Pangeran Kegelapan

Pangeran Kegelapan
24. Pertemuan yang di nantikan.


__ADS_3

Dengan wajah pucat dan ekspresi penuh kekhawatiran, Nanda berlari menggunakan ilmu peringanan tubuh menuju kota Palembang.


Meskipun ada 100 ribu anggota prajurit kekaisaran yang menemani Mitha dan kawan kawan untuk membasmi para pemberontak, Nanda masih merasa sangat khawatir.


Benar saja, apa yang di pikirkan Nanda selama ini.


Ketika Nanda sampai di pegunungan di mana para anggota pemberontak dan prajurit kekaisaran bertarung, Nanda langsung tercengan karena menurut informasi yang dia dapat jumlah pemberontak tidak terlalu banyak namun yang dia lihat kini malah kebalikannya.


Tanpa basa basi Nanda terjun kedalam area pertempuran, dia mencari para anggota club keputus asaan.


Dengan menggunakan sebilah pedang yang sangat panjang,Nanda menghabisi ratusan anggota pemberontak dengan hanya 1 tebasan sembari mencari letak teman satu clubnya.


Dari kejauhan Nanda melihat sesosok perempuan mengayunkan pedang berwarna keperakan dengan anggun, wanita itu memakai hijab berwarna ungu dan niqab(cadar) berwarna hitam.


Bola mata perempuan itu besar dan terlihat sangat indah,namun darah yang berasal dari tebasan di tubuhnya mulai membasahi bajunya secara perlahan.


"Tidak salah lagi,itu adalah Mitha aku harus cepat kesana dan membantunya. Minggir kalian semua ****!jangan halangi jalanku!".


Nanda berteriak dan memekik, hanya menggunakan sebilah pedang saja Nanda berhasil memotong ratusan tubuh para pemberontak dan membuat sebuah jalan dari tumpukan mayat.


"Mithaaaa!".


Meskipun di hadang oleh ratusan musuh, Nanda yang kini telah berjarak lumayan dekat dengan Mitha mulai berteriak memanggil nama wanita itu agar dia tidak khawatir.


Sayangnya Mitha yang menyadari Nanda datang untuk membantunya, mulai kehilangan fokus saat menengok ke sumber asal suara.


"A-apa benar itu adalah kau?".


Para anggota pemberontak yang melihat Mitha kehilangan fokus dan menurunkan kewaspadaanya tak mau membuang kesempatan emas itu begitu saja,karena mereka yakin jika Mitha sampai kembali fokus mungkin mereka akan kehilangan anggota dan mendapatkan kerugian lebih besar.


"Ya ini aku! Tenang,aku akan membantumu".


Nanda melompat ke arah Mitha dengan wajah tersenyum dan sumringah, seakan akan dia lupa sedang di dalam area pertempuran.


"Seraaang!".


Salah satu anggota pemberontak menyuarakan pendapat agar teman teman mereka menyerang Mitha yang terlihat tidak fokus.


Mendengar teriakan para pemberontak, Mitha mulai kembali fokus untuk bertarung namun na'as sebelum Mitha sempat berbalik ada 3 buah anak panah menembus dadanya.


"Mithaaaaa!" Teriakan Nanda memecahkan area pertempuran, semua orang yang sedang bertarung kini hanya diam melihat Nanda menangkap tubuh Mitha agar tidak terjatuh ke tanah.


"Ughuk,akhirnya kita bertemu. Aku pikir kau tidak mau menemuiku ughuk".


Mitha yang sedang berada di pangkuan Nanda berkata dengan suara lirih dan sesekali terbatuk.


"Apakah harus sekarat agar kau sudi menemuiku Nan, eh Iblis manis?".

__ADS_1


Darah mulai mengalir bersama dengan batuk yang Mitha keluarkan, meskipun dia memakai cadar Nanda tetap dapat melihat darah itu mengalir dengan deras.


Semua pasukan kekaisaran dan para pemberontak itu kini hanya diam menyaksikan pemandangan menyedihkan itu, Para pemberontak menganggap Nanda hanyalah seorang anak kecil jadi mereka tidak perlu khawatir karena jika Nanda melawan pun mereka bisa menghabisinya dengan mudah.


