Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
44. Mendeklarasikan perang.


__ADS_3

Para tetua berkumpul dengan berdiri di hadapan Zidan,Iblis manis serta Ma'ruf yang duduk dengan tenang di atas kursi.


"Para tetua, silahkan duduk.


Kalian tidak perlu sungkan".


Iblis manis mempersilahkan anggota tetua untuk duduk namun para tetua tetap bersikeras ingin berdiri karena mereka sadar tanpa keramahan hati Iblis manis mungkin saat ini mereka masih tetap menjadi seorang pengemis atau pekerja kasar.


"Terima kasih Tuan muda, kami lebih nyaman berdiri hehe.


Bukan kah begitu Jenderal Ari?".


"Benar sekali tetua An, sudah lama aku tidak berdiri seperti ini".


Iblis manis hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah konyol para tetua.


"Baiklah jika itu kemauan para tetua, kedatangan ku kemari yang pertama adalah untuk mengambil beberapa kekayaan clan Phoenix emas sebelum nya.


Yang kedua adalah untuk mengganti nama wilayah ini dari clan Phoenix emas menjadi sekte mawar hitam".


Dugaan para tetua ternyata benar, Iblis manis biasa mengunjungi clan hanya bersama Ma'ruf atau kesatria topeng purnama.


Tetapi kali ini Iblis manis datang dengan Pangeran kegelapan, pasti ada hal penting yang akan mereka putuskan sampai ketiga orang yang menghancurkan clan Phoenix emas dalam semalam berkumpul.


"Tuan muda, hamba akan mengantar anda menuju ruang harta.


Dan hamba akan memberi perintah kepada salah satu tetua agar mengumpulkan para tetua dari keluarga cabang clan Phoenix emas yang masih tersebar di beberapa wilayah".


"Jenderal Ar, anda tidak perlu terburu buru.


Biarkan para tetua Istirahat malam ini dan kumpulkan semua tetua besok pagi.


Aku juga menempuh perjalanan yang lumayan panjang, sepertinya aku juga perlu Istirahat".


"Sendiko dawuh, sesuai titah Tuan muda".


Jenderal Ari pun menuntun Iblis manis ke dalam salah satu ruang penyimpanan harta clan Phoenix emas sebelumnya untuk mengambil beberapa harta itu sebagai bekal menuju balai pelelangan kismis.


Sedangkan Ma'ruf dan Zidan yang masih berada di ruang tamu saling berpandangan dengan canggung di temani para tetua.


"Baiklah aku akan jujur saja, Zhi! Aku menyukai Iblis manis dan aku berharap kau bisa menjaga jarak dengan nya".


Zidan tertawa dengan begitu keras sebelum menjawab peringatan yang di sampaikan oleh Ma'ruf,sampai membuat para tetua begitu merinding.


"Apa kau berfikir hanya kau yang boleh menyukai nya dan mendekati nya sesuka hatimu?".


"Apa maksudmu?".


"Jika aku mengatakan padamu bahwa aku juga menyukainya, apa yang akan kau lakukan?".


Kini giliran Ma'ruf yang tertawa dari balik topengnya.


"Zidan Zidan, aku memberi tahu perasaanku pada dia kepadamu agar kau sadar diri dan menjauhinya.


Aku sudah mengenalnya sejak lama dan aku mengetahui semua hal yang dia suka dan dia benci. Sedangkan kau? Hahahaha".


Keduanya mulai berdiri dengan saling menatap, mereka berdua sampai lupa terhadap para tetua yang memandangi mereka dengan wajah ketakutan.


"Menurutmu hanya karena aku orang baru di dalam hidupnya maka aku tidak bisa mendapatkannya? Pffft, lihat saja nanti siapa yang akan sadar diri".


"Jadi kau mendeklarasikan perang untuk mendapatkan hatinya? Baiklah, aku menerima tantanganmu!".


Perseteruan antar sahabat karena memperebutkan seorang wanita yang mereka cintai adalah hal yang wajar,

__ADS_1


Karena keduanya adalah seorang sahabat maka mereka lebih memilih untuk saling jujur dan bersaing secara bersih.


Berbeda dengan persaingan antar dua orang pemuda yang tidak mengenal, demi seorang wanita dan menyingkirkan saingannya apa pun akan mereka lakukan.


