
Melihat kondisi Ma'ruf yang penuh luka, Iblis manis menghampiri Ma'ruf dan mengeluarkan beberapa pil berwarna biru dari dalam cincin semesta.
"Cepat telanlah pil ini".
Ma'ruf yang berada di pangkuan Iblis manis hanya bisa menuruti kata kata sahabatnya tersebut.
Setelah Ma'ruf mengkonsumsi pil yang di berikan Iblis manis, mana berwarna hijau mengitari tubuh dan menyembuhkan luka Ma'ruf secara perlahan dan bertahap.
Ketika kondisi Ma'ruf belum pulih sepenuhnya Iblis manis menggerakan jari jarinya dan menekan dada Ma'ruf, Iblis manis menyegel kekuatan Iblis milik Ma'ruf agar ketika kondisi Ma'ruf kembali pulih 100% Ma'ruf tidak kehilangan kesadaran atau membutuhkan darah Iblis manis untuk mempertahankan kesadarannya.
Mata yang sebelumnya berwarna merah dan sayap seperti kelelawar yang menghiasi punggung serta taring yang menghiasi wajah Ma'ruf mulai perlahan menghilang.
Wajah Ma'ruf kembali normal, Iblis manis juga mulai kembali memakai jaket hitamnya yang berkerah tinggi.
Di tengah tengah tumpukan ribuan mayat Zidan yang sudah tersadar kini berdiri menatap langit yang kian mulai terang, matahari muncul secara perlahan dengan kehangatannya.
Malam panjang yang penuh darah kini telah usai,namun darah segar dan tumpukan ribuan mayat anggota clan Phoenix emas masih menghiasi berbagai tempat dalam wilayah tersebut.
Ketika ketiganya sudah kembali pulih mereka bertiga keluar melewati gerbang depan milik wilayah clan Phoenix emas.
Saat Zidan membuka pintu gerbang untuk keluar, ratusan warga dan prajurit kerajaan sudah menunggu di depan pintu masuk wilayah clan Phoenix emas.
Ternyata keributan yang mereka lakukan semalaman membuat warga yang berada di sekitar wilayah clan Phoenix emas terbangun dan api yang membakar bangunan bangunan milik clan Phoenix emas bisa di lihat dari kejauhan hingga para tentara pun datang untuk menyelidiki.
Masyarakat yang berada di depan pintu clan Phoenix emas sangat terkejut dan syok ketika pintu wilayah clan Phoenix emas terbuka, ribuan mayat bersimbah darah terlihat memenuhi pelataran milik clan Phoenix emas.
Bau amis yang sangat menyengat serta genangan darah di mana mana, beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung muntah mengeluarkan isi perut mereka dengan wajah pucat.
"A-apa yang kalian bertiga telah lakukan? Kami akan menangkap kalian karena perbuatan kalian ini".
Salah seorang tentara yang menunggangi kuda api maju memberi pertanyaan kepada Zidan,Ma'ruf dan Iblis manis.
Melihat masyarakat yang ketakutan dan prajurit yang kebingungan, Iblis manis mengeluarkan plakat berwarna emas,perak dan perunggu.
Setelah ketua batalion tentara kekaisaran melihat plakat itu, ia langsung turun dari kuda di ikuti pasukannya.
"Ma-Maafkan kelalaian hamba tuan muda, hamba tidak menyadari bahwa tuan muda sekalian di perintah oleh kasiar".
Melihat tingkah laku para tentara ketika melihat plakat yang di genggam Iblis manis, Zidan terkejut dan heran namun tubuhnya terlalu lemah untuk mengucapkan kata kata.
"Lantas apa yang harus kami lakukan dengan ribuan mayat anggota clan Phoenix emas ini tuan muda, jika di biarkan seperti ini maka akan menimbulkan wabah penyakit".
Mendengar ketua tentara kekaisaran tidak sungkan untuk di perintah, Iblis manis tak menyia nyiakan kesempatan tersebut.
"Tolong kau carikan 500 pengemis di kota ini, dan suruh mereka untuk mengelola clan Phoenix emas. Sekarang clan Phoenix emas adalah milik kami Iblis manis,pendekar topeng purnama dan pangeran kegelapan! Bagi siapapun yang mau membantu menguburkan mayat dan memperbaiki kerusakan di dalam wilayah clan Phoenix emas maka akan aku berikan imbalan yang cukup besar".
