berpegangan pada pinggiran ranjang Aulia.
Aulia mengerutkan keningnya, "Ko tidur di bawah, Dit?" tanya Aulia dengan polosnya.
"Banyak nanya, lo!" Radit kesal di tanya terus tanpa di bantu oleh Aulia. Radit menarik dengan kasarr pegangannya di ranjang agar bisa berdiri.
Bugh.
"Akhhh." pekik Aulia.
Radit terjatuh lagi, kali ini ia terjatuh di atas tubuh Aulia. Mata ke duanya saling bertemu dan menatap satu sama lain, hingga tanpa di sadari Radit semakin mendekatkan bibirnya pada bibir pink Aulia.
Radit mencium lembut bibir pink Aulia, Aulia memejamkan mata menikmati sentuhan bibir Radit. Beberapa detik kemudian Radit melepas ciumannya dari bibir Aulia dan mengusapnya lembut dengan jempolnya.
"Aaaaaa!" teriakan mama Nami menggema di depan pintu kamar Aulia.
...❤️❤️❤️...
bersambung......
__ADS_1
Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅
Menghalu itu gak mudah say 😅