
"Jika aku keberatan?".
"Aku tidak perduli".
Zidan beradu pandang dengan Hoca Sufi, keduanya terlihat seakan bisa saling membunuh kapan saja.
Zidan dengan wajah datar tanpa ekspresi nya menatap mata Hoca, seakan tidak mau kalah Hoca menatap mata Zidan dengan ekspresi malas.
Ma'ruf yang merasa sangat tidak nyaman dan muak dengan ekspresi kedua orang itu pun berteriak untuk memancing mereka.
"Wuaaah enak sekali, rasanya aku sangat kenyang! Kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan kita menuju balai lelang kismis".
"Balai lelang kismis? Apa kah kalian berniat pergi ke sana?" Arjun bertanya dengan sedikit penasaran kepada rombongan Iblis manis.
"Ywa, kwami mwemwang bwerniat pwergi kwesanwa" Iblis manis menjawab dengan kalimat yang sedikit belepotan karena kini mulutnya penuh dengan makanan hingga pipi nya menggembung seperti pipi milik Tupai.
"Kebetulan sekali, aku dan Hoca juga akan pergi ketempat itu. Bagaimana jika kita berangkat bersama?".
"Yah, selama kalian tidak membebani kami dan bisa mengimbangi kecepatan kami.
Kenapa tidak?" Jawab Zidan dengan memandang remeh kepada Hoca.
Zidan, Iblis manis, Ma'ruf dan Arjuna pun keluar dari rumah makan tersebut.
Mereka berdiri di luar rumah makan untuk bersiap siap melanjutkan perjalanan.
"Apa teman mu tidak ikut pergi?".
Arjun yang menanti pertanyaan itu keluar dari salah satu rombongan Zidan mulai tersenyum.
"Tentu saja dia akan pergi, hanya saja ilmu meringankan tubuh milik nya adalah teknik lipat bumi. Dia hanya perlu duduk dan membiarkan sukma atau roh nya yang berkelana menuju tempat tujuan, setelah itu dia cukup melangkahkan kaki nya sekali dan taraaa dia sudah sampai tempat yang ia tuju".
Zidan yang sempat meremehkan Hoca hanya bisa menelan ludah dan mengumpat dalam hati
'Teknik cheat macam apa itu sialan!'.
__ADS_1
Arjun mengeluarkan sayap yang sangat panjang berwarna keperakan, Zidan mengeluarkan sayap Garuda merah milik nya sedangkan Iblis manis dan Ma'ruf menjadi ribuan kelopak bunga mawar berwarna hitam dan ratusan kelelawar.
Arjun sangat terkejut melihat teknik meringankan tubuh yang di gunakan oleh rombongan Iblis manis 'Pantas saja mereka berkata jika kami tidak menjadi beban, teknik teknik ini aku hanya mengenal nya lewat buku dan termasuk teknik teknik langka'.
Ke empat nya pun terbang secara bersamaan, rumah balai lelang kismis hanya berjarak 3 kota lagi dari kota Turi.
Kecepatan mereka saat di udara sangat mengerikan, seandainya ada seseorang yang berada di bawah dan melihat rombongan Zidan.
Mungkin orang orang akan menyangka itu sebuah pesawat jet tempur.
Dari kejauhan terlihat sebuah bangunan yang sangat megah, bangunan itu memiliki kurang lebih 5 lantai yang sangat besar.
Arjun yang sudah mengenal balai lelang kismis pun mulai membuka mulut untuk memberikan informasi kepada Zidan dan kawan kawan.
"Rumah megah itu adalah Balai lelang kismis, kita harus menurunkan kecepatan.
Lelang biasa di buka pukul 20.00 WIB.
Dan sekarang masih pukul 17.00 sore, kita masih memiliki beberapa jam untuk mandi beristirahat dan mungkin saja ke kamar mandi hehe".
"Ya, benar" Tukas Ma'ruf menimpali ucapan Zidan.
Mendapat ancaman dari Zidan, Arjun hanya bisa tersenyum canggung "Baiklah, baiklah aku tidak akan menyinggung masalah itu lagi".
