Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
18. Manisnya balas dendam (III)


__ADS_3

Pangeran Iblis yang kini mengendalikan tubuh Zidan mulai menerobos ratusan anggota Phoenix emas yang sedang diam karena pengaruh aura milik Iblis manis,


Dengan tersenyum dan mengayunkan kedua bilah pedangnya sang Pangeran Iblis tertawa ketika memenggal kepala musuh musuhnya.


Setelah berhasil membuat ratusan nyawa melayang, Pangeran Iblis mulai masuk kedalam pemukiman clan Phoenix emas menggunakan langkah bayangan untuk membunuh semua anggota keluarga clan Phoenix emas sampai tak tersisa satu pun.


Sedangkan Ma'ruf yang sebelumnya terkapar di atas tanah kini mulai berdiri, mendekati Iblis manis.


"To-tolonglah buka juga segel di dalam tubuhku,aku sangat ingin membalaskan semua dendamku malam ini".


Iblis manis yang mendengar permohonan Ma'ruf mau tak mau harus menuruti perkataan sahabatnya itu, keduanya mulai berkomunikasi dan masuk ke alam bawah sadar.


Di dalam alam bawah sadar terlihat Iblis manis berdiri di hadapan Ma'ruf yang sedang membungkukan badannya.


"Aku Iblis manis, sebagai tuan yang menyegel Iblis di dalam tubuhmu dengan ini aku nyatakan terbukalah wahai segel yang kubuat! Wahai Iblis yang bersemayam di dalam raga sahabatku turuti perintah tuanmu dan habisi setiap anggota clan Phoenix emas yang kau lihat!".


Ma'ruf yang membungkukan badan di hadapan Iblis manis mulai tersenyum.


"Hamba mendengar dan hamba patuh".


Mana berwarna ungu di hiasi kilatan petir menyelimuti tubuh Ma'ruf ketika dia keluar dari alam bawah sadar.


Matanya yang sebelumnya berwarna ungu di balik topengnya kini berubah menjadi merah seperti darah, perlahan Ma'ruf membuka topeng yang ia kenakan dan terlihat sepasang taring kini menghiasi mulutnya.


Dengan sekejap Ma'ruf melompat kearah Iblis manis dan memeluknya dengan erat, Ma'ruf menyentuh leher milik Iblis manis dengan perlahan dan lembut sebelum ia menancapkan kedua taringnya.


Iblis manis yang sudah mengerti tentang apa yang akan di lakukan oleh Ma'ruf hanya bisa diam dan pasrah, karena jika Ma'ruf tidak meminum darah sesama Iblis maka secara perlahan kesadarannya akan menghilang dan ia akan mengamuk tanpa kontrol.


"Ahhh, tolong perlahan jangan terburu buru"


Iblis manis mengerang sembari menahan rasa sakit ketika darahnya mulai di hisap oleh Ma'ruf dari lehernya, Iblis manis hanya bisa memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri untuk menahan rasa sakit yang di timbulkan oleh Ma'ruf.


Setelah selesai meminum darah milik Iblis manis, sayap seperti milik kelelawar berwarna hitam kemerahan mulai tumbuh menghiasi punghung milik Ma'ruf.


Tetua clan phoenix emas bersama 3 penjaganya yang sedari tadi hanya memperhatikan gerak gerik Iblis manis mulai merasa bosan dan berinisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.


"Sialan, sepertinya kalian melupakan kehadiran kami! Baiklah biarkan kami menyerang terlebih dahulu agar kau mengingat nama kelompok kesatria 3 roda yang telah merenggut nyawamu. Hiyaaat".


Salah satu anggota kesatria 3 roda menyerang Iblis manis menggunakan toya(tongkat panjang) berwarna kuning dengan cepat, namun sebelum toya itu sampai mengenai Iblis manis Ma'ruf menghadang serangan toya itu dengan tangan kosong sampai menimbulkan suara gemuruh yang begitu dahsyat.


"Ba-bagaimana mungkin, bocah sepertimu bisa menahan seranganku yang sudah masuk dalam tahap hampa?".


Ma'ruf hanya tersenyum dan menggumamkan beberapa kalimat.

