
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya rombongan mereka sampai di depan asrama siswa akademi melati biru, para siswa yang melihat kejadian itu mulai berkumpul mengitari kereta kencana untuk melihat siapa orang yang mengendarai kereta kerajaan yang di jaga oleh 30 orang prajurit hanya untuk berangkat ke akademi.
Tetua para perajurit turun dari kudanya dan mulai mengetuk pintuk kereta kencana tersebut.
"Tuan,tuan muda. Tolong bangunlah, kita sudah sampai di dalam asrama siswa milik akademi melati biru".
Iblis manis yang sedang tertidur pulas mulai bangun ketika mendengar suara prajurit dan ketukan pintu.
"Ahh, sudah sampai ternyata. Kalian berdua, cepatlah bangun".
Iblis manis membangunkan kedua temannya sebelum membuka pintu kereta dan beranjak keluar.
Zidan yang baru terbangun dari tidurnya terlihat begitu bersemangat.
"Ahhh, baru beberapa hari menjalankan misi rasanya seperti meninggalkan asrama ini selama satu bulan".
Ma'ruf yang tengah meregangkan tubuh setelah bangun tidur hanya bisa tertawa mendengar ucapan Zidan.
"Anak manja sepertimu, mana bisa tahan jauh dari rumah hahaha".
Mendengar Ma'ruf yang melemparkan ucapan profokasi, Zidan mulai berbalik menatap wajah Ma'ruf.
" Apa maumu? Apa kau ingin menjadi kelelawar panggang?".
"Jika kau bisa, maka kemari dan lakukanlah".
Ketua tentara kekaisaran yang melihat anak muda yang mereka kawal sedikit terkejut melihat kelakuan Zidan dan Ma'ruf.
Sulit untuk membayangkan bahwa pemuda pemuda ini adalah Iblis yang meratakan Clan Phoenix emas hanya dalam kurun waktu satu malam.
"Anu tuan muda, apakah ada yang bisa kami bantu lagi?".
Mendengar ucapan ketua tentara Ma'ruf dan Zidan yang sedang berseteru mulai kembali tenang.
"Bisakah kau memberikan nomor ponsel milikmu? Aku ingin mengatur keuangan clan Phoenix emas melalui dirimu, apa kau keberatan?".
Iblis manis bertanya dengan sopan sembari mengeluarkan smartphone miliknya dari dalam cincin semesta.
"Ah baiklah, dengan senang hati hamba akan membantu tuan muda".
Sedangkan para siswa akademi melati biru yang menyaksikan kejadian itu mulai heran karena 3 pemuda yang turun dari kereta sebelumnya tidak terlalu mencolok,kecuali Zidan dengan bakat buruknya.
Bagaimana bisa mereka bertiga membuat seorang pemimpin sebuah pasukan tunduk dan menjalankan semua perintah mereka, sedangkan syarat untuk menjadi seorang ketua tentara kekaisaran seorang penyihir haruslah bisa memasuki tahap giok.
Seorang pemuda berjubah putih bersama 10 orang temannya mendekati keramaian tersebut.
"Minggir semua berikan jalan untuk Tuan muda Fang".
Seorang pria berjubah putih kuning yang berada di depan pria berjubah putih yang bernama tuan muda Fang membuat jalan di dalam kerumunan untuk tuan muda mereka.
"Cih aku kira ada orang penting yang datang kemari, ternyata hanya beberapa anak ingusan yang ingin mencari perhatian".
Pria muda yang mendengar tuan muda mereka berkomentar mulai mengiyakan kata kata tuan muda tersebut.
"Benar tuan muda, aku mengenal salah satu dari mereka. Pemuda yang memakai bandana berwarna putih itu adalah anak salah satu clan kecil di wilayah ini yang terkenal karena kempuannya yang payah".
Tuan muda Fang yang mendengar ucapan bawahannya pun mulai tersenyum.
__ADS_1
"Oh,lalu bagaimana bisa dia menjadi salah satu murid akademi melati biru ini?".
" Menurut rumor yang hamba dengar dia menggunakan kekuasaan clannya untuk masuk ke akademi, ada juga rumor yang mengatakan bahwa secara ajaib dia bisa masuk kedalam tahap batu saat ujian penerimaan murid sedang berlangsung".
"Ternyata hanya sekumpulan sampah,mari kita pergi".
