Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
4. Ujian terakhir


__ADS_3

Ruangan yang Zidan dan Suci masuki ternyata masih ramai, satu persatu murid maju ketengah di mana bola putih seperti susu berada.


Bola itu sangat indah, hanya di topang oleh batu berwarna emas yang menjulang tinggi sekitar 100cm.


Namun, yang membuat heran Zidan adalah sepanjang mata memandang tidak ada satu pun guru atau pengawas di sini.


"Hey hey bocah minggir,biarkan aku lewat" seru pria botak yang tinggi berbadan kekar.


Gada yang menggantung di pinggangnya terlihat begitu menyeramkan karena di hiasai oleh duri duri yang begitu runcing.


Dengan pede pria itu menerobos antrian, sebelum ia sempat maju ke tengah seorang pria dengan rombongan yang beranggotakan 20 orang meneriakinya.


"Oey oey binatang! Apa kau tidak mengerti bahasa manusia?". Ucap pemimpin rombongan yang berbaju biru berambut panjang namun di ikat kuncir kuda seperti wanita.


" Siapa yang kau panggil binatang? Bocah cantik?" teriak pria botak sambil membalikan badan.


"Semua orang di sini mengerti bahasa manusia, maka dari itu mereka mengantri seperti perintah instruktur sebelumnya. Untuk orang yang tidak mau mengantri bukankah sama saja dengan binatang yang tidak mengerti ucapan manusia?". Balas pria berambut biru dengan wajah menyringai.


" Jika kau ingin mencari masalah denganku, mari keluar bocah. Halaman sekolah masih luas. Akan kubuat wajah cantikmu dihiasi warna biru dan merah hingga leluhurmu pun tidak akan mampu mengenalimu!". Ucap pria botak dengan tangan memutar mutar gada besinya.


Sebelum pertikaian berlanjut seorang wanita yang maju di tengah menyentuh bola mutiara itu hingga mengeluarkan cahaya biru yang begitu besar dan terasa dingin.


Terlihat dari mana berwarna biru yang menylimuti tubuhnya membentuk sebuah bulatan besar seperti ban mobil.


Hanya saja itu ada 9 lingkaran yang berada tepat di atasnya.


Tahap sihir seseorang dapat memberitahukan seluas apa pusat qi nya dan tingkatan adalah perkalian dari pusat qi nya.


Seseorang yang sudah sampai pada tahap bumi, pusat qi nya akan sebesar ban mobil dan jika dia berada di tingkat 9 maka akan ada 9 lingkaran pusat qi tahap bumi di dalam tubuhnya.


"Bukankah itu putri dari tetua clan bulan sabit merah?". Sahut salah satu siswa yang sedang mengantri.


" tidak salah lagi itu pasti dia, satu satunya orang yang mampu mematrialisasikan mana menjadi sebuah elemen meskipun masih dalam tahap bumi hanya dia. Aku yakin 100% dia lah orang yang di rumorkan keajaiban dalam 100 tahun sekali". Jawab siswa lain.


"Hahaha haha, Nona muda. Ternyata rumor tentang anak tetua clan bulan sabit merah adalah gadis tercantik di seluruh provinsi lampung itu benar. Tak kusangka wajahmu begitu cantik seperti yang di rumorkan". Teriak pria botak yang kini emosinya telah terlihat setabil.

__ADS_1


" Oey botak, bukan hanya mengabaikanku. Bahkan kau berani menggoda wanita semanis itu di depanku? Apa rumahmu tidak mempunyai cermin satu pun? Hingga membuatmu lupa betapa menyeramkannya wajahmu?". Balas pria berambut biru dengan wajah kesal karena di abaikan.


Pria botak itu kembali meliriknya dengan gigi yang dia gesek gesekan hingga menimbulkan suara "kreeetet kreetet".


" Sepertinya banci sepertimu jika belum di beri pelajaran akan terus berkokok seperti ayam yang akan bertelur? Kemarilah bocah, kubungkam mulutmu dengan gada besiku". Balas pria botak dengan senyum di wajahnya.


"Apa kau pikir aku takut dengan mainanmu itu? Akan ku ajari binatang sepertimu bertindak dengan layak setelah kedua pedangku memotong lidah dan telingamu!" sahut si pria berambut biru dengan santai, dia menarik kedua pedangnya yang semula ia ikatkan di pinggang.


Pedang pria tersebut berwarna hitam dan putih seperti Yin dan Yang, ketajamannya dapat membuat siapapun yang melihat menelan ludah.


Ketika keduanya sudah dalam puncak amarah dan bersiap untuk menyerang satu sama lain, ledakan kembali terjadi dari tengah.


Berarah dari bola kristal yang sedang memancarkan energi berwarna silver, ungu,hitam,putih,kuning,biru,hijau dan merah.


Namun, kali ini tekanannya lebih kuat hingga membuat si botak dan si rambut biru bertabrakan.


Mereka berdua jatuh menghantam tanah dalam posisi berpelukan dan tak sengaja berciuman.


Semua orang menutupi mata mereka karena cahaya menyilaukan yang berasal dari bola itu.


Semua orang yang baru sadar dari keterkejutan mereka menjadi diam tertegun layaknya sebuah patung, 5 buah lingkaran sebesar kolam berada di atas kepala pria itu.


Tidak hanya ukurannya,namun warnanya juga sangat aneh.