__ADS_1


"Bunuh! Hapuskan! Hancurkan! Bunuh! Hapuskan! Hancurkan!".


Kalimat itu lah yang selalu Ma'ruf gumamkan secara berulang ulang setelah meminum darah Iblis manis.


Anggota kesatria 3 roda lain yang melihat Ma'ruf mampu menangkis serangan saudaranya akhirnya ikut turun tangan untuk membantu.


"Adik ke 3, apa kau baik baik saja?".


Sedangkan kesatria roda 3 yang melihat saudaranya datang membantu mundur sejenak untuk menyiapkan serangan selanjutnya.


"Aku baik baik saja kakak ke 2, tolong tahan bocah itu sebentar. Aku akan menggunakan teknik pamungkasku".


Kesatria roda 3 yang sudah turun untuk membantu saudaranya pun mengiyakan permintaan saudaranya tersebut.


Ma'ruf mengeluarkan tombak berwarna merah dan hitam, dengan sekuat tenaga ia melemparkan tombak itu kearah salah satu pendekar 3 roda yang baru saja datang untuk membantu.


"Jeduaaaar" ledakan dahsyat terjadi ketika tombak milik Ma'ruf mengenai Zirah berwarna perak kehijauan milik salah satu pendekar 3 roda.


"Hahaha ha, apa kau pikir mainan kecilmu itu mampu melukaiku? Zirah yang kupakai ini adalah harta tingkat tinggi milik clan Phoenix emas! Senjata tidak akan sanggup melukai ku".


Iblis manis yang sedari tadi hanya diam kini mengepakan sayapnya yang berwarna hitam di hiasi bingang bintang seperti alam semesta dan hanya dalam hitungan detik dia sudah sampai di samping kesatria roda 3.


"Owh benarkah? Kalau begitu biarkan aku mencoba".


Ketika sabit milik Iblis manis mengenai tubuh salah satu kesatria beroda 3 yang memakai armor, kesatria itu sangat terkejut karena tidak menyadari kehadiran Iblis manis dan seketika tubuhnya terbelah menjadi 2 hingga usus di dalam tubuhnya terburai keluar bersimbah darah.


"Sepertinya kau di tipu clan Phoenix emas, itu hanya armor sampah seperti yang lain ketika bertemu sabit kematianku".


Kesatria beroda 3 yang berdiri di samping Tetua clan Phoenix emas terkejut ketika melihat adiknya yang memakai harta karun tipe armor yang terkenal kuat dan tidak bisa di lukai oleh senjata apapun namun dengan hanya satu tebasan dari Iblis manis sudah cukup untuk menghilangkan nyawa saudaranya itu.


"Sepertinya aku terlalu meremehkanmu Iblis manis, rumor tentangmu yang dulu berhasil menghabisi 600 ribu pasukan pemberontak ku kira hanya lelucon yang di lebih lebihkan.


Tapi setelah melihat kejadian ini aku baru sadar bahwa dengan kekuatanmu yang sekarang kau bisa menghancurkan satu kabupaten seorang diri.


Namun jangan senang terlebih dahulu karena aku berbeda dari musuh musuhmu yang sebelumnya!".


Setelah selesai berbicara, ketua kelompok kesatria roda 3 menghampiri Iblis manis dan mengayunkan bilah pedangnya yang berwarna hijau dari atas.


Iblis manis yang melihat serangan itu bisa menghindar dengan mudah namun ketika ia menghindar sebuah batu besar yang mengeluarkan api menabrak dirinya hingga terjatuh.


"Hahaha bodoh, kau pikir bisa bertarung seorang diri melawan kami berdua?".


Tetua clan Phoenix emas yang buncit tertawa melihat serangan diam diamnya berhasil melukai Iblis manis.

__ADS_1


Sedangkan Ma'ruf berlari menuju salah satu kesatria 3 roda yang sedang memejamkan mata untuk menyiapkan teknik terkuatnya, Ketika tombak milik Ma'ruf hampir menyentuh tubuh kesatria roda 3 itu Tetua clan Phoenix emas menghalau tombak Ma'ruf dengan pedang dan mengalihkan tombak itu kearah atas menghindari tubuh kesatria roda 3.


"Kau pikir bisa dengan mudah menyentuhnya?".


