
Mendengar beberapa pelayan mendekati rombongan nya dengan mengajukan pertanyaan, Zidan pun tersenyum karena dia tidak tahu cara mendandani seorang perempuan atau memilihkan pakaian yang cocok.
"Ya, tolong bantu carikan pakaian yang cocok untuk pacar ku. Oh ya, jangan lupa untuk mendandani nya agar terlihat lebih cantik".
Sontak Ma'ruf yang mendengar Zidan mengatakan bahwa Iblis manis adalah pacarnya, mulai sedikit tersulut emosi nya.
"Oey oey oey, sebentar sebentar. Sejak Kapan Ang menjadi pacarmu Zhi?".
"Sejak aku mengatakan nya, baru saja. Apa kau sekarang menjadi tuli Ruf?".
"Wah, rupanya anak muda di jaman sekarang memang sudah kehilangan adab nya ya.
Seperti nya aku perlu memberi mu sedikit pelajaran Zhi".
"Orang tua, kita memang beda usia. Tapi soal keberanian, silahkan di coba".
Para pelayan yang melihat Ma'ruf dan Zidan merebutkan Iblis manis hingga berniat untuk bertarung, mulai menaruh rasa tidak suka karena cemburu terhadap Iblis.
"Sudah sudah, kita juga harus mempersiapkan banyak hal untuk pelelangan yang akan di adakan beberapa jam lagi" Arjun mengelerai pertikaian antara Zidan dan Ma'ruf dengan cara menggandeng lengan Iblis manis dan membawanya melewati Ma'ruf dan Zidan.
Saat itu Zidan dan Ma'ruf mulai tersadar bahwa ada saingan ketiga yang bisa mengancam posisi mereka di hati Iblis manis, dengan sigap keduanya saling berpandangan sebelum membuntuti Iblis manis.
Iblis manis tidak sadar sama sekali saat di rebutkan oleh kedua teman dekatnya, dia terperangkap dalam rasa malu saat membayangkan diri nya yang masih seorang pria mengenakan pakaian wanita.
Meskipun tubuh Iblis manis kini menjadi tubuh seorang gadis, akan tetapi bayangan dan anggapan Iblis manis terhadap diri nya sendiri tetaplah sebagai seorang lelaki sejati.
Para pelayan terlihat sedikit enggan untuk memilihkan pakaian yang bagus untuk Iblis manis, namun jumlah uang yang arjun perlihatkan dari balik dompetnya membuat para pelayan itu menurut untuk memilih kan pakaian yang cocok serta merias wajah Iblis manis.
Zidan,Ma'ruf, Arjun dan Hoca menunggu Iblis manis keluar dari ruang ganti.
Ke empat nya berbincang bincang mengenai barang apa saja yang biasa di jual di dalam pelelangan.
Sedangkan Iblis manis yang merasa sangat malu terlihat begitu tersiksa ketika para pelayan wanita itu melepas pakain milik nya, sebelum memakaikan pakaian baru dengan paksa.
__ADS_1
Iblis manis terlihat seperti anak kecil ketika para pelayan itu memegang tangan dan kaki nya, karena Iblis manis terus meronta dan memberontak saat wajah nya di rias.
Pintu ruang ganti pun terbuka, para pelayan perlahan keluar dari dalam ruangan tersebut.
Setelah para pelayan keluar, barulah Iblis manis berjalan dengan perlahan.
Gaun hitam yang anggun sangat cocok dengan kepribadian Iblis manis yang pendiam, belum lagi hiasan mawar berwarna hitam yang melekat di rambutnya.
Zidan, Ma'ruf dan Arjun terlihat mematung seakan tidak percaya melihat sosok yang keluar dari dalam pintu ruang ganti tersebut.
"A-apa kah ini diri mu Ang?" Pertanyaan Ma'ruf membuat Iblis manis semakin menundukan wajah nya, pipi Iblis manis yang bulat dan menggemaskan mulai merona seperti tomat.
"Jangan menyakan hal yang membuat ku semakin merasa malu, bodoh!".
Zidan dan Arjun hanya bisa tersenyum melihat tingkah Iblis manis yang tersipu malu.