Rombongan Zidan turun tepat di depan gerbang balai lelang kismis,terlihat seorang pemuda dengan hodie dan masker hitam berdiri menyandar kepada tembok gerbang.
"Cih, kalian lama sekali" Kali ini Hoca yang merendahkan rombongan Zidan, untuk membalas ucapan Zidan yang mengatakan dia dan Arjun beban.
"Anu, apa boleh aku membunuh seseorang di sini?" Zidan bertanya kepada Arjun dengan mengepalkan tangan.
"Ten-tentu saja tidak boleh, oh ya lebih baik kita mencari pakaian yang sedikit layak untuk di gunakan dalam menghadiri acara pelelangan.
Karena yah akan banyak orang orang berpengaruh datang kemari, bukankah akan lebih baik jika kita terlihat sedikit sopan?".
Arjun yang bertanya sembari memandang Iblis manis,membuat Zidan dan Ma'ruf saling bertatapan.
__ADS_1
Iblis manis dengan tubuh gadis nya hanya memakai sarung dan sweater, tentu saja tidak akan ada perempuan normal yang memakai pakaian seperti itu.
"A-apa yang kalian pikirkan!?" Tanya Iblis manis penuh selidik kepada Zidan, Ma'ruf, Arjun dan Hoca yang memandangi tubuh nya dari atas sampai bawah.
"Tentu saja kami akan mencari pakaian dan mendandani nona yang bersama kami haha"
Ma'ruf terlihat sangat bahagia saat membayangan kan Iblis manis mengenakan pakaian perempuan.
"Ta-tapi aku ini seorang la-" Belum sempat Iblis manis menyelesaikan ucapan nya, Zidan mendorong tubuh Iblis manis hingga bersandar kepada dinding gerbang dan menutup mulut Iblis manis menggunakan salah satu tangan nya.
Dengan perlahan Zidan mendekatkan wajah nya di samping wajah Iblis manis sebelum berbisik dengan pelan "Apa kau lupa? Kau ini sangat terkenal, jika identitas mu terbongkar dan di ketahui banyak orang. Tidak menutup kemungkinan akan ada orang orang yang membalaskan dendam rekan, saudara atau kenalan nya karena kau telah membunuh begitu banyak orang.
Bukankah lebih baik jika kita tidak mendapatkan masalah dan bisa mengikuti pelelangan dengan tenang?".
Iblis manis yang mendengar bisikan Zidan hanya bisa menelan ludah, membayangkan diri nya di dandani seperti boneka.
"Ta-tapi aku a-aku sangat malu!".
"Ang, ini demi keamanan kita semua".
Karena Zidan dan Ma'ruf terlihat begitu memaksa, Iblis manis hanya bisa meng iyakan desakan rekan rekan nya meskipun sangat berat bagi nya.
"Kalau begitu mari kita masuk, aku beberapa kali pernah datang kemari dan di lantai 2 bangunan balai lelang kismis menyediakan pakaian pakaian yang sangat keren dan indah.
Tidak hanya itu, pakaian pakaian yang di jual di balai lelang kismis ini memiliki keunikan tersendiri bahkan beberapa dari mereka bisa di gunakan untuk menyimpan barang atau mengumpulkan mana dengan lebih cepat".
"Yosh, mari kita pergi".
Dengan terburu buru mereka semua menuju lantai 2 bangunan balai lelang kismis untuk membeli beberapa pakaian, ribuan pakaian berjejer dengan rapi di lantai 2 bangunan tersebut.
"I-ini tempat ini surga nya para wanita" Puji Ma'ruf yang terlihat tidak percaya dengan lantai ke 2 dari bangunan tersebut, terlihat ratusan orang yang sedang memilih pakaian berlalu lalang dengan sangat gembira dan pengunjung lantai 2 ini semua hanya perempuan kecuali rombongan Zidan.
Beberapa pelayan balai lelang kismis yang mengenakan seragam berwarna merah mulai mendekati rombongan Zidan yang masih terlihat terkagum kagum dengan kemegahan lantai 2 bangunan tersebut.
"Maaf, Tuan dan Nyonya. Apa ada yang bisa kami bantu?".
__ADS_1