
Mendengar cerita dari Iblis manis, membuat ketua Rico semakin bersemangat untuk mendapatkan hati Iblis manis.
"Hmmm,baiklah. Untuk sementara ini aku tidak akan melakukannya".
Seperti meminum es dawet yang mengobati rasa haus setelah berpuasa seharian berpuasa, itulah yang kini Iblis manis rasakan.
Merasa bahwa ketua Rico jijik terhadap dirinya, Iblis manis menjadi lebih santai dan merasa aman.
"Yup,begitulah. Melihat wajah tampan dan umur panjangmu sebenarnya aku merasa sedikit iri".
"Iri? Apa yang membuatmu iri dan berfikir berumur panjang itu sesuatu yang baik?".
"Tentu saja itu baik, dengan wajah dan umur panjangmu bukankah kau bisa menaklukan semua gadis cantik di kekaisaran ini?".
Sebelum menjawab pertanyaan Iblis manis, beberapa kali ketua Rico menghela nafas panjang.
"Hmmm, memiliki umur yang panjang nyatanya tidak seindah bayangan kebanyakan orang.
Apa nya yang baik dari melihat orang orang terdekatmu meninggalkan mu satu persatu?".
Wajah Iblis manis yang sebelumnya di isi oleh senyum bahagia kini berubah murung dan terlihat sedih.
Iblis manis sangat faham mengenai sakitnya di tinggalkan oleh orang yang dia cintai atau orang terdekatnya.
"Benar ketua Rico, sepertinya berumur panjang tidak selalu baik sperti apa yang di impikan orang orang".
"Kau tidak perlu sopan dan memanggilku ketua Rico, kau bisa memanggilku Rico saja.
Di sini hanya ada kita berdua".
Iblis manis menatap wajah ketua Rico dengan alis yang menyatu.
"Baiklah,kalau begitu aku akan memanggilmu Om Rico".
Mendengar ucapan Iblis manis, ketua Rico hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum.
Sepertinya Iblis manis tak seseram rumor yang beredar, nyatanya kini yang ada di hadapan ketua Rico adalah seorang gadis polos yang sepertinya belum mengetahui kejamnya dunia ini.
"Aikh,itu lebih parah dari sebelumnya".
"Ehhh iya kah? Aku tidak mungkin memanggilmu Rico, karena umurmu sudah ratusan tahun lebih tua dariku".
"Baiklah baiklah,terserah kau saja.
Selama kau merasa nyaman,aku tidak keberatan".
Sedangkan Zidan yang sebelumnya tertidur dengan pulas kini mulai terbangun karena kedinginan.
"Kenapa aku merasa sangat kedinginan, hihi".
Perlahan lahan Zidan mulai bangun dari lantai tempat ia tidur, Zidan berdiri memandangi ranjang yang sebelumnya di gunakan oleh Iblis manis untuk beristirahat seorang diri.
"Kemana perginya anak itu malam malam begini?".
Ketika Zidan hendak melangkah untuk mencari Iblis manis, Zidan melihat pintu kamar yang mereka gunakan untuk menginap kini terbuka lebar.
"Ah,sepertinya dia pergi ke kamar mandi.
Pantas saja begitu dingin, bisa bisanya dia lupa menutup pintu sebesar ini hadeh".
Setelah memandangi Ma'ruf yang tertidur dengan begitu pulas di lantai, Zidan duduk di atas ranjang seorang diri.
__ADS_1
Cincin semesta yang selalu Zidan pakai mengeluarkan cahaya berwarna keunguan, beberapa saat kemudian terlihat sebuah pil berwarna kuning keemasan keluar dari ruang cincin tersebut.
"Sepertinya, mau tak mau aku harus menggunakan pil penambah stamina secepatnya untuk menerobos tahap giok.
Ahhh,baiklah mari kita mulai".
Beberapa saat setelah pil penambah stamina di telan oleh Zidan, Zidan mulai memejamkan mata dalam posisi duduk bersila.
Sebenarnya Zidan tidak ingin menggunakan pil penambah stamina, tapi dia mulai sadar bahwasannya dibandingkan dengan Iblis manis dan Ma'ruf dirinya hanyalah seorang beban yang kemampuannya jauh lebih rendah.