"Baiklah, setelah membayar mari kita menuju lantai atas untuk menghadiri acara pelelangan" Setelah berbicara Arjun mendekati para pelayan untuk memberikan bayaran.
Arjun memimpin perjalanan menuju lantai ke 3 tempat akan di adakan nya pelelangan, sementara itu Zidan dan Ma'ruf menggandeng lengan Iblis manis dari sisi kiri dan kanan gadis tersebut.
"Hei lihat kesana, siapa gadis itu? Kenapa dia sampai di jaga sampai seperti itu oleh pemuda pemuda tampan?".
"Entahalah, mungkin dia seorang ******* atau anak orang kaya yang manja.
Tidak ada pria yang rela berbagi wanita, percayalah".
Bisikan demi bisikan yang kurang mengenakan mulai keluar dari beberapa mulut wanita yang di lewati oleh Iblis manis beserta rombongan.
Banyak nya orang yang berjalan maupun berbincang bincang di sepanjang lorong balai lelang kismis seketika berhenti dan memfokuskan pandangan mereka terhadap Iblis manis ketika rombongan Iblis manis melewati mereka.
Seorang gadis yang memakai busana tradisional jawa lengkap dengan konde yang menghiasi rambut nya berjalan ke arah rombomgan Iblis manis.
"Sepertinya Tuan Arjun sudah sampai".
__ADS_1
Arjun yang di sambut dengan ramah oleh wanita itu hanya bisa tersenyum sebelum memperkenalkan wanita tersebut kepada rombongan Iblis manis.
Balai lelang kismis telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu dan sekarang Santi nama wanita yang menyapa Arjun adalah pemilik bangunan serta bisnis tersebut, orang orang saling berpandangan ketika Santi yang memiliki posisi tertinggi di rumah balai lelang kismis bisa begitu sopan terhadap Arjun.
Ma'ruf yang sudah menaruh curiga bahwa Arjun bukan lah orang sembarangan mulai membuka mulut untuk mengungkap siapa sebenarnya sosok Arjun ini.
"Anu, Maaf Nona Santi. Jika boleh tau alasan nya kenapa anda terlihat begitu menghormati Arjun?".
Pemimpin balai lelang Kismis tersebut mendadak diam, karena heran dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Ma'ruf.
Bagaimana bisa mereka masuk ke dalam 1 rombongan namun tidak saling mengenal.
"Sepertinya kalian baru saja bertemu? Apa aku benar".
"Ya, karena itu aku bertanya".
Santi mulai tersenyum ke arah Arjun, seakan akan meminta persetujuan kepada Arjun apakah diri nya berhak membongkar identitas nya.
Arjun yang sudah memahami kode dari Santi tersebut mulai membalas senyuman Santi sebelum menganggukan kepalanya.
"Karena pangeran sudah setuju maka aku akan menjelaskan sosok beliau yang sebenarnya, Pangeran Arjun adalah salah satu pangeran dari kerajaan yang terletak di timur.
Seperti yang kita tahu sang Kaisar menduduki banyak kota dan kerajaan yang mau bergabung atau beraliansi kepada Kekaisaran Nuswantara.
Dan Pangeran Arjun adalah anak terakhir dari Raja Amhurra, bisa di bilang dia adalah sosok yang akan menempati singgasana kerajaan Amhurra kelak".
Zidan sempat terkejut dan kagum dengan latar belakang Arjun yang wah, hingga sebuah pikiran sedikit nakal mulai muncul di kepalanya.
"Pantas saja caranya berbicara sangat berbeda dengan orang awam, oh iya jika Arjun adalah pangeran. Maka Hoca ini siapa dia? Apakah dia adalah pengawal pribadi Pangeran Arjun".
Santi dan beberapa orang yang berdiri di lantai 3 menjadi terdiam, semua mata melihat ke sekeliling seakan akan sedang mencari sesuatu.
"Hoca, Di mana Hoca Sufi?".
__ADS_1
Zidan tidak tahu harus terkejut atau tertawa, bagaimana bisa orang orang ini tidak menyadari kehadiran Hoca yang berdiri tepat di belakang Iblis manis.