Para tetua yang sebelumnya begitu gugup mulai duduk dengan tenang, setelah melihat Zidan dan Ma'ruf yang kembali bercanda dengan santai usai berdebat panas beberapa saat.


Iblis manis kembali dengan wajah yang begitu cerah, ketiganya pun memutuskan untuk membersihkan diri dan ikut menikmati jamuan makan malam yang telah di siapkan oleh para tetua sebelum tertidur pulas dengan perut kenyang.


Suasana di dalam wilayah clan Phoenix emas sangat ramai, banyak para pedagang yang kini berani memasuki wilayah clan itu untuk berjualan setelah wilayah itu berhasil di rebut Iblis manis.


Keluarga cabang atau luar clan Phoenix emas tidak berani membalaskan dendam saudara saudara mereka bukan karena mereka takut kepada Iblis manis.


Hanya saja mereka berfikir bahwa dengan hancurnya keluarga utama dan dalam, maka mereka tidak perlu lagi memberikan pajak tahunan kepada clan.


Karena para anggota keluarga cabang atau luar adalah anggota clan yang di usir atau korban bully yang memutuskan untuk meninggalkan wilayah utama clan mereka sendiri.


Suasana di dalam wilayah clan Phoenix emas pagi ini sangatlah ramai karena akan di adakan pergantian nama clan.


Semua keturunan clan Phoenix emas hadir melihat runtuhnya nama besar clan mereka.


Iblis manis berdiri di tengah tengah ruang utama clan dengan pakaian serba hitam yang memiliki motif bunga mawar di punggungnya.


"Saudara saudari ku sekalian, pagi ini aku umumkan bahwa nama clan Phoenix emas akan di tanggalkan.


Untuk para anggota yang masih memiliki garis keturunan clan Phoenix emas kalian tidak perlu khawatir, aku hanya merubah nama wilayah clan ini menjadi sebuah sekte bernama Mawar hitam.


Siapapun boleh bergabung, apabila para keturunan anggota clan Phoenix emas ingin memisahkan diri maka aku tidak keberatan.


Jika kalian ingin menjadi anggota sekte baru ini aku akan menyambut kedatangan kalian dengan senyuman".


Mau tidak mau para anggota clan Phoenix emas pun menanggalkan clan mereka dan bergabung dengan sekte Iblis manis.


Karena percuma saja memiliki clan yang tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi anggotanya.


Para perampok atau preman itu takut karena bisa saja sekte akan membalaskan dendam anggotanya dengan mengahabisi mereka semua.


"Jenderal Ar, aku memberikan kitab ini kepadamu.


Agar kau bisa melatih semua anggota sekte ini dan mengajari mereka teknik teknik yang berada di dalam buku ini".


Iblis manis memberikan sebuah buku berwarna hitam kelam yang di hiasi oleh ukiran mawar dari tinta emas di atasnya.


Buku itu adalah buku teknik sihir dari clan mawar hitam yang Iblis temukan beberapa waktu lalu.


Karena telah menemukan begitu banyak teknik sihir dan bela diri clan nya sendiri, Iblis manis memutuskan untuk membangun sebuah sekte dengan nama clan nya.


"Te-teknik ini, ini adalah kitab yang begitu hebat Tuan muda! Apa anda yakin agar anggota sekte kita mempelajari teknik teknik ini tanpa terkecuali?".


Iblis manis tersenyum dengan lembut melihat tetua Ari begitu bersemangat.


Ekspresi tetua Ari sangatlah wajar, karena sebelum hancur atau musnah.


Clan mawar hitam adalah clan yang sangat terkenal kuat bahkan tidak memiliki keluarga cabang sama sekali karena hanya berisi orang orang berbakat di dalamnya.


"Anda terlalu memuji Jenderal Ar, kitab itu hanya 1 dari 12 kitab yang aku dapatkan dari clan ku".


Para tetua sangat terkejut dengan ucapan Iblis manis yang menyebut kitab yang memiliki teknik sekuat itu hanya salah satu dari 12 kitab clan nya.


"Pantas saja Tuan muda sangat hebat meskipun usia anda masih lah sangat muda".


"Yang tua ini akan giat berlatih agat bisa melindungi sekte barumu ini dan menjadi tangan serta telingamu Tuan muda".


Semua hadirin menaruh hormat kepada Iblis manis setelah Iblis manis memberikan harta clan nya yang berada di dalam kitab hitam tersebut.

