Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
12. Kediaman milik Gubernur.


__ADS_3

Setelah para perampok mati secara mengenaskan dan membawa masuk teman teman mereka yang tidak sadarkan diri kedalam kereta.


Ma'ruf, Zidan dan sang iblis manis mulai memeriksa cincin semesta milik para perampok untuk mengambil barang barang berharga hasil rampokan para perampok itu sebelumnya.


Mereka bertiga mulai memasukan barang barang berharga seperti pil penyembuh, pil penambah stamina, beberapa lembar uang dan senjata milik para perampok kedalam cincin semesta milik mereka.


Setelah selesai merampok para perampok, Zidan dan kawan kawan mulai melanjutkan perjalanan.


Zidan,Ma'ruf dan iblis manis duduk di luar kereta tepat di belakang kusir yang sedang mengendalikan kuda api yang menarik kereta kencana.


Sedangkan Dimas,Suci,Dian dan Made berada di dalam kereta dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Paman, apakah kota Menggala masih jauh?". Zidan bertanya kepada pak kusir yang sedang bekerja.


"Tidak tuan muda, seharusnya setelah melewati hutan lebat ini kita akan keluar dari perbatasan hutan dan kota akan mulai terlihat".


"Bagus kalau begitu,tolong percepat kereta ini".


"Sendiko dawuh,tuan muda".


Setelah berjam jam menyusuri hutan yang lebat, Kereta kencana milik rombongan Zidan pun sampai ke kota Menggala di mana tempat tinggal sang Gubernur itu berada.


Suasana kota cukup ramai di penuhi oleh masyarakat yang berlalu lalang, kanan dan kiri bangunan kota tersebut di penuhi oleh toko toko besar.


Terlihat beberapa toko menjual baju dan kain tapis(Kain batik yang berasal dari provinsi Lampung) dengan motif yang berbeda beda.


Selain toko pakaian, banyak juga toko yang menjual alat tempur seperti armor,senjata, pil untuk para penyihir dan lain lain.


Setelah berjalan dan melihat lihat keindahan kota, akhirnya rombongan mereka sampai di pintu gerbang kediaman milik Gubernur.


Di pintu gerbang terdapat 8 penjaga menggunakan peralatan tempur berwarna hijau dan membawa tombak.


Setelah para penjaga melihat kereta kencana milik tuan mereka, mereka langsung membukakan pintu gerbang kediaman Gubernur dan mempersilahkan rombongan itu masuk.


Setelah mereka masuk, mereka di sambut oleh para perjaurit lain.


Terlihat di pintu masuk rumah sang Gubernur, berdiri puluhan prajurit menggunakan pakaian tempur lengkap berwarna emas.


Dan di halaman kiri milik Gubernur juga terlihat kereta kencana yang lebih mewah memiliki lambang kekaisaran Nuswantara di tarik oleh seekor burung Garuda berwarna emas.


"Sa-Sang kaisar sepertinya sudah berada di dalam kediaman milik Gubernur" Seru pak kusir dengan gugup dan wajah pucat.


"Sang kaisar?" tanya Zidan dengan mengerutkan kening.


"I-iya tuan muda, sepertinya sang kaisar telah datang dan menunggu kedatangan Gubernur dari menyelesaikan misinya".


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Sementara Gubernur sendiri telah mati di bunuh oleh orang idiot yang duduk di sampingku".


"A-aku tidak tahu tuan muda" jawab sang kusir dengan gugup.


"Kalian berdua diamlah. Paman kusir tolong panggil orang suruhan Gubernur untuk membawa dan merawat 4 orang yang sedang tidak sadarkan diri di dalam kereta ini. Setelah itu kita berempat akan masuk kedalam istana dan menemui sang kaisar". Sahut Ma'ruf dengan nada dingin.


Setelah sang kusir pergi untuk mencari bawahan sang Gubernur, Ma'ruf masuk kedalam kereta untuk mencari rumput keabadian yang di inginkan sang kaisar.

__ADS_1


Terlihat sebuah kotak berwarna putih keperakan dan di hiasi batu batu mulya, Ma'ruf mengangkat kotak itu dan membukanya secara perlahan.


Aroma wangi yang menyegarkan keluar dari dalam kotak, rumput berwarna ungu memiliki 3 helai daun yang memanjang dan di selimuti cahaya berwarna emas berada di dalam kotak itu.


