
"Hari ini adalah hari pertama kita masuk sekolah,semoga kalian bersemangat dan belajar dengan giat. Ingat jangan malas malasan".
Kata Made sembari membawa nasi dan lauk pauk.
"Jika makanannya enak, kami akan semangat haha".
Dian menjawab ucapan Made dengan tertawa lepas.
Semua orang yang tinggal di asrama bersama Zidan kini berkumpul di ruang tamu untuk makan bersama, hanya Made yang bolak balik dari dapur untuk membawa semua makanan ke ruang tamu.
"Hmmm, rendang sapi dan sate kambing ini terasa begitu lezat. Made di mana kalian membeli makanan ini?". Tanya Zidan dengan penuh tanda tanya.
" Makanan ini buat sendiri, mana mungkin ada restoran di dekat sini yang buka sebelum pukul 6 pagi? Kau ini terkadang memang lucu".
Balas Made sembari menarik kursi untuk duduk.
"Lalu,siapa orang yang memasak makanan ini?".
Kini giliran Dimas yang bertanya.
Made tidak menjawab namun melirik ke atas di teruskan dengan menggigit sate ayam yang terkihat begitu nikmat.
"Atas? Maksudmu?". Zidan kembali bertanya dengan keheranan.
"Dia yang masih sendirian di kamar itulah yang membuat masakan ini". Ucap made sebelum melanjutkan makan.
"Sudah sudah mari kita lanjutkan makan, selama masakan ini enak seharusnya kalian cukup menikmati nya.
Pasti ada alasan tersendiri kenapa dia tidak ikut makan dan kembali ke kamar setelah selesai masak".
Ma'ruf mengehai perdebatan di barengi dengan mengambil beberapa daging rendang.
"Gua setuju" sahut Dian dengan beberapa daging yang masih memenuhi mulutnya.
Zidam hanya diam dan ikut menikmati makanan yang telah di siapkan, dia hanya heran dan tak habis berfikir bahwa pemuda yang satu kamar dengannya,terkenal dingin, nama apalagi wajahnya pun dia belum mengetahuinya namun repot repot menyiapkan makanan untuk mereka berlima.
Setelah selesai menyantap hidangan dan kenyang, mereka berlimapun menuju ke arah bangunan yang sangat panjang berlantai 3.
Bangunan itu lumayan dekat dari asrama mereka mungkin jika ditempuh berjalan kaki hanya membutuhkan waktu 5 menit.
Bangunan itu berwarna putih hanya saja atapnya berwarna biru tua, bentuk bangunan itu seperti huruf U yang panjang dan di tengah tengahnya terdapat sebuah lapangan panjang hanya saja lapangan itu memiliki tinggi sekitar dada orang dewasa dan mempunyai tembok magis berwarna emas di sekelilingnya.
Murid baru terlihat antusias dan sangat ramai, beberapa murid yang sudah senior atau masuk ke SMA Melati biru tahun lalu juga terlihat ramai hanya saja mereka ramai berjualan.
Beberapa bahkan menjual informasi tentang SMA Melati Biru dan identitas para murid.
"Ayo ayo ayo kemari, yang ingin tahu benda pusaka,pil penambah mana,buku silat, atau informasi seputar SMA Melati biru sillahkan kemari. Harga terjangkau".
Tteriak salah satu murid yang mengenakan topi bundar terbuat dari bambu berwarna kuning kecoklatan.
Zidan yang sedari tadi memperhatikan seseorang yang tinggal seasrama dengannya namun belum mengetahui nama apalagi bentuk wajah teman sekamarnya itu pun mulai mendekati penjual itu dengan harapan agar mendapatkan sebuah informasi.
__ADS_1
"Apa aku bisa membeli informasi di sini?" Zidan bertanya kepada penjual dengan melambai lambaikan tangan.
"Ya ya,aku menjual informasi. Informasi tentang apa yang ingin kau tahu".
Sang penjual menjawab dengan antusias sembari mendekati Zidan.
"Aku ingin tahu,murid yang memakai baju hingga kerahnya menutupi hidungnya dan memakai kacamata itu siapa namanya?".