__ADS_1
Mendengar Iblis manis menyebut imbalan, masyarakat dan para tentara kekaisaran yang mulanya ketakutan kini terlihat bergairah.
Dengan cepat ratusan orang itu masuk kedalam wilayah clan Phoenix emas untuk menguburkan mayat dan memperbaiki bangunan yang rusak akibat pertempuran.
Beberapa orang keluar masuk menggunakan kereta yang di penuhi tumpukan mayat, beberapa lagi membawa bahan bahan bangunan seperti kayu,semen,pasir dan lain lain.
Melihat para tentara dan masyarakat yang antusias, Iblis manis mulai tersenyum sebelum kembali mengucapkan beberapa kalimat.
"Baiklah, imbalan bagi siapapun yang membantu adalah mendapatkan sepetak tanah,rumah beserta pekerjaan di dalam wilayah ini".
Mendengar ucapan Iblis manis para masyarakat dan tentara yang sedang mulai bekerja kini kembali terkejut dan kegirangan.
"Ba-baiklah tuan muda, dengan senang hati kami akan membantu" teriak salah seorang tentara yang membawa tumpukan kayu.
Sedang kan masyarakat yang mendengar kata kata itu mulai menyoraki 3 pemuda yang berdiri di hadapan mereka dengan bahagia.
"Hidup tuan muda,Hidup kesatria Iblis manis Hidup kesatria topeng purnama hidup pangeran kegelapan!".
Masyarakat berteriak secara serempak dan semangat seakan akan 3 pemuda ini adalah penyelamat nyawa mereka.
"Kalau begitu aku akan pulang terlebih dahulu, setiap 1 anggota keluarga dapat memilih 1 bangunan untuk di tinggali. Prajurit tolong antarkan kami bertiga kembali ke akademi melati biru".
Ketika Iblis manis memberikan perintah, para prajurit kekaisaran bergegas membawakan 1 buah kereta kencana yang di tarik oleh rusa bertanduk besi.
Perbedaan antara rusa bertanduk besi dan kuda api adalah kecepatan keduanya yang berbeda sangat jauh.
Dengan cepat ketiganya masuk ke dalam kereta, sekitar 20 prajurit dari kekaisaran dan 10 prajurit milik Gubernur mengawal kepulangan Zidan dan kedua temannya ke Sma melati biru.
Ketika perjalanan baru saja di mulai, ketiganya sudah tertidur dengan pulas di dalam kereta karena kelelahan.
***********
Hanya butuh waktu beberapa jam saja bagi rombongan Zidan beserta para prajurit yang mengawal mereka untuk sampai ke dalam penginapan siswa akademi Melati biru.
Beberapa siswa yang melihat kereta kerajaan memasuki akademi melati biru, mulai saling berbisik.
"Hey hey, apa akan ada yang menggelar acara besar? Sampai sampai orang penting yang menaiki kereta kerajaan datang ke akademi ini?".
Seorang siswa berambut kuning yang sedang bersantai menikmati kopi di salah satu kedai bertanya dengan orang yang duduk di hadapannya.
Pemuda berambut biru yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya pun mulai merespon.
"Ah tidak ada acara apapun bulan ini, sepertinya itu hanya utusan kekaisaran yang mempunyai urusan penting dengan sekolah kita".
"Kalau begitu apakah kau berani bertaruh denganku? Aku yakin yang berada di dalam kereta itu bukanlah seorang utusan kekaisaran melainkan anak manja dari keluarga kaya yang hanya ingin memamerkan kekayaan keluarganya".
__ADS_1
Pemuda lain berambut coklat yang mengenakan pakaian berwarna hijau di hiasi motif pepohonan bambu menghampiri kedua pemuda yang sedang mengobrol sembari menikmati kopi di sebelahnya.
"Apakah tadi ada yang mengatakan ingin membuat sebuah pertaruhan?".
Pemuda berambut kuning sedikit terkejut karena pria berjubah hijau yang tidak ia kenal tiba tiba datang dan ikut mengobrol.
" iya, aku ingin mengadakan sebuah taruhan. Apa kau ingin ikut menebak siapa orang penting yang berada di dalam kereta tersebut? ".
Mendengar ucapan sahabatnya, pemuda berambut biru pun sedikit panik dan memberi peringatan kepada sahabatnya.