"Tidak salah lagi, pasti ini adalah rumput yang di inginkan oleh sang kaisar" gumam Ma'ruf di dalam hati.


Setelah pak kusir kembali, mereka berempat langsung memasuki kediaman sang Kaisar.


Terlihat singgasana berwarna emas yang berada di tengah di duduki oleh seorang Pria tua berjanggut dan berkumis hitam serta mengenakan jubah berwarna emas.


Di sisi kanan dan kiri ruangan itu ada banyak pria pria tua lain yang duduk di atas kursi yang lebih kecil.


Karena kedatangan sang Kaisar ke provinsi Lampung,para bupati dari setiap kabupaten Lampung berkumpul di kediaman sang Gubernur untuk menyambut kedatangan sang Kaisar.


"Mana Gubernur?". Tanya sang kaisar dengan nada dingin.


"Tuan Gubernur telah meninggal dunia saat kami berhadapan dengan para perampok di dalam perjalanan". Jawab Ma'ruf dengan membungkukan diri.


"Sangat di sayangkan, lalu bagaimana dengan rumput keabadian milik clan jingga? Apakah perampok itu juga merebutnya?".


"Tidak yang mulia, sebenarnya para perampok sudah mati bersama Gubernur".


"Owh, siapa yang berhasil membasmi perampok itu?".


"Teman hamba bernama Zidan yang berada di samping hamba ini yang mulia, dia yang berhasil menumpas para perampok dengan teknik tangisan Mikail namun tanpa sengaja teknik yang ia gunakan juga membunuh sang Gubernur".


"Apa? Aku membunuh Gubernur? Lelucon macam apa yang sedang kau katakan! Bukankah kau sendiri yang membunuh Gubernur dengan tombak milikmu atas perintah Iblis manis itu?". Sahut Zidan dengan nada tinggi.


"Ternyata benar dugaanku,meskipun penampilanmu berubah ternyata itu kau hahhaha" Sang Gubernur tertawa memandangi Iblis manis yang membungkukan diri di hadapannya.


"Kusir, siapa dari mereka yang telah membunuh sang Gubernur?". Tanya sang Kaisar dengan nada dingin.


"Anu yang mulia, yang membunuh Gubernur adalah pemuda bernama Zidan ini yang Mulia". Jawab sang Kusir dengan wajah pucat dan terbata bata.


"Apa yang kau katakan? Yang Mulia, hamba tidak membunuh sang Gubernur. Yang membunuh sang Gubernur adalah Ma'ruf atas perintah Iblis manis" sangkal Zidan.


"Iya yang mulia, kami juga yakin yang membunuh Gubernur adalah Iblis sialan itu" sahut salah satu Bupati provinsi Lampung.


"Benar yang Mulia, Iblis manis harus menerima hukuman berat karena telah membunuh salah satu petinggi pemerintah" ungkap salah satu ketua sekte besar yang berada di wilayah provinsi Lampung.


"Tapi Kaisar, mohon pertimbangkan kembali keputusan yang akan engaku buat. Menurut hamba yang membunuh sang Gubernur adalah pemuda bernama Zidan itu.


Kusir,Ma'ruf dan iblis manis telah mengungkapkannya, menurut hukum posisi Zidan adalah tersangka karena semua saksi mata yang berada di dalam kejadian telah mengatakan kebenaran. Maka tidak adil jika Iblis manis yang menerima hukuman" Bela Bupati tulang bawang dengan nada sopan.


"Hmm,baiklah baiklah. Anak muda engkau memiliki bakat yang hebat karena bisa menguasai teknik tingkat emas seperti itu dalam usia yang muda. Namun,karena kau telah membunuh petinggi pemerintahan maka aku menjatuhkan hukuman untukmu. Penjaga bawa anak muda ini dan penjarakan dia selama 50 tahun!". Titah sang kaisar.


Teknik di dunia penyihir memiliki tingkatan, yang pertama adalah tingkat perunggu,silver,metal,perak, dan terakhir emas.


Tak lama setelah sang Kaisar memberikan perintah, 2 penjaga dengan pakaian tempur lengkap maju kearah Zidan untuk menangkapnya.


Ketika para penjaga itu mulai mendekat, Zidan memejamkan matanya dan mulai berguman.


"Teknik mata terkutuk" gumam Zidan dengan lirih.

__ADS_1


Kini ruangan itu hanya berwarna putih,abu abu dan hitam.