Andainya kedua temannya tidak datang di waktu yang tepat, mungkin ketua Rico tidak akan menghentikan tindakan tetua Wan.
Dan bisa jadi para anggota luar/cabang akan berperang dengan anggota dalam dan utama.
Maka dari itu mau tidak mau Zidan harus menerobos tahapan sihir secepatnya, minimal bisa mengimbangi tahap kedua rekannya.
Kesadaran Zidan perlahan mulai masuk ke dalam lautan qi miliknya, dia berdiri melihat 9 lingkaran mana sebesar kolam yang terus berputar.
Karena sebelumnya Zidan menghadapi pertarungan, kini mana yang berada di dalam tubuhnya hanya tersisa beberapa persen saja dari angka keseluruhan.
Sedangkan untuk mengumpulkan mana, seorang penyihir membutuhkan stamina maka dari itu lah Zidan memakai pil penambah stamina miliknya.
Perlahan tapi pasti, Zidan mulai mengangkat kedua tangannya dan mencoba menyatukan kedua tangannya tersebut.
Aliran mana sebesar kolam mulai perlahan bergerak untuk bersatu mengikuti intruksi gerakan tangan Zidan.
Sedangkan Iblis manis yang masih bersama dengan ketua Rico terlihat mulai perlahan larut ke dalam perbincangan.
"Sebenarnya sampai saat ini, aku tetap berharap bisa kembali menjadi seorang pria".
Ketika sedang berbicara, Iblis manis hanya menatap beberapa bunga sedap malam yang di sinari oleh cahaya bulan sabit.
Rambut panjang yang menutupi pipi, dengan halus Iblis manis singkapkan ke belakang telinga.
"Aku tahu 1 cara yang mungkin bisa mengembalikan tubuhmu seperti sedia kala".
Mendengar ketua Rico memberikan informasi yang memperlihatkan secercah cahaya harapan, Iblis manis mulai tersenyum kembali dan menatap ketua Rico.
"Eh,benarkah? Apapun caranya pasti akan aku lakukan, tolong cepat beri tahu aku om".
"Caranya adalah dengan meminum pil penempa batin,tapi harga pil penempa batin sangatlah mahal.
Bahkan di kekaisaran Nuswantara ini pun kau tidak akan bisa mendapatkannya".
"Lalu, lalu di mana pil itu berada?".
"Sebentar lagi turnament 1000 kekaisaran akan segera di gelar, jika kau bisa memenangkan turnament itu.
Kau mungkin bisa menukarkan hadiahmu dan meminta pil penempa batin".
Sedikit kecut namun terlihat begitu imut, itu lah ekspresi yang Iblis manis tunjukan ketika mendengar betapa sulitnya mendapatkan pil penempa batin.
"Bukankah turnament 1000 kekaisaran adalah sebuah turnament yang di gelar 10 tahun sekali oleh kekaisaran yang masuk ke dalam organisasi PKD(Perserikatan Kekaisaran Dunia).
Dan pastinya untuk bisa masuk ke dalam turnament 1000 kekaisaran, aku harus mengalahkan seluruh penyihir kekaisaran Nuswantara ini? Sepertinya itu akan merepotkan huuuf".
Keluhan Iblis manis yang terlihat begitu lucu karena sikap manja dan ekspresi kecutnya membuat ketua Rico tertawa.
"Haah, kemana semangatmu yang sebelumnya? Bukankah kau tadi berkata bahwa apapun caranya akan kau lakukan selama bisa kembali menjadi seorang pria?".
"Eh,benar ketua Rico! Aku harus bersemangat dan tidak boleh menyerah.
__ADS_1
Jalanku masih panjang,tekadku tak kan hilang".
"Duaaaaaar".
Cahaya berwarna biru kemerahan menyelimuti atap salah satu ruangan di dalam wilayah kediaman ketua Rico.
"Ah, sepertinya dia sudah menerobos tahap giok".
Seorang pria terbang di atas langit menggunakan sayap berwarna oren terang, pria itu tak lain adalah Zidan yang sudah berhasil menerobos tahap giok dan kini sedang menyerap mana di sekitar kediaman milik ketua Rico untuk mengembalikan mana yang sebelumnya telah ia habiskan untuk bertarung dan menerobos tahap kultivasi sihir.
