
...🌹🌹💔💔...
Sani berjingkat kaget, "Ka- kau? Kau mengagetkan ku saja sayang. Jelas aku sedang menunggu mu!" Sani memeluk manja Malik.
"Apa ada yang kau sembunyikan dari ku, sayang?" tanya Malik dengan datar.
Sani mengadahkan wajahnya, menatap Malik dengan intens, gak mungkin kan ini cowok dengerin pembicaraan gwe barusan di telpon? Bisa kacau rencana gwe kalo sampe Malik denger semuanya.
Sani memainkan kancing kemeja yang di kenakan Malik, "Aku hanya menyembunyikan satu hal dari mu sayang, aku sangat mencintai mu!" ucap Sani dengan manja, gwe muak sama lo! Saking aja gwe butuh dukungan lo buat ngejalanin semua rencana gwe ini buat ngancurin Aulia.
Malik mengerutkan keningnya, nampak tidak percaya dengan Sani, setelah apa yang sudah ia dengar saat Sani berbicara dengan seseorang di telpon, yang sudah pasti orang itu adalah Kevin.
"Benarkan begitu?" tanya Malik singkat.
Sani meraba pipi Malik, "Kau meragukan ku, sayang?" sialan, kayanya gwe kudu buat rencana baru, gwe jebak aja lo sekalian sama Aulia! Dengan begitu Kevin bakalan jijik sama lo Aulia, dan Kevin pasti bakal jatuh kepelukan gwe.
__ADS_1
Bukannya menjawab, Malik malah memberikan pertanyaan pada Sani, "Kapan kau akan membebaskan Aulia? Aku tidak tega melihatnya terkurung di dalam kamar pengap seperti itu!"
Sani tersenyum palsu, "Sabar ya sayang, aku pasti akan membebaskan Aulia dari kamar pengap itu. Tunggu aku di sini ya, kamu pasti haus."
Sani melenggang pergi meninggalkan Malik, gwe pastikan lo dan Aulia harus bersatu, apa pun caranya, gwe masih ada waktu sampe Kevin dateng ke sini, menyaksikan kalian sedang ahahahaha, mampus lo Aulia! Nama baik lo akan tercoreng! Kevin bakal ninggalin lo, dan sebaliknya Kevin akan jadi milik gwe.
Gedung yang tampak tak terurus itu masih memiliki beberapa barang yang masih bisa di gunakan, tempat yang selama ini menjadi tempat berlindung Sani dari kejaran para polisi.
Sani membuatkan minuman untuk Malik, dan juga untuk Aulia. Sementara satu gelas lagi sengaja ia buat untuk Kevin, yang dalam hitungan jam akan datang menemuinya.
Malik yang sejak tadi mengikuti Sani, bersembunyi di balik dinding, dengan jelas mendengar semua gumaman Sani, gak salah gwe ngikutin Sani sampe ke sini, ternyata benar, ada yang di sembunyiin dari gwe! Gwe harus bisa selametin Aulia dari sini, lebih baik gwe hubungin pak Jaya, meminta Kevin untuk datang segera ke tempat ini.
Dengan mengendap endap, Malik berjalan menjauh dari tempat persembunyiannya. Ia mulai mengetikkan pesan pada Jaya.
Malik menatap ke layar hape-nya untuk menghubungi pak Jaya, namun urung ia lakukan. Lebih baik kirim pesan singkat aja, kalo di telpon yang ada Sani bisa curiga sama gwe!
__ADS_1
"Maaf sebelumnya pak Jaya, ada hal yang sangat mendesak. Tolong suruh Kevin segera ke alamat xxx, yang ada di puncak, selamatkan Aulia, karena dia akan sangat membutuhkan Kevin untuk berada di sisinya." pesan terkirim ke nomor hape papa Jaya.
"Jadi putri ku bersama dengan mu? Bisa kau jelaskan itu pada ku? Apa salah putri ku pada mu, Malik!!" balasan pesan yang di kirim papa Jaya ke Malik.
"Nanti saya jelaskan, pak. Untuk saat ini saya hanya bisa membantu Aulia semampu saya, sisanya hanya Kevin yang bisa membantu Aulia dari kesulitannya, paling saya hanya bisa mengulur waktu, apa yang akan Sani lakukan pada putri bapak!" pesan terkirim ke papa Jaya.
"Malik, sayang, kamu di mana? Apa kamu tidak haus? Ini aku sudah buatkan minuman untuk mu! Kau pasti akan sangat menyukainya!" suara Sani dengan manja, menggema dari dalam gudang, ia mencari cari keberadaan Malik.
"Ia aku ada di sini sayang, sebentar... aku akan menghampiri mu!" gwe harus bersikap biasa aja, seolah gwe gak tau apa apa! Ini demi Aulia dan Kevin, demi kerja sama perusahaan gwe juga pastinya.
Bersambung...
🌹🌹🌹
Terima kasih udah menyempatkan buat mampir. Jangan lupa like dan komen. Abaikan jika gak suka yo 😅😅
__ADS_1
Menghalu itu gak mudah say 😊