Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
37. Menjalin hubungan.


__ADS_3

Zidan berjalan mengitari para anggota clan daun gugur dengan tangan di belakang.


Wajah Tuan muda Derris sangat ketakutan seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Apakah aku harus melepas semua pakaianmu dan menggantung tubuhmu di pintu toko ini agar kau kehilangan harga diri, baru kau mau melanjutkan ucapanmu?".


Pertanyaan Zidan yang memiliki ancaman membuat para anggota clan daun gugur sangat ketakutan seperti ingin kencing di celana.


Tuan muda Derris dengan tubuh yang masih terkulai lemas dan di selimuti rasa takut mulai memberanikan diri untuk berbicara.


"Tu-tuan muda Zidan, tolong maafkan kami.


Kami tidak berani tuan kami tidak berani".


"Lalu apa maksud dari kedatangan kalian kemari? Bukankah kalian sudah menguasai pasar obat di daerah utara ini sampai 90%?".


"Be-benar Tuan muda, kami memang menguasai pemasaran obat di daerah ini.


Tapi itu karena Ayahku memberanikan diri menyewa alkemis tingkat senior yang bisa membuat pil dengan efek samping hanya 15%.


Tentu saja Ayah ku menyewa alkemis itu dengan harga yang sangat tinggi bahkan sampai harus berhutang ratusan juta rupiah ke Bank".


Amarah yang sebelumnya menguasai hati Zidan kini perlahan menghilang digantikan rasa iba.


"Baiklah, bangun dan duduk lah bersamaku.


Para prajurit clan daun gugur kalian bisa menunggu di luar dan membantu orang ku menangani pelanggan atau bisa pulang ke clan kalian.


Alkemis cepat buat obat seperti di dalam resep yang aku berikan dan belajarlah memurnikan semua obat obatan itu, jangan berhenti sebelum berhasil".


"Tu-tuan muda, maafkan kelancangan hamba yang datang kemari mengganggu kedamaian Tuan muda".


Mendengar ucapan Tuan muda Derris yang penuh rasa bersalah membuat Zidan melunak dan mau tak mau memaafkannya atas kejadian yang baru saja mereka perbuat.


"Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu, yang lalu biarlah berlalu.


Aku hanya ingin memberikan beberapa pertanyaan, aku berharap kau mau menjawabnya dengan jujur".


"Tentu saja Tuan muda, aku akan menjawab semua pertanyaan mu dengan jujur".


"Baiklah, pertanyaan pertama.


Kenapa clan daun gugur membuka toko obat di wilayah utara kabupaten ini?


Bukankah clan kalian berada di barat kabupaten ini?


Kedua, kenapa Ayahmu sampai berhutang ratusan juta rupiah dan menyewa alkemis tingkat senior? Bukankah itu sangat beresiko untuk keberlangsungan clan kalian?".


Sebelum menjawab pertanyaan yang di lontarkan Zidan, Tuan muda Derris meneguk ludah dan memasang wajah penuh kesedihan.


"Sebenarnya keluarga ku sudah di usir dari kediaman keluarga utama clan daun gugur, kami sekarang membuka keluarga cabang dan mendirikannya jauh dari kediaman clan kami dengan harapan tidak ada lagi pihak yang mengganggu kedamaian kami.


Untuk pertanyaan kedua Tuan muda, jawaban sebenarnya adalah karena kami tidak memiliki bisnis sama sekali.


Kami hanyalah keluarga cabang yang baru berdiri beberapa bulan, karena ekonomi yang begitu sulit.


Akhirnya Ayahku memutuskan untuk berhutang ratusan juta rupiah di Bank untuk menyewa alkemis tingkat senior,

__ADS_1


Harapan Ayah adalah agar kami bisa tetap makan dan tinggal dengan layak, namun mendengar kabar bahwa keluarga cabang clan bulan sabit merah menjual obat dengan khasiat 100% tanpa efek samping.


Tentu saja hal itu membuat Ayahku tidak kuat menahan diri, sekarang beliau sedang pingsan di kamar dan aku sendiri yang berinisiatif untuk datang kemari.