Zidan kembali memberikan pertanyaan sambil menunjuk kearah teman satu kamarnya yang misterius itu.
"Kau, kau tidak tahu siapa dia? Dia itu sang iblis manis salah satu murid unggulan di sini".
Murid yang berjualan menajawab pertanyaan Zidan dengan wajah keheranan dan suara lirih.
"Iblis manis,iblis manis".
Zidan berusaha mengingat nama itu karena terasa familiar dengan julukan itu.
"Ya dia adalah iblis manis yang terkenal itu, peristiwa 3 tahun yang lalu membuat namanya meroket sebagai salah satu pahlawan muda kekaisaran Nuswantara". Lanjut si penjual dengan mengelus elus dagunya.
"Kalau boleh tau peristiwa apa yang kau maksud?".
Zidan bertanya dengan penasaran serta alis menyatu.
"Haah, setelah ini kuharap kau rajin membaca buku. Peristiwa 3 tahun yang lalu adalah penyerangan para pemberontak dari ratusan sekte di tanah Palembang. Saat itu sang Iblis manis masih berusia 15 tahun, namun dia bersama kelompok dan prajurit kekaisaran Nuswantara berhasil membasmi para pemberontak dan kembali memberikan tanah Palembang ke tangan para pribumi yang patuh dengan kekaisaran.
Menurut rumor yang beredar mengatakan bahwa ratusan ribu prajurit kekaisaran Nuswantara bersama para penyihir SMA kita yang di kirim untuk menylesaikan misi menghentikan para pemberontak berhasil di sapu bersih dan hanya menyisahkan sang iblis manis seorang diri.
Aku tidak tahu detailnya tapi menurut data yang aku terima, yang tersisa dari para pasukan pemberontak hanyalah zirah perang dan senjata mereka.
Tunggangan seperti kuda dan lain lain serta jasad mereka hilang tanpa sisa bahkan setetes darahpun tak terlihat".
Jawab si penjual dengan penuh gairah saat menceritakan kejadian itu seakan akan ia ikut berada dalam medan perang.
Sedangkan Zidan hanya diam membisu menyimak informasi yang ia dapat.
'Hmm,aku tidak tahu dia sehebat itu ternyata. Tapi bagaimana caranya dia berhasil mengalahkan 600 ribu orang seorang diri? Itu terdengar sangat gila, bahkan aku yang mempunyai jurus mata terkutuk jika harus membekukan waktu terus menerus mungkin hanya bisa membunuh lima belas orang jika di padukan dengan langkah bayangan.
Hanya saja setelahnya mungkin aku akan pingsan karena kehabisan mana'.
Renung Zidan dalam benaknya.
"Hey hey,kenapa kau malah melamun? Apalagi yang ingin kau tanyakan sebelum para guru memulai acara penyambutan".
Si penjual bertanya dengan sedikit tergesa gesa.
"Tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan Tuan, kalau begitu aku ucapkan terima kasih".
Jawab Zidan dengan singkat sebelum membalikan badan untuk berbaris bersama para murid yang lain.
Sebelum Zidan sempat melangkahkan kaki untuk pergi pemuda yang memakai topi bambu itu menarik tangannya sebelum berkata.
__ADS_1
"Terima kasih terima kasih bapak kau makan batu pakek sambel, aku ini seorang penjual.
Setelah kau membeli informasi seharusnya kau tau harus membayar hadeh".
"Eeh maaf aku lupa".
Para siswa berbaris dengan rapi, memakai seragam bermotif bunga melati.
Para guru juga terlihat kompak dengan seragam melati berwarna biru dan putih, jika di jumlahkan mungkin ada sekitar 80 guru di SMA Melati biru ini.
"Baiklah untuk para hadirin siswa baru dan lama SMA Melati biru, tahun ajaran baru akan segera di mulai. Kami berharap para siswa dan siswi SMA Melati biru dapat menjadi seseorang yang berguna di masa depan kelak.
Untuk jurusan tidak harus mempunyai keahlian khusus, para murid bisa memilih mengikuti kata hatinya.
Ada 3 jurusan di SMA Melati biru ini yaitu Mage,Asassin dan pendekar.