Mana yang berada di udara sebetulnya tidak berwarna tetapi saat mana masuk atau keluar dari tubuh seseorang maka mana itu akan mempunyai warna mengikuti bakat pemiliknya.


Mana berwarna biru pekat adalah air, biru pucat untuk es, kuning untuk tanah, merah untuk api, ungu untuk petir, hijau untuk tumbuhan, putih untuk angin, silver untuk kecepatan, hitam untuk bayangan dan memiliki kemampuan khusus yaitu pemakan mana lain(maksudnya ketika seseorang memiliki mana berwarna hitam gelap ia dapat melahap mana orang lain dan mengikuti bakat sang pemilik mana karena normalnya satu orang hanya mempunyai satu elemen dan warna dari sebuah mana adalah pembedanya).


"Bu-bukankah dia yang bernama Zidan? Murid yang baru saja memenggal kepala seseorang di dalam arena pertandingan?". Teriak salah satu murid dengan terkejut karena mana milik Zidan memiliki semua warna namun yang paling dominan adalah ungu(petir) dan hitam(kegelapan).


Sontak teriakan itu membuat semua murid menjadi heran karena selama ini mereka semua tau bahwa Zidan anak dari Tetua clan bulan sabit merah adalah seorang pecundang yang hanya berada di dalam tahap pasir tingkat 1.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Keajaiban apa yang Tuhan berikan kepada anak sialan itu" teriak salah satu murid dengan keheranan.


"Pergi dariku binatang tidak tahu diri" teriak pria berambut biru dengan mendorong si botak yang berada di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Sialan,siapa juga yang mau berada di atasmu banci!?" balas si botak dengan wajah pucat.


Keduanya terlihat lucu karena malu malu dan tidak satu pun dari mereka mau memandang satu sama lain karena mengingat kejadian yang baru saja mereka alami, Ya ciuman tanpa sadar.


"A-Aaaaa, ternyata Azhi sudah sampai tahap batu tingkat 5? Kenapa selama ini Uchi gak di kasih tau?" Semprot Suci dengan perlahan menghampiri Zidan, wajahnya yang seputih salju tanpak lucu ketika ia terlihat manja dan menggembungkan pipinya.


"Ah maaf, saya lupa". Balas Zidan tanpa ekspresi sembari menarik pinggul adiknya hingga tubuh Suci berada dalam dekapan tangan kirinya.


" Pokoknya kalok besok besok masih main rahasia rahasiaan sama Suci, Suci bakal ngambek gamau ngobrol sama Azhi lagi! Gamau tau". Bentak Suci dengan kepala di miringkan ke kanan agar tidak beradu pandang dengan mata Zidan, meskipun pipinya masih menggelembung seperti akan meledak.


"Iya deh,enggak lagi." jawab Zidan dengan nada datar namun kali ini dia terlihat sedikit tersenyum karena melihat tingkah lucu adiknya, tak tahan dengan wajah adiknya yang imut dengan pipi yang di gembungkan ia kembali menggoda adiknya dengan mencolek hidung Suci.


"Masih marah tah?". Tanya Zidan dengan santai.


Sontak ketika jari Zidan mengenai hidungnya Suci pun berteriak dan melepaskan tubuhnya dari genggaman kakaknya karena malu, ia perlahan lahan mundur.


Pipi yang semula menggembung kini di hiasi rona merah muda.


Mungkin semua orang yang tidak tahu menahu bahwa Zidan dan Suci adalah adik dan kakak akan beranggapan mereka berdua adalah pasangan yang sangat romantis.


Sebelum suasana kembali normal kini giliran sebuah suara yang sangat keras kembali mengagetkan semua orang yang berada di dalam ruangan itu.


" Untuk siapapun yang sudah melewati tes dan masuk dalam mana sihir tahap bumi tingkat 8 atau lebih. Silahkan cek apakah batu persegi panjang yang mempunyai ukiran nama kalian berubah warna dari kuning semi putih polos menjadi warna mana kalian. Jika iya maka silahkan memasuki pintu utara! Ingat, untuk berbaris". Sekian detik setelah suara itu menghilang, para murid mengecek batu berwarna kuning semi putih yang mereka dapatkan ketika mendaftar sebagai calon siswa.


Ternyata batu itu adalah batu mana, yang hanya bisa di gunakan oleh para penyihir tahap bumi tingkat 8 keatas.


Mutiara susu yang berada di tengah ruangan adalah proyektor pencari dan penyalur mana untuk tubuh seseorang, sedangkan batu persegi panjang yang mereka genggam adalah penyimpan mana untuk tanda pengenal.


Batu itu akan berubah warna mengikuti warna elemen pemiliknya ketika mereka menyentuh bola mutiara susu yang berada di tengah ruangan.


Tanpa basa basi para murid yang sudah melewati tes dan mendapati batu mereka berubah warnapun mulai berbaris untuk melewati pintu utara, hanya saja pintu itu berwarna hijau terang dan ketika seseorang melewati nya maka batu mana yang mereka genggam mulai mengeluarkan mana dan menutupi tubuh pemiliknya.


Ketika Zidan dan Suci mendekati pintu itu mereka berdua sempat saling beradu pandangan karena keheranan dengan pintu di hadapan mereka, mereka berdua mulai bertanya tanya.


Apa yang ada di balik cahaya hijau yang menutupi pintu ini??? Karena merasa tidak menemukan jawaban, Zidan pun menarik tangan kanan suci lalu berlari memasuki pintu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2