Zidan dan Ma'ruf yang mendengar ucapan tuan muda Fang mulai tersulut emosinya.
" Sampah? Siapa yang kau panggil sampah wahai sampah?".
Salah satu pengikut tuan muda Fang yang mendengar Ma'ruf menjawab ucapan tuan muda mereka mulai berbalik.
"Berani beraninya orang kampung seperti kalian memanggil tuan muda kami sampah, apa kau ingin kehilangan nyawa?".
Mendengar ancaman dari pengikut Fang, Ma'ruf bukannya merasa takut malah tertawa dengan kencang.
"Kau ingin mengambil nyawaku? Haha apa kau bercanda? Bawa sini 100 tuan muda sepertinya, maka akan aku buat mereka semua bertekuk lutut dan menjilati kakiku!".
Fang yang sebelumnya berniat meninggalkan kerumunan itu kini terlihat marah dan kembali menghampiri Ma'ruf.
"Orang kampung seperti mu ingin aku tunduk dan menjilati kakimu? Kau ini tidak tahu tentang dunia luar sedikitpun atau memang bodoh? Aku ini Tuan muda Fang anak dari Tetua clan burung camar ungu!".
Para murid yang mendengar nama clan burung Camar ungu di sebut mulai saling berdiskusi dan berbisik.
" Sebenarnya siapa pria muda itu? Kenapa dia berani mencari masalah dengan clan camar ungu?".
"Entahlah mungkin dia sudah bosan hidup atau memiliki orang kuat di belakangnya".
Prajurit kekaisaran yang mendengar tuan muda mereka di lecehkan mulai ikut terbawa amarah.
"Berani beraninya kalian anak kecil mengganggu tuan muda kami!".
"Kenapa aku tidak berani menghina orang kampung seperti kalian? Hanya prajurit saja, ayahku bisa membeli sebanyak yang ia mau".
Mendengarkan ucapan Fang yang semakin kekanak kanakan, ketua prajurit kekaisaran tidak tahu harus tertawa atau marah.
Namun mendengar Iblis manis di lecehkan seperti itu dia tidak bisa diam, karena jika Iblis manis terluka atau merasa para prajurit kabupaten ini melayaninya dengan kurang baik maka bisa saja Iblis manis menurunkan pangkat atau bahkan menghukum mati tentara kerajaan dengan hanya menunjukan plakat kekaisaran yang dia miliki kepada sang Gubernur.
" Apa kau tidak tahu anak kecil! 3 orang tuan muda yang berada di hadapanmu ini adalah kesatria ib-".
Sebelum menyelesaikan ucapannya, Iblis manis menepuk bahu ketua prajurit kekaisaran.
"Ketua,cukup. Biarkan masalah di dalam akademi ini kami selesaikan sendiri.
Oh iya,jika boleh tau siapa nama ketua?".
Melihat tingkah laku Iblis manis yang lembut dan sopan, Ketua kesatria kerajaan seakan akan merasa menghadapi dua orang yang berbeda.
Saat ia pertama kali bertemu dengan Iblis manis yang ia rasakan hanyalah rasa takut dan kebencian, namun kali ini yang ia rasakan ketika mendengar Iblis manis berbicara adalah ketenangan dan rasa nyaman layaknya berada di hadapan ibu nya sendiri meskipun Iblis manis adalah seorang lelaki.
"Baiklah tuan muda,hamba mengikuti perintah. Nama hamba adalah Ari, Tuan muda bisa memanggil hamba Ari".
Merasa di abaikan begitu saja oleh rombongan Iblis manis, tuan muda Fang mulai kehabisan kesabaran.
"Berani beraninya orang kampung seperti kalian tidak menganggap keberadaanku, apa kalian tahu? Clan burung camar ungu milik keluargaku itu sangat kuat bahkan bisa di bilang hampir menyetarai kekuatan clan Phoenix emas!".
Mendengar clan Phoenix emas yang sudah hancur di sebut sebagai tolak ukur sebuah clan, Iblis manis beserta semua orang yang telah mengetahui bahwa clan Phoenix emas sudah menjadi nama sejak semalam mulai tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Ini lah alasanku kenapa tidak memperbolehkan ketua Ari ikut campur urusan anak kecil seperti kami".
Iblis manis tertawa dengan suara kecil.
"Baiklah baiklah tuan muda, kalau begitu hamba pamit undur diri hahaha haha".
