Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
47. Hoca Sufi.


__ADS_3

Zidan beserta kedua rekannya pun akhirnya berangkat menuju rumah balai lelang kismis untuk menghadiri acara pelelangan yang terbesar di tahun ini.


Ketiganya pun terbang bersama sama, seperti biasa.


Hanya Zidan yang tetap teelihat seperti manusia karena ia menggunakan sayap berapi miliknya.


Sedangkan Iblis manis dan Ma'ruf menggunakan teknik peringanan tubuh milik mereka dan menjadi ribuan kelopak bunga mawar berwarna hitam dan ratusan kelelawar berwarna merah.


Hanya dalam beberapa menit ketiganya sudah berada di kota Turi, hanya tinggal melewati 3 kota lagi dan mereka bisa sampai di balai lelang kismis.


"Tolong berhenti sebentar di kota ini, aku perlu ke kamar kecil".


Iblis manis berbicara dengan nada yang sedikit malu malu.


"Ah baiklah, kalau begitu kita turun di rumah makan itu.


Aku yakin mereka memiliki kamar mandi".


Zidan menjawab sembari menunjuk ke salah satu rumah makan yang memiliki pelakat besar bertulis kan 'RM. Turi Putih'.


Orang orang yang berlalu lalang sangat ramai di kota ini, bahkan kemacetan sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa.


Dengan perlahan Zidan turun menginjakan kakinya ke tanah, di liputi oleh ribuan kelopak bunga dan kelelawar yang perlahan menyatu dan membentuk sebuah tubuh.


Semua orang yang melihat pemandangan itu hanya bisa takjub, mereka yakin bahwa ketiga remaja yang mereka lihat bukan lah penyihir biasa dan harus berhati hati agar tidak menyinggung mereka.


Penjaga yang berdiri di luar rumah makan tersebut terlihat sangat ketakutan saat Zidan perlahan mendekatinya dengan wajah tanpa eksresi.


"Apa kah kalian memiliki kamar mandi?".


Wajah para penjaga rumah makan tersebut menjadi pucat ketika mendengar suara Zidan yang sangat dingin dan terasa mengintimidasi.


"Ada Tuan ada, kami memiliki kamar mandi".


"Kalau begitu tolong antar kan teman ku".


Sejenak penjaga itu melamun ketika menatap wajah Iblis manis yang sangat cantik, namun aura tidak senang yang di pancarakan oleh Zidan membuat pelayan itu tersadar dari lamunan nya dan terburu buru menunjukan jalan kepada Iblis manis.


"Baiklah Nona, mari ikuti aku".


Iblis manis pun berlari mengikuti sang penjaga menuju kamar mandi yang berada di dalam rumah makan tersebut, sedangkan Zidan dan Ma'ruf masih berdiri tepat di depan pintu rumah makan.


"Zhi, apa kau ingin masuk sebentar dan memesan kopi sembari menunggu Iblis manis".


"Jika kau tidak keberatan, kenapa tidak?".


"Baiklah, mari kita masuk".


Zidan dan ma'ruf pun memesan 3 gelas kopi, dan duduk tepat di samping jendela rumah makan tersebut.


"Hmmm, pemandangan di kota ini tidak terlalu buruk".


"Benar Ruf, rasanya seperti berada di dunia lain".


Ketika Zidan dan Ma'ruf menikmati kopi mereka masing masing, Iblis manis yang berada di dalam kamar mandi pun kini bisa bernafas dengan lega setelah menyelesaikan hajatnya.

__ADS_1


Dengan santai Iblis manis keluar dari dalam toilet, namun seorang pria yang memiliki rambut panjang berwarna putih sedang asik membuang air kecil dan menengok ke arah pintu toilet yang perlahan terbuka, terlihat seorang gadis yang tak lain adalah Iblis manis keluar dari toilet tersebut.


Kedua mata mereka saling bertemu dan tak sengaja Iblis manis mengarahkan pandangan matanya kepada anu pemuda tersebut.


"Kyaaaaaa"


"Waaaaaaa"


Iblis manis dan pria tersebut menjerit dengan lantang bersama sama, sampai membuat seluruh pengunjung rumah makan kaget dan tersedak.


"Zhi, suara itu...".


"Tidak salah lagi, itu Ang".


Zidan dan Ma'ruf bergegas menuju kamar mandi di ikuti oleh beberapa pelanggan yang penasaran dengan asal suara yang mengejutkan mereka hingga tersedak.


"Apa yang terjadi Ang! Siapa yang mengganggumu hingga kau berteriak sekeras itu? Aku akan membunuhnya!".


Ma'ruf yang berbicara dengan suara lantang dengan membawa tombak yang muncul di genggamannya secara tiba tiba membuat pria yang beramput putih panjang itu sedikit panik.


"Tidak, tidak Tuan. Aku tidak mengganggunya, dia hanya kebetulan melihat anu ku saat keluar dari toilet".


"Oh, jadi kau rupanya orang yang membuat Ang berteriak hingga seperti itu?


Kebetulan melihat anu mu? Kau memperlihatkan barang najis mu itu kepadanya dan beralasan hanya kebetulan".


