
Sebuah sekolah yang megah terlihat begitu indah, suasananya sangat berbeda dari sekolah lain.
Hari ini adalah hari pendaftaran murid baru di akademi melati biru.
Akademi melati Biru yang biasanya tenang menjadi terlihat ramai.
Para orang tua bersama anak anaknya berebut untuk mendaftar masuk akademi tersebut.
Akademi Melati biru adalah salah satu akademi yang tersohor di Provinsi Lampung, Karena akademi tersebut telah banyak melahirkan penyihir jenius yang berbakat dan mendapatkan pekerjaan di kota pusat kekaisaran Nuswantara untuk menjadi salah satu penjaga sang Kaisar.
Indonesia yang beberapa ratus tahun yang lalu hanyalah negeri kecil, kini setelah sihir mulai terkuak dan tidak bisa lagi di tutup tutupi keberadaannya.
Membuat negara Indonesia yang kecil mulai berani memperluas wilayahnya dengan menjajah negara negara di sekitarnya menggunakan ribuan pasukan penyihir.
Perang yang harusnya tinggal cerita kini mulai bergejolak kembali, Kekaisaran Nuswantara yang dulu hanyalah sebuah negeri kecil bernama Indonesia kini mempunyai wilayah yang sangat luas bahkan termasuk 4 Kekaisaran yang paling di segani oleh dunia.
"wuuz,jleeeb braaaak".
Seorang pemuda terlihat melemparkan pisaunya dengan cepat ke arah sebatang pohon.
Matanya terlihat sayup, tatapannya kosong mengarah ke pohon yang berdiri tegak di hadapannya.
Rambutnya yang lurus & bergelombang, hidungnya mancung dan memiliki kulit yang putih pucat layaknya salju membuat pemuda itu terlihat seperti boneka hidup.
Ketenangan yang pemuda itu pancarkan dalam semua gerakannya mampu membuat setiap mata yang memandang menjadi takjub meskipun wajah & rambutnya telah di basahi oleh keringat.
"Kakak, kakak ayah memanggilmu".
__ADS_1
Seorang gadis berusia 16 tahun menghampirinya dengan melambaikan tangan.
"iya" Pemuda itu menjawab lalu menghampiri gadis tersebut dan menggandengnya.
Dalam benaknya ia berfikir "ada masalah apa sampai Ayah memanggilku saat aku sedang berlatih?".
"Kak,bagaimana hasil latihanmu hari ini?" tanya gadis itu sambil menunjukan gigi gingsul yang menghiasi senyumnya.
"lumayan" jawab pemuda itu singkat dengan terus berjalan.
"Lumayan???" gadis itu kembali bertanya dengan wajah keheranan.
Pemuda itu hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi.
"Kak,besok hari terakhir akademi Melati Biru menerima murid.
"Kalau begitu,besok saya akannikut memdaftar ke akademi itu" pemuda itu menghela nafas panjang dengan santai.
"Tapi untuk masuk ke akademi Melati Biru,Seorang kultivator sihir harus masuk ke tahap bumi tingkat 8? Bukannya kata Ayah kakak tidak akan bisa melebihi tahap pasir?" ucap gadis itu dengan cemas.
Tingkat penyihir di dunia ini memiliki 12 tahap yaitu : tahap pasir,bumi atau tanah,batu,giok,mutiara,berlian, hampa, raja,dewa,langit,semesta dan sang hyang wenang.
Dan setiap tahap memiliki 9 tingkatan.
"Adiku,tenanglah" Balas pemuda itu dengan wajah dingin.
********
__ADS_1
Zidan nama pemuda itu, Ayahnya adalah pemimpin salah satu keluarga cabang clan Bulan sabit merah.
Namun,semua orang memandangnya rendah karena ia sebagai Tuan muda clan bulan sabit merah masih dalam tahap pasir tingkat 1 meskipun Ayahnya telah banyak memberikan sumber daya untuk meningkatkan pelatihan tahap sihirnya.
"Ayah,saya kembali" Ucap pemuda itu sebelum mengecup tangan Ayahnya.
"Zidan,ini ketua Ryan. Dia adalah salah satu orang kepercayaan Ayah.
Bila nanti akademi Melati Biru tidak menerimamu.
Ayah sudah bersiap mendaftarkanmu di SMA Langit Merah.
Dan Ketua Ryan adalah pemilik SMA tersebut" Tetua Zen yang tak lain adalah Ayah Zidan sang ketua Clan Bulan sabit Merah terlihat begitu mengkhawatirkan putranya.
"Jadi kakak mau sekolah di daerah pesisir??? itu berarti Suci bakalan jauh sama Azhi dong" Ucap gadis itu dengan sedih.
"Ayah,Uchi jangan khawatir, saya akan mendaftar di SMA Melati Biru.
Jika saya gagal dalam tes pemilihan murid, maka jangan anggap saya Anak dari Tetua Zen sang tetua cabang clan Bulan sabit merah" Kata pemuda itu dengan tenang.
"Hmm,hmm ini baru anak ku haha haha. Ketua Ryan,sepertinya niat untuk menyekolahkan putraku ke SMA mu tidak perlu di bahas lagi".
Balas Tetua Zen dengan tertawa sembari mengelus elus jenggotnya yang telah memutih.
"Tapi tetua,bukankah sekolah Melati Biru mempunyai standar yang tinggi dalam menerima murid??? Dengar dengar Tuan muda sampai saat ini hanya berada di dalam tingkat pasir sedangkan semua orang tahu bahwa syarat utama agar di terima oleh SMA Melati Biru haruslah berada pada tahap bumi tingkat 8?" .
"Terima kasih atas perhatiannya Tetua, namun Tetua Ryan tidak perlu khawatir" sahut Zidan dengan wajah tanpa ekspresi.
__ADS_1