Jika ada obat tanpa efek samping, maka mau tak mau kami harus menutup toko obat kami.


Dan alkemis yang Ayah ku sewa dengan harga tinggi menjadi tidak berarti, belum lagi hutang ratusan juta di Bank.


Bagaimana keluarga cabang seperti kami bisa membayarnya?".


Dengan penuh belas kasih Zidan menatap wajah Tuan muda Derris, Zidan sangat kagum dengan pemikiran Derris muda yang begitu mengkhawatirkan keberlangsungan clannya.


"Hmmm,baiklah. Aku akan membantumu".


"A-apakah itu benar Tuan muda? Ka-kami sangat merasa menyesal dan bersalah karena datang kemari dengan tujuan untuk merebut alkemis hebat yang Tuan muda sewa".


Mendengar ucapan Derris yang masih salah mengenali siapa alkemis hebat itu, Zidan menjadi tertawa terbahak bahak.


"Ah, kau berhasil menghiburku.


Alkemis yang kalian bicarakan itu adalah aku".


Sontak penyataan Zidan membuat Derris begitu terkejut.


"Tu-tuan muda Zidan, an-anda sedang tidak bercanda dengan ku kan.


Bagaimana bisa clan yang memiliki keahlian dan bakat dalam mengendalikan es mempunyai keturunan yang bisa menjadi seorang alkemis?


Bukankah hanya para pengendali elemen api yang bisa menjadi seorang alkemis Tuan?".


Karena itu lah apabila nenek moyang mereka ahli dalam mengendalikan elemen es, maka bisa di pastikan bahwa para keturunannya akan mewarisi bakat nenek moyang mereka.


Jika sekte di huni oleh orang orang yang memiliki kemampuan berbeda beda dan tidak memiliki hubungan darah, maka clan sebaliknya.


Semua anggota clan memiliki kemampuan dan bakat yang sama dengan elemen nenek moyang mereka, dan anggotanya pun masih memiliki hubungan darah satu sama lain.


Menanggapi pertanyaan Tuan muda Derris yang masih terkejut dan tidak percaya, Zidan mulai menjentikan kedua jarinya.


Api berwarna oren berputar dan terbang di sekitar tubuh Zidan, membuat mata Tuan muda Derris melebar.


"Wooow, anda sangat hebat Tuan muda Zidan! Anda sangat berbakat, maafkan kelancangan hamba yang berani meragukan kemampuan anda".


Wajah Tuan muda Derris sangat merah karena malu, dia mengingat kesalahan yang telah dia perbuat.


Dia berteriak kepada Zidan agar Zidan memunculkan alkemis itu lalu Derris bisa membayar alkemis itu dengan harga lebih tinggi.


Akan tetapi kenyataan begitu pahit, alkemis yang Derris cari cari ternyata adalah Tuan muda clan bulan sabit merah itu sendiri.


"Betapa bodohnya aku yang bertindak dengan ceroboh, maafkan aku Tuan muda Zidan. Sepertinya sebentar lagi keluarga cabang yang Ayahku buat akan meninggalkan wilayah utara ini".


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi dari sini?".


"Memang tidak ada yang menyuruh kami Tuan, namun pil buatan anda begitu sempurna sehingga pil pil kami tidak akan laku lagi untuk di jual.


Dengan pemasukan yang berhenti serta hutang ratusan juta di Bank yang tidak sanggup kami bayar, mau tidak mau kami harus menjual tanah keluarga cabang kami".


"Kau tidak perlu khawatir, kita bisa mengadakan bisnis agar keluarga mu tetap bisa berdiri di wilayah utara ini.

__ADS_1


Kau bisa menghentikan kontrak dengan alkemis yang Ayah mu sewa dengan mahal, setelah itu kau bisa membeli pil pil dari toko obat clan ku dengan harga diskon sebesar 10%.


Tentu saja diskon itu sangat lumayan jika kalian memborong pil dengan jumlah besar, setelah itu kalian bisa kembali menjual pil kami di wilayah barat dengan harga yang lebih tinggi.


Bukankah kita akan sama sama mendapatkan untung?".