Melihat tingkah laku tentara dan rombongan Iblis manis yang seharusnya takut malah tertawa, Fang merasa sangat malu dan sedikit kebingungan.
" A-apa yang kalian tertawakan! Apa yang lucu! Jika kalian memang jantan, kemarilah dan hadapi aku sekarang!".
Melihat tingkah laku Fang yang kekanak kanakan, Zidan yang sebelumnya hanya diam kini mulai maju mendekati Ma'ruf.
"Apa kau bodoh? Di akademi ini di larang bertanding kecuali di lapangan pertandingan, kami juga baru pulang dari menjalankan misi. Aku tidak menyangka ada orang sebodoh dirimu yang tidak mengetahui aturan dasar akademi".
Mendengar dirinya semakin di rendahkan, wajah Fang mulai merah padam namun ia tidak bisa menyangkal aturan tersebut karena itu memang ada dan benar.
"Apa yang baru saja kau ucapkan? Bukankah kau anak lemah dari salah satu clan di wilayah ini? Kenapa kau tidak mengakui rasa takutmu karena menghadapi orang kuat sepertiku!".
Zidan hanya menggelengkan kepala dan menghela nafas panjang mendengar kalimat yang keluar dari mulut Fang.
Dengan wajah tanpa ekspresi dan mata di penuhi nafsu membunuh, Zidan kembali mengucapkan beberapa kalimat dengan nada dingin sebelum Ma'ruf mengajak ia dan Iblis manis memasuki asrama mereka.
"O, kau kuat? Kalau begitu tunjukan padaku di atas panggung saat turnament penyihir nanti yang akan di adakan 2 bulan lagi".
Mendengar jawaban Zidan yang penuh dengan rasa percaya diri, Fang sedikit merasa takut namun karena ramainya siswa yang berada di tempat itu membuatnya tidak bisa menunjukan sisi lemahnya.
"Baiklah, aku terima tantanganmu! 2 bulan lagi akan aku buat kau kencing di celana saat menghadapiku di atas turnamen".
*********
Zidan yang telah selesai membersihkan badan duduk di kursi yang berada di samping pintu masuk kamarnya, sedangkan Ma'ruf masih asik membersihkan diri.
Iblis manis yang tidur di atas kasur yang berada tepat di hadapan Zidan dengan badan di miringkan.
Sedang bermain game di smartphonenya, dengan begitu serius.
Ma'ruf yang telah selesai membersihkan diri mulai keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana jeans panjang berwarna hitam, tanpa memakai baju hingga memperlihatkan dadanya yang berisi dan bidang serta perutnya yang kotak kotak membuat Ma'ruf terlihat begitu jantan.
Handuk yang sebelumnya ia bawa keluar dari kamar mandi untuk mengeringkan rambutnya kini ia lemparkan keatas lemari yang berada tepat di samping pintu masuk kamar mandi di dalam ruangan itu.
Ma'ruf melompat ketempat tidur milik Iblis manis, melihat Iblis manis yang begitu fokus bernain game Ma'ruf langsung memeluk pinggang Iblis manis dari belakang.
Iblis manis yang merasakan Ma'ruf mulai mengganggunya hanya diam dan tetap fokus melanjutkan game yang sedang ia mainkan.
Ma'ruf menarik smartphone milik Iblis manis dan menggenggam erat kedua tangan Iblis manis dalam keadaan terlentang.
Dengan perlahan Ma'ruf mendekatkan Bibirnya kearah Iblis manis sampai wajah Iblis manis menjadi merah padam.
"Kyaaa apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku".
Iblis manis berteriak dengan kencang ketika Ma'ruf meniup leher dan telinganya.
Zidan yang melihat kedua sahabatnya bermain dengan begitu akrab, akhirnya tidak mau ketinggalan dan ikut serta melompat keatas tubuh Iblis manis.
Namun saat Zidan mendaratkan tangannya di dada Iblis manis tanpa sengaja, ia merasakan sensasi kenyal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Ketika tangan Zidan menekan dada Iblis manis, Iblis manis yang awalnya terlihat sedikit tenang menjadi marah dan langsung bangkit menampar Ma'ruf dan Zidan.
__ADS_1
"Plaaak, Plaak".
Kedua pipi pemuda itu kini di hiasi warna merah berbentuk telapak tangan.