"Hey, apa kau sudah gila? Apa kau punya uang untuk bertaruh? Kita berdua kemari membeli secangkir kopi hanya untuk menikmati Wifi sepuasnya karena tidak punya kuota internet. Bisa bisanya kau membuat taruhan seperti itu".
Pria berjubah hijau yang mendengar perkataan salah satu pemuda di hadapannya pun tertawa.
"Kalian berdua tenanglah, jika aku kalah maka aku akan memberikan 500 ribu rupiah kepada kalian berdua. Tapi jika kalian yang kalah tolong berikan informasi mengenai seorang pemuda yang memiliki julukan Pangeran kegelapan dan Iblis manis".
Si rambut kuning yang sedang meminum kopi pun tersedak mendengar tawaran pemuda berjubah hijau.
"A-apa kau gila, Iblis manis hanyalah seorang kesatria muda yang menjadi legenda sebelum menghilang tanpa jejak 3 tahun yang lalu. Sedangkan Pangeran kegelapan adalah kesatria yang baru naik daun beberapa hari yang lalu, namanya saja baru mulai tersebar bagaimana mungkin kami yang ada di dalam akademi bisa mencari informasi tentang mereka berdua".
Mendengar jawaban pemuda berambut kuning, Pria berjubah hijau itu hanya menghela nafas sebelum mulai tersenyum.
"Hmm haaah, sepertinya kalian belum mendengar kabar bahwa Iblis manis dan pangeran kegelapan adalah salah satu murid akademi ini".
Karena terkejut wajah pemuda berambut kuning dan biru terlihat begitu pucat, dari kabar yang beredar saja mereka sudah bisa menebak bahwa Iblis manis adalah pembunuh berdarah dingin yang tidak kenal takut. Apa jadinya jika Iblis itu bersekolah di akademi yang sama dengan mereka di tambah Pangeran kegelapan yang baru saja naik daun juga bersamanya.
"Iblis manis memang bersekolah di akademi ini, tapi itu 3 tahun yang lalu. Lalu apa maksudmu mengatakan Iblis manis yang jelas jelas telah menghilang bisa mempunyai hubungan dengan Pangeran kegelapan yang namanya saja baru muncul baru baru ini?".
Mengeluarkan sebatang rokok dan mennyulutnya dengan api, pemuda berjubah hijau menghisap asap rokok tersebut sebelum menghembuskannya kembali secara perlahan.
"Iblis manis sudah kembali bersekolah di akademi ini,tidak hanya itu. Sekarang dia kembali bersama Pangeran kegelapan dan kesatria topeng purnama.
Kalau begitu kalian berdua ikutilah kereta itu, orang yang berada di dalam kereta itu adalah Iblis manis beserta kedua temannya.
Aku akan memberikan uang sejumlah 1 juta rupiah untuk kalian berdua, asalkan kalian mau bekerja sama denganku".
Kedua pemuda yang mendengar ucapan pria berjubah hijau itu hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain.
"Ba-bagaimana kau bisa seyakin itu? Andainya itu benar tentu kami menolak karena Iblis manis saja sudah sangat menakutkan apalagi dia kini mempunyai dua rekan. Kami menolak! Kami masih ingin bisa menghirup udara segar setiap hari".
Pria berjubah hijau mengeluarkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah dari cincin semesta miliknya, lalu melemparkan uang itu keatas meja tepat di depan kedua pemuda yang baru saja ia temui.
"Ini 2 juta rupiah untuk kalian, masing masing mendapatkan bagian satu juta rupiah jika kalian menerima tawaranku. Terlebih jika kalian mendapatkan informasi tentang Iblis manis kalian bisa menemui aku dan akan aku berikan uang beberapa juta rupiah lagi, anggap saja sebagai ucapan terima kasih dariku".
Melihat lembaran uang berada tepat di hadapannya, kedua pemuda tersebut langsung menyetujui tawaran pria berjubah.
__ADS_1
"Baiklah, kami berdua menyetujuinya. Lalu informasi seperti apa yang kau inginkan dari mereka bertiga?".
"Kalian cukup memberikan informasi tentang asal usul mereka bertiga,makanan kesukaan mereka, tempat yang sering mereka kunjungi dan tolong ambilkan beberapa foto wajah mereka bertiga. Untuk besok dan seterusnya kalian bisa menemuiku setiap jam 2 siang di kedai ini".