Kata kata yang Zidan ucapkan, membuat Derris kembali terkejut.


Seorang pemuda yang masih berusia 2 tahun lebih muda darinya dan di anggap sebagai Tuan muda paling sampah di provinsi Lampung ini


Nyatanya memiliki cara berfikir dan sifat yang sangat dewasa, tak kuat menahan haru Derris pun terlarut dengan perasaan bahagia.


"Tu-tuan muda Zidan hiks, aku berjanji keluarga cabang clan daun gugur yang berada di bawah genggaman Ayahku akan selamanya mengingat jasa jasamu!


Keluarga cabang clan kami akan melakukan apa saja untuk membuat keluarga cabang mu menjadi lebih kuat dan di segani semua orang yang berada di kekaisaran Nuswantara ini".


"Bagus lah jika kau mau membantu keluarga ku, apabila kau bisa menarik salah satu keluarga cabang clan lain yang berasal dari wilayah selatan dan timur.


Aku akan memberikan diskon sebanyak 2% untuk setiap keluarga cabang yang kalian bawa untuk menjalin bisnis dengan keluarga cabang ku ini".


"Dengan senang hati Tuan muda Zidan! Dengan senang hati keluarga ku akan membantu semua kebutuhan keluarga cabang clan mu".


Akhirnya sore itu kedua belah pihak menjalin kesepakatan untuk berbisnis, hubungan keduanya tidak hanya sekedar rekan bisnis.


Bisa di katakan bahwa Zidan menjadi dewa penyelamat bagi keluarga cabang clan daun gugur yang berada di bawah pimpinan Tetua Ming atau Ayah Tuan muda Derris.


Tetua Zen sangat gembira mendengar apa yang telah di lakukan Zidan untuk menyelesaikan masalah yang selama ini tetua Zen tidak bisa atasi.


Dengan begitu bahagia Tetua Zen mendatangi Suci dan berjanji tidak akan telat mengirimkan uang bulanan lagi.


Berharap putrinya akan kembali tersenyum, namun yang tetua Zen terima malah sebaliknya.


Suci begitu marah sejadi jadinya dan berangkat menuju akademi seorang diri, sedangkan Zidan tetap bertahan di dalam rumahnya.


Beberapa minggu ini Zidan kembali kepada kebiasaan lamanya tenggelam dalam latihan, dengan semangat dan perasaan bersungguh sungguh.


Zidan mengulas semua teknik miliknya supaya bisa menyempurnakan teknik teknik itu, tanpa rasa lelah dan terus menerus tenggelam dalam pelatihan.


Kemajuan yang Zidan alami setelah memasuki tahap giok sangatlah besar, Zidan berharap bisa menyempurnakan teknik tangisan Mikail sebelum menerobos tahap giok.


Namun teknik itu berhenti berkembang saat Zidan masih dalam tahap batu tingkat 9, namun kali ini setelah dirinya menerobos tahap giok.


Teknik tangisan Mikail menjadi lebih kuat dengan jangkauan yang lebih jauh, bahkan suara tangisan yang di ciptakan oleh teknik itu semakin terdengar jelas dan menakutkan.


Perasaan ingin terus menerus menjadi lebih kuat dari rekan rekannya semakin menggebu di dalam hati Zidan.


"Ah, sepertinya kemajuan ku begitu pesat jika di bandingkan dengan remaja lain yang seumuran denganku.


Namun jika di bandingkan dengan kemampuan Iblis manis dan Ma'ruf, kemampuan ku saat ini masih tertinggal jauh di bawah mereka.


Aku harus segera membangunkan elemen lain di dalam tubuhku! Elemen yang bisa menjadi pertahanan mutlak untuk ku, tanah! Benar aku harus mencari cara untuk membangunkan elemen tanah di dalam tubuhku!


Pertahananku begitu lemah, aku harus segera menguasai elemen tanah sebelum turnamen di adakan".


Zidan berfikir sangat keras untuk mencari cara agar elemen tanah yang masih tertidur di dalam tubuhnya bisa segera bangkit.


Akan tetapi usaha Zidan sia sia, dia tetap tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang muncul di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2