Waktu berhenti dalam sekejap, Zidan mulai berdiri dan mengeluarkan sebilah pedang.


Ia melihat Ma'ruf dengan tatapan benci dan emosi yang meledak ledak.


"Baiklah jika kau menggunakan aku sebagai Kambing hitam dan ingin memenjarakan aku, setidaknya aku akan membuatmu kehilangan nyawa terlebih dahulu!" Teriak Zidan sembari mengayunkan pedangnya tepat kearah Ma'ruf.


Zidan sangat terkejut ketika Iblis manis menahan pedangnya menggunakan 1 jari, Lalu ruangan di sekitarnya mulai memanjang dan membuat mereka berdua jauh dari Ma'ruf seakan akan lantai bergerak.


"Ba-Bagaimana mungkin kau bisa bergerak di dalam teknik milkku?" teriak Zidan dengan tidak percaya.


"Kau hanya membekukan waktu untuk sementara, sedangkan aku membekukan ruang.


Waktu bisa ada karena ruang di sekitarnya memiliki pergerakan, jika aku memperlambat atau menghentikan pergerakan ruang maka teknik milikmu tiada artinya di hadapanku" jawab sang Iblis manis dengan dingin.


"Apa? Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian menjebak ku!" Tanya Zidan dengan tidak percaya.


"Di dunia sihir ini, yang lemah adalah kesalahan dan yang kuat adalah kebenaran. Kau lemah namun merasa spesial dan kuat, Jika aku ingin membunuhmu maka itu sangat mudah bagiku.


Sekarang terimalah nasibmu untuk masuk kedalam penjara, perkuatlah dirimu dengan rasa benci terhadapku dan jika kau sudah kuat maka carilah aku dan balaskan dendammu".


Zidan hanya diam mendengar ucapan Iblis manis,dia tidak akan bisa melawan Iblis manis saat ini karena perbedaan kekuatan antar mereka sangat jauh.


Sebelum teknik membekukan waktu miliknya habis, Zidan kembali duduk dan pasrah menerima takdirnya.


Kebencian,rasa sakit karena di khianati serta keinginan untuk membalaskan dendam begitu menggebu gebu di dadanya.


Ia berjanji dengan diri sendiri, ia akan melatih diri selama berada di dalam penjara agar ketika bebas nanti ia akan mencari Iblis manis dan membalaskan dendamnya.


Para penjaga membawa Zidan yang pasrah dan terkulai lemas menuju penjara.


"Mana rumput itu?" tanya sang Kaisar.


"Ini yang mulia" jawab Ma'ruf sembari menyerahkan kotak yang berisi rumput keabadian.


"Bagus bagus, berapa orang yang mengikuti misi ini?".


"Total ada 7 orang yang menjalani misi ini yang mulia, beberapa dari kami sedang tidak sadarkan diri dan mendapatkan perawatan".


"Baiklah kalau begitu, pengawal ambilkan 70 juta rupiah dan berikan kepada pemuda ini. Sedangkan untuk Bupati Tulang bawang, engkau akan aku angkat menjadi Gubernur karena kabupatemu telah melahirkan penyihir penyihir muda yang berbakat dan keputusan yang engkau buat mengenai kematian Gubernur juga sangat masuk akal bagiku hahaha".


"Sendiko dawuh yang mulia" jawab Bupati Tulang bawang itu.


"Tapi,tapi yang mulia dia baru menjabat sebagai Bupati 2 tahun yang lalu. Bagaimana mungkin Dia" ucap salah satu Bupati.


Namun sebelum ia menyelesaikan ucapannya, sang kaisar membentaknya dengan nada tinggi.


"Diam! Apa kalian tidak sadar posisi kalian hanyalah Bupati dan berani beraninya kalian menasehatiku yang seorang Kaisar? Jika aku ingin menurunkan jabatan milik kalian itu sangat mudah bagiku! Siapa yang tidak terima atas keputusanku silahkan maju dan akan aku turunkan jabatannya!" Bentak sang Kaisar dengan nada tinggi.


Seolah waktu terhenti, semua orang yang berada di dalam ruangan itu kini hanya diam mendengar sang Kaisar marah.


Tidak ada 1 pun dari mereka yang berani membuka suara, bahkan bernafaspun mereka harus secara perlahan lahan.

__ADS_1


__ADS_2