__ADS_1


Kini giliran Zidan yang mulai berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri Iblis manis.


"Baiklah kalau begitu, karena aku adalah salah satu dari ketiga ketua sekte baru ini maka akau harus ikut menyumbang sesuatu utuk kemajuan sekte baru kita ini.


Tanpa berbasa basi lagi aku akan bertanya.


Siapa dari kalian yang seorang alkemis atau mempunyai minat untuk belajar menjadi seorang alkemis?".


Para hadirin pun mengangkat tangan setelah mendengar pernyataan Zidan.


'Aku tidak menyangka mereka bisa seantusias ini'.


"Baiklah kalau begitu untuk tetua yang memiliki gelar seorang alkemis silahkan maju, aku akan memberikan beberapa resep pil serta teknik pembuatan pil dan aku harap semua orang yang berminat dalam bidang ini mempelajari nya dengan sungguh sungguh".


Seorang tetua yang mengenakan jubah panjang mulai berdiri dari kursinya dan menghampiri Zidan.


Setelah begitu dekat, pria itu menerima sebuah gulungan yang berisi tentang cara membuat ratusan pil yang Zidan tulis berdasarkan ingatan Pangeran Iblis yang dia dapatkan ketika berada di dalam rumah.


Wajah pria itu terlihat tidak percaya setelah membaca beberapa bagian tulisan dari dalam gulungan yang Zidan berikan.


"Tu-tuan muda, resep resep ini adalah resep ratusan obat yang telah lama hilang!".


"Ya kau benar, semua resep ini berasal dari alkemis alkemis hebat ribuan tahun yang lalu".


Alkemis itu berlutut di hadapan Zidan untuk menunjukan rasa bahagianya.


"Tuan muda hamba akan belajar dan mengajari anggota sekte ini! Aku akan selamanya setia terhadap Tuan muda!".


"Cepatlah berdiri aku tidak membutuhkan mu berlutut atau bersujud di hadapan ku,


Jika kalian ingin berterima kasih kepada ku maka belajarlah dengan giat dan bersungguh sungguh".


Sikap Zidan yang cuek,kasar,acuh tak acuh namun menyimpan perhatian yang sangat besar membuat para anggota sekte yang sebelumnya mengecap dia sombong menjadi sedikit luluh bahkan mulai mengagumi karakter Zidan.


Setelah Zidan selesai berbicara kini giliran Ma'ruf yang bangkit dari kursinya, dan menghampiri kedua sahabatnya.


"Seperti nya aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi karena kalian pasti sudah mengenalku,


Berbeda dengan kedua temanku ini yang memberikan teknik teknik hebat untuk sekte.


Aku di sini hadir untuk menunjuk dan membagi tugas kepada anggota sekte agar sekte ini bisa berjalan dengan baik kedepannya.


Kalian cukup memanggil kami 3 ketua besar, pangkat kami di dalam sekte lebih tinggi dari para tetua.


Untuk para tetua aku harap kalian bisa menjaga sekte ini dengan baik karena kami hanya sesekali datang kemari, apabila sekte butuh bantuan dari kami maka kalian bisa segera menghubungiku.


Untuk para anggota sekte yang berminat untuk mempelajari sihir dan bela diri silahkan melakukan pelatihan di bawah pimpinan para tetua, dan jangan lupa kalian juga harus tetap bekerja karena sekte tidak memberi makan orang orang malas.


Aku harap dengan teknik bela diri maupun sihir yang di berikan oleh kedua temanku, kalian bisa memulai berdagang atau menjadi pengawal bayaran dan menyelesaikan misi di dalam prost prost terdekat.


Semua itu semata mata demi kemajuan kalian semua agar kelak bisa menjadi orang yang membanggakan sekte baru kita ini.


Kali ini cukup sampai di sini saja, Aku Kesatria topeng purnama undur diri".


 


*********


Oh iya buat temen temen semua yang udah ngelike,ngevote dan coment.


saya minta maaf banget karena gak bisa ngelanjutin novel saya ini karena tadi pagi handphone saya hilang dan saya belum ada duit buat beli baru, jadinya mau gak mau saya gak bisa ngelanjutin novvel ini.


Jadi buat temen temen semua udah gaperlu ngelike maupun vote soalnya saya mungkin masih lama beli hp dan ngelanjutin novel ini lagi.

__ADS_1


Maaf ya sekali lagi temen temen.


__ADS_2