"Om Rico, aku sangat berterima kasih dengan info yang telah kau berikan.
Suatu saat aku pasti akan membalas kebaikanmu, sepertinya sekarang aku harus segera pergi".
"Kau tak perlu sungkan, apabila kau menemui jalan buntu dan butuh pertolongan.
Kau bisa menemuiku".
Meninggalkan ketua Rico dengan berlari, Iblis manis tergesa gesa menuju kamar yang ia gunakan untuk menginap.
"Baiklah om Rico, untuk kedepannya mungkin aku akan merepotkanmu hihi".
Ketua Rico hanya sanggup tersenyum hangat melihat tingkah laku Iblis manis, kecantikannya membuat ketua Rico sangat kagum dan tidak bisa menggambarkannya dengan kata kata.
"Andainya dia bisa membalas budi dengan menjadi istriku haha".
Sayap yang berpendar keorenan itu terlihat mulai meredup, cahaya mana yang sebelumnya sangat terang pun mulai pudar.
Tampak sosok tubuh yang sebelumnya melayang kini jatuh dengan cepat.
Iblis manis tidak tinggal diam ketika melihat Zidan kehilangan kesadaran dan jatuh ke tanah.
Dengan sigap Iblis manis menangkap tubuh Zidan dan meletakan kepala Zidan tepat di atas kedua pahanya.
Dengan sangat lembut Iblis manis menyalurkan mana miliknya menuju lautan qi milik Zidan agar mana milik Zidan bisa terisi kembali dan itu akan memulihkan kondisi tubuh Zidan yang kini di penuhi luka luka karena mana yang Zidan serap terlalu banyak sehingga keluar melewati beberapa urat di dalam tubuhnya.
"Hmmm, si bodoh ini terkadang memang suka berlebihan".
Entah harus takjub atau marah, yang pasti kondisi Zidan saat ini tidak sadarkan diri.
Sehingga Iblis manis yang hendak memarahi Zidan karena tindakan ceroboh nya pun hanya bisa menghela nafas panjang sembari mengelus rambut Zidan yang kini tertidur dengan nyenyak di pangkuan Iblis manis.
Para penyihir yang normal, atau rata rata.
Mereka membutuhkan setidaknya 2 tahun untuk melewati sebuah tingkat, sedangkan Zidan berhasil melewati 2 tahap sekaligus dalam 1 bulan.
Tidak hanya itu, kebanyakan penyihir akan tidur selama 3 hari penuh untuk menyesuakan tubuh barunya yang memiliki kekuatan fisik berkali kali lipat dari manusia biasa dan akan diam untuk mengumpulkan mana selama satu minggu penuh.
Sedangkan Zidan, tidak hanya menerobos 2 tahap dalam sebulan.
Zidan juga langsung menyerap mana yang yang berada di sekitarnya untuk menggantikan mana yang sebelumnya ia gunakan.
Hanya orang orang bodoh tulen yang akan melakukan sesuatu berbahaya seperti yang Zidan lakukan, selain tidak mengistirahatkan tubuhnya setelah menerobos tahap.
Zidan juga langsung menyerap semua mana yang telah dia gunakan, keputusan kurang tepat yang Zidan ambil membuatnya menanggung kerugian.
Karena tubuh seorang penyihir yang baru saja menerobos tahap itu akan selemah tubuh bayi dan perlu di istirahatkan agar kembali pulih bahkan menguat.
Mana juga perlu penyesuaian agar bisa masuk kedalam setiap urat tubuh Zidan yang baru, bisa di bilang seperti membuka jalan yang telah tertutup.
Itulah alasan seorang penyihir membutuhkan waktu 1 minggu penuh untuk menyerap mana.
__ADS_1
Akan tetapi semangat yang Zidan miliki melampaui beberapa orang biasa, terlebih 2 orang rekannya memiliki kultivasi sihir yang lebih tinggi darinya.
Siapapun pasti akan merasa tertekan apabila menjadi orang terlemah di antara perkumpulan sahabatnya sendiri.