Setiap jurusan memiliki 3 tingkatan kelas, bagi yang sanggup melewati kelas dengan baik dan lulus dalam satu tahun maka bisa melanjutkan untuk naik ke kelas yang lebih tinggi di jurusan sebelumnya atau berpindah jurusan ketika tahun pelajaran baru di mulai seperti saat ini.
Bagi murid yang belum lulus jangan berkecil hati dan bisa mengulangi lagi kelas dan jurusan yang telah kalian pilih sebelumnya.
Saya sebagai wakil kepala sekolah SMA Melati biru mengucapkan terima kasih dan berharap para siswa dapat bersungguh sungguh".
Ucap wakil kepala sekolah sebelum membubarkan para guru dan murid untuk memilih jurusan mereka masing masing.
Bangunan sekolah SMA Melati biru mempunyai bentukan huruf U.
Jika di lihat dari depan maka bangunan sebelah kanan adalah gedung milik jurusan mage, gedung si sebelah kiri milik jurusan pendekar dan gedung yang terakhir berada di ujung tengah adalah milik para asassin.
Zidan yang akan memilih jurusan pun mulai berfikir sejenak sebelum menentukan jurusan apa yang akan dia masuki, namun saat dia sedang melamun.
Matanya menangkap pemuda yang di kenal sebagai iblis manis berjalan menuju gedung asassin, meskipun Zidan sendiri agak ragu bahwa pemuda yang ia ikuti ini si iblis manis itu karena sebelumnya dia juga pernah bertemu seorang pemuda yang mengaku bernama iblis manis hanya saja kedua orang ini terlihat berbeda.
Iblis manis yang Zidan kenal rambut belakangnya tidak terlalu panjang namun bisa di ikat atau di kuncir, sedangkan iblis manis yang ia ikuti ini berambut panjang dan lurus memiliki kerah baju yang menutupi setengah wajahnya sampai hidung.
Persamaan keduanya adalah sama sama memakai songkok/kopyah hitam polos dan sarung yang juga sama sama hitam polos, meskipun kebiasaan atau kepribadian keduanya terlihat sangat bertolak belakang 180°.
Setelah mengikuti pemuda itu beberapa waktu Zidan tanpa sadar ikut mendaftar sebagai seorang asassin dan masuk kedalam kelas A.
Pemuda itu juga duduk di kelas yang sama dengannya, Zidan mengambil kursi di paling kanan belakang tepat di belakang pemuda itu duduk.
Zidan sangat penasaran dengan pemuda yang duduk di depannya, raut wajahnya yang tenang, sorot matanya yang sayup dan sikapnya yang dingin membuatnya teringat dengan dirinya sebelum mendapatkan kekuatan seperti sekarang.
Seorang wanita berambut merah memakai seragam guru SMA Melati biru yang berwarna biru dan putih memasuki kelas.
"Baiklah para murid sekalian, aku ingin mengucapkan selamat kepada semua murid yang berhasil masuk kedalam SMA Melati biru terlebih lagi kalian bisa masuk kedalam kelas A. Itu menunjukan bakat kalian di atas rata rata.
Sebelum aku memulai pelajaran aku akan memberitahu kalian bahwa dengan masuk kedalam jurusan asassin kalian bisa mengambil kelas tambahan setelah pulang sekolah karena semua siswa wajib setidaknya mengikuti 1 kelas tambahan dan mengikuti 1 club untuk memperbanyak kegiatan kalian agar skill bertarung kalian bisa cepat meningkat dengan pengalaman bertarung nyata saat mendapatkan misi dari kelas tambahan atau misi dari sebuah club.
Di dalam jurusan asassin terdapat 3 cabang kelas tambahan yaitu: cabang pembunuh bayaran,cabang mata mata dan cabang pembersih.
Di masa depan kalian akan menjadi seorang penjahat atau orang baik itu tergantung hati kalian masing masing, pihak sekolah tidak akan bertanggung jawab karena tujuan kami hanyalah mendidik kalian agar kelak menjadi seseorang yang kuat.
__ADS_1
Baiklah,mari kita mulai pelajaran hari ini". Tutup sang guru sebelum memulai pelajaran.