Karena serangannya berhasil dihalau, Ma'ruf melompat kebelakang untuk menghindari seangan balasan dari Tetua clan Phoenix emas.


Batu batu besar yang terbang di baluti api mulai terbang dengan cepat mengarah kepada Ma'ruf.


Satu persatu tombak berwarna hitam merah muncul di genggaman tangan Ma'ruf, dengan sekuat tenaga ia melemparkan satu persatu tombak miliknya hingga menabrak batu batu berapi yang besar itu sampai meledak menjadi pecahan batu batu biasah.


Batu dan tombak milik Ma'ruf dan Tetua clan Phoenix emas saling bertabrakan, keduanya saling menyerang dengan sengit sampai ratusan tombak dan batu berapi terbang memenuhi udara sekitar peperangan dan bertabrakan.


Di sisi lain Iblis manis yang sempat terjatuh kini sudah kembali berdiri dan terbang kembali menuju salah satu kesatria roda 3 yang memakai pedang, Namun kali ini gerakan Iblis manis terlihat lebih agresif ia menyerang dengan cepat kearah kesatria roda 3 namun kesatria roda 3 berhasil menghindar dan menahan serangan milik Iblis manis menggunakan pedannya.


Hanya saja ketika sabit kematian milik Iblis manis menyentuh pedang milik kesatria roda 3, dalam sekejap pedang itu terbelah menjadi 2 hingga membuat ketua kesatria roda 3 terkejut dan mengambil jarak aman kebelakang.


"Teknik Naga gila!".


Ketua kesatria roda 3 mengeluarkan teknik miliknya, pusaran air dari bawah kakinya mengeluarkan seeokor naga air yang sangat besar.


Ketika tubuh naga air itu beputar mengelilingi tubuh tuannya, tanah yang di sentuhnya hancur seketika bahkan para prajurit Phoenix emas yang bertabrakan dengan naga air itu tubuhnya hancur seketika karena tekanan air yang membentuk Naga itu sangat kuat.


Ketika Naga air terbang kearah Iblis manis dengan sangat cepat, Naga itu membuka mulutnya dengan lebar seakan akan mampu menelan apapun yang di lewatinya.


Sabit kematian dengan cepat menebas Naga air itu dan membuatnya terbelah menjadi 2.


"Tidak,Tidak! Tidak mungkin naga air miliku bisa di hancurkan dengan 1 tebasan".


Ketika ketua kesatria roda 3 sedang dalam kondisi syok, karena Naga air kebanggaannya hancur dalam sekejap.


Iblis manis langsung mempersingkat jarak antar ruang dan tiba di belakang ketua kesatria roda 3 dalam sekejap.


Sebelum sang ketua roda 3 menyadari kehadiran Iblis manis, kepalanya dengan sangat cepat terjatuh kebawah meninggalkan tubuhnya.


Ratusan pedang yang terbuat dari cahaya berwarna emas terbentuk satu persatu melayang di sekitar tubuh kesatria roda 3 yang sedang memejamkan mata dan melafalkan teknik pamungkas miliknya.


Ma'ruf melemparkan ratusan tombak untuk menyerang dan menahan batu batu berapi milik Tetua clan Phoenix emas, dia sengaja mengarahkan salah satu tombaknya untuk menghindar dari batu berapi.


Tombak itu berhasil lewat menembus jantung kesatria yang roda 3 sedang melafalkan mantra, ratusan pedang cahaya yang mulanya melayang di sekitar tubuh kesatria itu mulai berjatuhan ketanah satu persatu.


Konsekuensi dari menghindari salah satu batu berapi itu adalah membuat batu itu berhasil menabrak tubuh Ma'ruf dan membuatnya terjatuh ketanah dalam kondisi penuh luka luka dan memuntahkan darah.


Melihat Ma'ruf yang sudah terjatuh, Tetua clan Phoenix emas mengerahkan semua mana terakhir miliknya untuk membuat sebongkah batu besar yang di hiasi api berwarna biru.

__ADS_1


Belum sempat ia menyelesaikan teknik miliknya, Iblis manis sudah berada di belakang tetua clan Phoenix emas itu dan memenggal kepalanya dalam sekejap.


__ADS_2