Melihat Mitha tak lagi bernafas, Nanda menutup mata gadis itu dan mencium kening Mitha sebelum dia meletakan tubuh Mitha secara perlahan di atas tanah.


"Tunggulah aku,sayang".


Nanda bangkit perlahan menatap para anggota pemberontak dengan dingin dan wajah tanpa ekspresi.


Sedangkan para pemberontak malah tertawa melihat tingkah Nanda, karena mereka sadar pemuda yang berada di hadapannya ini hanyalah remaja yang berusia tak lebih dari 15 tahun.


"Haha, kenapa kau tak melanjutkan dramamu anak muda? Jujur kami sangat terhibur haha".


Pria tua dengan kumis panjang berkepala botak itu menertawai Nanda yang menatapnya dengan dingin.


"Ucapan panglima Goro sangat menarik, bahkan aku kali ini setuju dengannya".


Sahut pria lain yang membawa tombak.


Mendengar kematian Mitha bagi para pemberontak hanyalah sebuah lelucon dan bahan tontonan, Nanda tak lagi menahan diri.


Kekuatan Iblis yang selama ini dia tahan dengan ilmu agama dan ilmu sihir mulai Nanda keluarkan tanpa ragu.


Aura hitam pekat menyelimuti tubuh Nanda, sesekali percikan api dan petar ikut muncul dari dalam aura tersebut.


Para anggota pemberontak mulai ketakutan melihat kejadian itu, mereka merasakan tekanan yang sangat mengerikan.


Bibir Nanda bergerak dan menggumamkan suara lirih.


Aura hitam yang sebelumnya menyelimuti tubuh Nanda,kini menyebar sejauh 50 kilometer.


Warna hitam pekat yang menyebar itu bukanlah asap, melainkan aura keputus asaan milik Iblis manis di mana penggunanya harus merasakan keputus asaan yang begitu mendalam setiap waktu setelah mendapatkan teknik itu.


Para pemberontak yang awalnya tertawa melihat kedatangan Nanda, kini terlihat ketakutan ketika Nanda mulai mengeluarkan sebilah sabit panjang berwarna hitam kelam namun memiliki corak layaknya luar angkasa.


Senjata sabit panjang, pakaian berwarna serba hitam, pandangan kosong, aura hitam pekat yang membuat orang lain ikut merasakan putus asa dan mengenang kejadian terpahit dalam hidup mereka membuat para pemberontak dan prajurit kekaisaran merasa sedang melihat kedatangan malaikat maut.


Para pemberontak dan prajurit kekaisaran hanya diam berlutut karena tekanan dari aura milik Nanda, sedangkan fikiran mereka masuk kedalam jurang ilusi membuat mereka kembali melihat kejadian yang paling mengerikan di dalam hidup mereka secara berulang ulang.


Hanya dengan 1 tebasan saja, Nanda mampu menyapu ribuan manusia yang berada di dalam medan peperangan tersebut.


Seperti orang yang sedang menari, Nanda mengayunkan sabitnya dengan tanpa rasa bersalah hingga ribuan nyawa melayang.


Di tangan kirinya, Nanda membawa sebuah kepala milik salah satu pemberontak.


Layaknya sebuah camilan, Nanda memakan daging dan kulit kepala itu secara perlahan dan meminum darah yang menetes dari potongan leher para pemberontak, sedangkan tangan kanan yang membawa sabit hitam itu terus mengayunkan sabit itu dengan santai.

__ADS_1


Setiap ayunan dari sabit itu menghasilkan aura Hitam pekat yang dapat memotong apapun hingga ribuan meter jauhnya.


Tak hanya pasukan pemberontak, pasukan kekaisaran juga semua kehilangan nyawa di tangan Nanda yang menggila malam itu.


Setelah menghabisi 600 ribu pasukan pemberontak, Nanda yang awalnya kehilangan kesadaran karena tubuhnya di kendalikan oleh Iblis manis kini mulai kembali tersadar secara perlahan.