Zidan yang berbicara dengan wajah tanpa ekspresi dan suara datar namun penuh ancaman, membuat pria muda itu semakin panik.


Perlahan mana berwarna hitam gelap yang di selimuti cahaya berwarna ungu meliputi tubuh Zidan, sebuah katana yang berwarna hitam juga muncul di dalam genggaman Zidan.


Ketika Zidan dan Ma'ruf bersiap menyerang pemuda itu, tiba tiba muncul seseorang yang memakai hodie dan masker berwarna hitam muncul di hadapan mereka berdua.


"Tuan tuan, tenanglah.


Sepertinya ada sedikit salah paham di sini".


Pria berhodie hitam itu menengahi keributan dengan santai seakan akan mereka semua bukanlah apa apa.


"Cepat pergi atau aku akan membunuhmu".


Jawaban Zidan yang singkat, padat dan penuh ancaman itu membuat pemuda berhodie hitam membuka maskernya secara perlahan hingga senyuman yang menghiasi bibirnya dapat di lihat oleh semua orang.


"Maaf kan kelancangan teman saya yang ceroboh,


Tapi coba kalian lihat tanda yang terpasang di pintu kamar mandi ini.


Ini adalah toilet pria, dan teman gadis anda yang masuk kemari.


Jadi ini bukan 100% kesalahan teman saya".


Semua orang baru tersadar bahwa Iblis manis lah yang memasuki kamar mandi pria.


Iblis manis hanya bisa menepuk jidat nya sendiri sembari bergumam di dalam hati.


'Sialan, kenapa aku sampai lupa bahwa tubuh ku kini adalah tubuh seorang gadis? Ah, sepertinya karena aku terlalu terburu buru, bisa bisanya aku salah masuk'.

__ADS_1


"Baiklah, karena semua pihak sudah tenang. Aku akan mentraktir kalian, semoga tuan tuan tidak keberatan dan biarkan aku menjamu kalian".


Lanjut pria berhodie dengan santai sebelum kembali berjalan di ikuti oleh pria berambut putih serta rombongan Zidan.


"Terima kasih Ca, kalau tidak ada dirimu mungkin aku sudah di potong potong menjadi sate".


"Ya ya ya, aku harap lain kali kau bisa berhati hati Jun".


Kelima nya pun berkumpul di dalam rumah makan tersebut, mengitari sebuah meja yang berbentuk bulat dengan puluhan macam hidangan di atasnya.


"Anu, jika boleh tau. Siapa nama kalian berdua".


"Perkenalkan, aku adalah arjun.


Kalian bisa memanggilku juna dan pria di sampingku ini adalah Hoca Sufi (Hoca di baca Hoka, bahasa Turkey yang memiliki arti Guru) si pria tak terlihat".


"Tidak terlihat?".


Ma'ruf dan Zidan bertanya secara bersamaan sebelum saling berpandangan.


"Ya, dia sangat pandai menyembunyikan keberadaannya.


Meskipun tanpa sihir sekali pun dia tetap bisa bersembunyi di antara orang orang, seperti tadi saat kalian mengancam ku.


Bukan kah kalian tidak menyadari kehadiran nya sebelum dia berbicara,padahal dia berdiri di hadapan kalian".


Zidan dan Ma'ruf serta Iblis manis baru tersadar bahwa pria ini muncul secara tiba tiba dan tidak mengetahui kapan tepatnya dia mulai datang di tengah kejadian tadi.


Sedangkan Hoca yang di bicarakan terlihat tidak perduli dan fokus melahap hidangannya dengan santai.


"Oh, iya.


Kalau boleh tahu siapa nama kalian bertiga".


"Kalian bisa memanggilku Iblis manis, dan orang yang duduk di samping kanan ku adalah Ma'ruf ansorul Tuan muda dari keluarga Huda.


Sedangkan pemuda yang berada di sisi kiri ku adalah Zidan Di Lastrea Tuan muda dari clan Bulan sabit merah".


"Wah, kalau begitu salam kenal ya semua".


Pemuda berhodie hitam itu berhenti melahap makanan nya dan menatap Zidan dengan wajah sedikit malas.


"Sepertinya kau juga seorang kontraktor".


Kata kata yang keluar dari dalam mulut Hoca sufi membuat Zidan sedikit terkejut, karena dirinya sendiri pun menganggap ucapan makhluk aneh yang berada di dalam goa itu hanya sebuah omong kosong karena tidak pernah ada catatan atau buku yang menjelaskan tentang kontraktor meskipun Zidan sudah mencari di ruang perpustakan milik sang Gubernur dari clan Phoenix emas.


Tapi, pria yang baru saja ia temui ini dapat mengetahui nya.


Bagaimana mungkin Zidan tidak terkejut, namun untuk berjaga jaga Zidan tetap menahan rasa ingin tahu nya dan kembali memasang wajah tanpa ekspresi.


"Iya, aku seorang kontraktor.


Lalu apa masalah mu?".


"Aku hanya memastikan, apa kau keberatan?".

__ADS_1


[Author]


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul Crazy Game.


__ADS_2