Puluhan anak panah dan pedang ternyata telah menghiasi tubuh Nanda karena ketika sedang mengamuk, semua orang berusaha menghentikannya meskipun tidak ada yang berhasil.


Nanda mendekati tubuh Ma'ruf yang tergeletak di tanah dan menyeretnya dengan tangan kiri, sedangkan Nanda mengangkat tubuh Mitha dengan tangan kanan dan membawa nya.


Nanda merasakan tubuhnya seakan akan seperti ingin meledak, aura panas yang Nanda rasakan dari dalam tubuhnya semakin menguat membuat Nanda mengeluarkan batuk darah beberapa kali.


Sisa sisa mana dan stamina yang Nanda miliki kini dia pakai untuk mempercepat ilmu peringanan tubuhnya, dengan sangat cepat Nanda berlari menuju rumah sakit terdekat agar kedua temannya dapat terselamatkan.


Sedangkan Nanda sendiri tak memperdulikan tubuhnya yang kini telah di penuhi oleh puluhan anak panah dan pedang yang menancap dengan kokoh.


Para pihak rumah sakit berlari menghampiri Nanda yang berjalan sempoyongan di halaman rumah sakit dengan membawa 2 tubuh lain yang juga di penuhi dengan luka luka.


Sebelum Nanda kehilangan kesadaran, para perawat dan dokter membawa Nanda menuju ruang UGD untuk secepatnya di rawat.


Para dokter yang merawat Nanda mulai terlihat putus asa karena dengan luka yang separah itu, tak mungkin manusia dapat mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup.


Tubub Nanda mulai terlihat seperti retak dan setiap retakan mengeluarkan cahaya berwarna kuning, retakan itu semakain membesar.


Ketika tubuh bagian dada Nanda terbelah, terlihat sesosok perempuan cantik dengan rambut panjang keluar dari dalam dada Nanda yang terbelah.


Setelah berhasil keluar dari tubuh Nanda, wanita yang sangat cantik itu tiba tiba kehilangan kesadaran dan terkulai lemas di atas tubuh milik Nanda.


Para perawat dan dokter yang melihat kejadian itu hanya saling memandang dengan wajah yang terlihat kebingungan seakan akan tidak ingin mempercayai apa yang baru saja mereka lihat.


"Ba-bagaiman mungkin, wanita itu keluar dari tubuh remaja yang hampir mati ini?".


Dokter yang memimpin operasi terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia saksikan.


"A-aku juga tidak tahu dokter kepala, ta-tapi untuk saat ini bukankah lebih baik kita rawat saja tubuh wanita itu".


Seorang perawat perempuan mencoba menenangkan para dokter yang terlihat kebingungan.


"Baiklah,kalau begitu. Cepat kalian semua cek kesehatan tubuh gadis yang tiba tiba muncul itu!".


Mendengar seruan dokter yang menjadi pemimpin operasi,para dokter lain seketika menghampiri tubuh Nanda dan perempuan itu.


Sebenarnya tubuh itu adalah tubuh milik Iblis manis, ketika seorang roh Iblis memasuki tubuh manusia maka ia akan menyerap mana,darah,daging dan nyawa lewat tubuh orang yang di hinggapinya.


Dengan menyerap mana tubuh orang yang roh iblis hinggapi,membunuh ratusan nyawa serta meminum darah dan memakan daging lewat tubuh yang mereka hinggapi maka secara perlahan mereka bisa membentuk tubuh Iblis mereka kembali.


Tapi jika tubuh mereka belum sempat terlahir kembali tetapi tubuh orang yang mereka hinggapi hancur maka mereka juga akan ikut kehilangan roh mereka.

__ADS_1


Maka dari itu akhirnya Iblis manis merelakan tubuh,roh,serta kekuatan miliknya untuk Nanda karena jika Iblis manis tidak melakukan itu maka semua kekuatan dan pencapaian yang selama ini ia kumpulkan akan sia sia.


Karena Nanda telah berada di dalam tubuh Iblis manis,serta memiliki ingatan dan kekuatan milik Iblis manis secara menyeluruh maka Nanda kini adalah Iblis manis generasi selanjutnya.


__ADS_2